
Keesokan harinya, seperti biasa Niko menyempatkan waktu menjenguk Papanya.
Setelah dari rumah sakit, Niko langsung melaju ke makam ibunya, perlu beberapa waktu untuk sampai ke makam.
Sesampainya di makam, Niko langsung berlutut sambil mencabut rumput-rumput di makam ibunya.
"Bu sekarang aku sudah ingat sedikit-sedikit tentang kita dulu, maaf bu sudah belasan tahun aku melupakan kenangan kita, hari ini Carla tidak ikut kesini bu, Ia terkena kasus prostitusi online dan sekarang sedang ditahan, aku tidak menyangka bu jika Carla orang yang seperti itu," gumam Niko dengan wajah sedih karena cintanya pada Carla memang tulus, tapi Ia tidak bisa menerima wanita kotor.
Setelah setengah jam di makam, Niko berjalan pergi.
Saat Ia berjalan Ia melihat ponselnya lagi, berita tentang tertangkapnya Carla kemarin malam masih jadi berita teratas. Ia melihat video Carla menutup wajah dilindungi asistennya.
Saat ini wartawan dan orang-orang pasti sedang memburunya karena orang-orang tau jika Ia berpacaran dengan Carla sudah lama. makanya sekarang Ia datang ke makam memakai masker.
Di luar tempat pemakaman, Ia langsung masuk ke mobil dan melaju ke rumah lama mereka.
Sesampainya di sana, Niko melihat seorang wanita yang juga memakai masker berdiri mematung di depan rumahnya.
Wanita itu berbalik ingin pergi tapi tatapannya langsung tertuju pada Niko yang menatap kearahnya.
Walau memakai masker tapi Niko bisa tau kalau wanita itu adalah Diandra.
Niko melihat Diandra mengusap air matanya, entah sudah berapa lama Diandra menangis karena matanya sudah sembab dan merah.
__ADS_1
Keduanya tidak ada yang bicara, mereka hanya saling menatap dalam diam.
Tiba-tiba sebuah kenangan muncul di pikiran Niko.
** "Jangan pergi," ucap Niko lalu mengambil ransel Diandra
Diandra tetap diam.
Niko langsung memeluk Diandra, "Jangan pergi, sekalipun kamu hantu tetaplah di sini,"
Diandra mengangguk dan membalas pelukan Niko.
Perlahan air mata Diandra menetes mengenai pundak Niko **
Niko masih ingin menyangkal jika gadis di dalam kenangan itu adalah Diandra, karena jika gadis itu ada saat ini Ia akan berumur 1 tahun lebih tua darinya bukan gadis 17 tahun di depannya.
Niko membuka masker Diandra, Ia menatap lekat wajah Diandra, dipegangnya lembut pipi kiri Diandra.
Diandra kembali meneteskan air mata karena tatapan Niko kembali seperti dulu.
kenangan demi kenangan muncul lagi, Ia mengingat saat pertama kali bertemu Diandra, Ia ingat berangkat sekolah bareng Diandra, Ia mengingat saat makan bersama Diandra, semua kenangan muncul satu persatu dan wajah yang awalnya samar-samar langsung terlihat jelas dan itu memang wajah Diandra.
Jadi apa yang dikatakan Diandra semuanya adalah benar, Niko menyesali semua yang terjadi beberapa waktu ini.
__ADS_1
Air matanya langsung menetes juga, "Maaf," hanya itu yang terucap dari mulut Niko
Diandra menunduk menghindari tatapan Niko, Ia tau Niko pasti sudah mengingat semuanya, Ia senang tapi juga sedih.
Diandra menangis tersedu-sedu, akhirnya Niko memeluknya dengan erat.
"Maaf, karna tidak mempercayaimu, maaf Dian," ucapnya
Dari kejauhan, Mike yang ada di dalam mobil melihat keduanya berpelukan erat.
Tanpa terasa air matanya perlahan menetes, Ia sudah tau jika hari ini pasti akan terjadi, walau Ia sudah bersiap untuk ini, Ia tetap tidak bisa menahan air mata.
Niko melepaskan pelukannya lalu membuka maskernya, Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Diandra.
Mike tau apa yang akan terjadi jadi Ia buru-buru melaju pergi karena tidak mau hatinya tambah sakit.
Diandra langsung menoleh ke kanan menghindari ciuman Niko.
"Maaf," ucapnya
Niko hanya tersenyum tipis karena penolakan Diandra.
Ia tau sulit bagi Diandra untuk menerimanya kembali setelah apa yang terjadi beberapa bulan ini, sikap kasarnya sudah jelas menghancurkan perasaan Diandra.
__ADS_1