
Diandra ikut bangkit dan langsung berlari mengikuti Mike yang menuju ke lantai atas menuju kamar mereka.
"Mom..." panggil Alvaro yang menghentikan langkah Diandra.
Wajah yang semula khawatir dan sedih langsung berubah tersenyum walau senyum dipaksakan, "Ya sayang," jawabnya dan langsung berjalan menuju Alvaro sedangkan Mike hanya berhenti sebentar menoleh kearah keduanya lalu masuk ke kamarnya.
Alvaro memegang wajah Diandra, "Mommy menangis?" tanyanya
Diandra menggeleng dan kembali sedih.
"Apa Daddy yang membuat Mommy menangis?" tanyanya
"Tidak, Mommy gak nangis, Mommy hanya kurang tidur jadi seperti ini. Ayo Mommy bantu mandi, kan harus sekolah," Diandra mengalihkan pembicaraan lalu membawa Alvaro masuk kembali ke kamar.
Setelah mengurus Alvaro yang akan berangkat sekolah, dia sendiri masuk ke kamar tapi di kamar sudah tidak ada siapa-siapa, mungkin Mike sudah dibawah pikirnya.
Mandi dan berdandan dengan kecepatan kilat lalu turun ke bawah dan yang dilihatnya hanya Alvaro yang duduk menunggu untuk sarapan.
"Daddy kemana?" tanyanya
Alvaro menggeleng tidak tau.
__ADS_1
Diandra menghela nafas dan langsung sarapan bersama putranya.
*
Malam hari Mike tidak pulang, Dito yang menghubungi Diandra dan mengatakan Mike harus syuting sampai pagi karena syuting akan berakhir dalam minggu ini.
Diandra mengirim pesan ke Mike 'Jangan lupa makan malamnya,'
Tidak ada balasan dari orangnya, Diandra berguling-guling tidak bisa tidur, setelah menikah mereka sering berselisih paham seperti ini tapi tidak sampai seperti ini.
Di tengah malam Diandra kembali mengirim pesan, 'Maaf sayang,'
Tidak ada balasan juga, mungkin Mike sedang istirahat atau sibuk di tengah malam.
Hingga pukul 3 pagi pesannya juga tidak dibalas, entah sudah beberapa puluh pesan yang dia kirim.
Karena cukup lelah matanya tertidur dengan sendirinya.
Di tempat lain, Mike menatap ponselnya tanpa ekspresi.
Saat ini dia tidak berada di lokasi syuting melainkan di apartemennya, tempat tinggalnya dulu bersama Diandra.
__ADS_1
Dia berdiri menghadap kaca menatap kearah luar sambil memikirkan banyak hal.
Saat ini dia marah pada dirinya sendiri, dia belum siap ingin bertemu Diandra takut emosinya naik lagi.
3 hari berlalu
Alvaro pun ikut sedih karena Daddy nya tidak pulang, melihat wajah Mommy yang tidak bersemangat dia tau jika orang tuanya pasti bertengkar.
"Mom, tadi tante Elin bilang akan jemput Al karena besok akhir pekan, tante ingin mengajak jalan-jalan ke taman bermain, bolehkah?" tanya Alvaro
Diandra mengangguk, dia tersenyum mengusap kepala putranya dengan lembut, sebenarnya dia cukup sedih karena di akhir pekan dia akan sendirian.
Ini seperti kembali ke tahun-tahun dia ditinggal Mike. Tapi sekarang dia tidak terlalu takut Mike menghilang tanpa kabar karena putranya sedang bersamanya dan tidak mungkin dia pergi seperti dulu.
"Jika Mommy sedih, Al tidak akan pergi," kata Alvaro
"Tidak, bukankah Al bilang sangat ingin pergi ke taman bermain, Mommy dan Daddy gak ada waktu jadi kebetulan ada tante Elin jadi Al bisa pergi," kata Diandra
Alvaro mengangguk senang.
*
__ADS_1
Di rumah sakit cukup sibuk hari ini hingga akhirnya pukul 8 malam baru pulang, Diandra berjalan santai tidak terlalu semangat karena dia tau saat dia pulang dia akan sendirian, Alvaro menginap di rumah Om Heru dan Mike entah kapan marahnya kelar.
Berjalan ke tempat parkir, dia melihat salah satu mobil milik rumahnya yang tidak terlalu mencolok, jantungnya berdebar berharap itu Mike.