
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, matahari sudah mulai terbenam.
Diandra diminta menghibur beberapa orang, seorang relawan yang biasanya menghibur para korban mendekat ke arah Diandra dan meminjamkan gitarnya.
Diandra mengucapkan terima kasih lalu mulai memainkan gitarnya, dan Ia akan mulai menyanyikan lagu.
* Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Ku harus milikimu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu...
Biar cinta datang karena telah terbiasa *
Teman sesama para medis juga melihat mereka.
Tangan Diandra berhenti memetik gitar saat Ia melihat salah satu diantara banyak orang ada Mike yang masih memakai masker.
Tapi Ia kembali sadar dan melanjutkan memetik gitar.
__ADS_1
* Simpan mawar yang kuberi
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu...
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa *
Disaat Diandra selesai menyanyikan lagu itu, Ia melihat kearah Mike berdiri tadi tapi sekarang Mike sudah tidak terlihat.
Diandra langsung tersenyum merasa dirinya sangat bodoh.
Ia memberikan gitar kembali ke relawan muda tadi.
Diandra pamit pergi pada semuanya, Ia berjalan cepat keluar dari tenda.
Ia melihat ke kiri ke kanan, matanya ingin menemukan Mike. Ia berlari menuju tenda tempat Dito tapi Mike tidak ada, Ia kembali berlari keluar ingin menemukan Mike.
Mike berdiri sedikit lebih jauh, Ia melihat Diandra yang panik mencarinya.
__ADS_1
Diandra mengambil ponsel dari sakunya lalu mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.
Ia berusaha menelpon Niko, akhirnya sinyal sedikit ada hingga panggilannya langsung tersambung.
Sambungannya langsung diangkat Niko.
"Kakak..." ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.
Diseberang sana Niko mendengar suara tangis Diandra hingga Ia sedikit panik, "Ada apa, kenapa?" tanyanya
"Tidak, aku hanya merindukan kalian," ucap Diandra terisak, Ia ingin sekali mengatakan jika Mike ada di sini.
"Kak Niko," ucap Diandra lagi sambil menghapus air matanya dengan lengan kirinya.
Mike membuka maskernya, tatapan dinginnya tertuju pada Diandra yang saat itu beberapa kali menyebut nama Niko.
Mike berbalik dan langsung pergi.
Diandra kembali masuk ke tenda Dito, Ia melihat Dito sudah duduk sambil minum segelas air putih.
Diandra berjalan mendekat dan langsung duduk di dekat Dito. Ia langsung berbicara tanpa aba-aba.
"Kau tau? aku mengalami kecelakaan di hari Mike pergi, aku hampir mati saat itu." Diandra mulai terisak membuat Dito langsung menatap kearahnya.
"Aku menjadi seorang Dokter seperti ini semua karenanya, aku tidak mau menyia-nyiakan uangnya," air mata Diandra jatuh perlahan, tatapannya kosong.
"Bukankah sekarang kau sudah bersama Niko?" tanya Dito
Itukah yang juga Mike pikirkan, itu jugakah alasan sikap dinginnya padaku, itukah alasannya kenapa dia seperti tidak mengenalku, berarti selama mereka pergi, mereka memutuskan tidak melihat hal apapun yang berkaitan denganku termasuk berita hiburan negara ini, batin Diandra
Diandra tidak menjawab, Ia langsung berjalan pergi dengan sedih membuat Dito semakin mengira jika Diandra memang sudah bersama Niko.
__ADS_1
Diandra menghapus air matanya, Aku akan membuat kamu kembali batinnya
Diandra menarik nafas lalu kembali ke tendanya, sepertinya Ia sudah memutuskan hal penting.