Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
98


__ADS_3

Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah, Diandra yang sedang mengobrol bersama Niko, langsung bangkit dan bergegas lari keluar untuk menyambut Mike. Suara mobil Mike cukup khas di telinganya walau kadang mobilnya berbeda.


Niko hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Diandra. Tapi dulu seperti inilah mereka jadi dia hanya bisa tersenyum bahagia.


Stella yang baru keluar dari kamar setelah menidurkan Glenca juga tersenyum saat melihat Diandra berlari sedangkan Niko geleng-geleng kepala, dua orang ini seperti ayah dan anak baginya. Tidak seperti orang yang pernah jatuh cinta.


Diandra membuka pintu dan berlari memeluk Mike yang baru keluar dari mobil.


Mike terdorong ke belakang karena benturan tubuh Diandra.


"Wow..." ucap Mike yang kaget dengan kekuatan Diandra, tubuh kurus ini ternyata cukup kuat untuk mendorongnya.


Diandra mengusapkan seluruh wajahnya di tubuh Mike, menghirup aroma yang sudah biasa Ia cium.


Mike mengusap rambut Diandra, "Sudah makan malam?" tanyanya tersenyum melihat orang di pelukannya.


"Belum. Di dalam ada kak Niko sekeluarga," ucap Diandra saat mengangkat wajahnya tapi tangan masih melingkar di tubuh Mike. Gigi putihnya terlihat saat dia mulai tersenyum.


"Tamu dibiarkan kelaparan?" tanya Mike menatap mata Diandra sambil menyelipkan rambut ke telinga Diandra.

__ADS_1


Diandra menggeleng, "Mereka sudah makan malam, aku sengaja belum makan karena ingin makan malam sama kamu," senyum polosnya terlihat jelas seperti gadis 17 tahun yang masih naif.


Mike tersenyum, "Lain kali makan duluan saja karena sekarang pekerjaan semakin banyak jadi pulangnya tidak tentu,"


Diandra mengangguk, melepaskan pelukannya lalu berjalan masuk bergandengan tangan dengan Mike.


Disaat mereka masuk, saat itu juga Niko berdiri dan berjalan mendekat, Ia langsung menjabat tangan Mike dan memeluknya.


"Apa kabar?" tanya Mike


"Baik," Niko melepaskan pelukannya, generasi mereka hampir sama jadi bisa bicara santai sebagai teman.


Mike mengangguk saat melihat Stella, mereka berteman sejak lama tapi setelah menikah mereka tau batasan dalam berteman jadi paling hanya menyapa santai.


"Umm..." Mike menepuk pundak Niko lalu berjalan pergi bersama Diandra.


Mike berhenti dan langsung kembali menoleh kearah Niko, "Lihat-lihat sekeliling rumah biar hafal, Anggap rumah sendiri," nada Mike sedikit aneh


Niko dan Stella mengangguk, mereka memang ingin melihat sekeliling walau sudah malam hari.

__ADS_1


"Kak lantai atas ada tempat gym, lihat juga," tambah Diandra


"Ya," Niko mengangguk


Diandra dan Mike kembali melanjutkan jalan, pembantu sudah menyediakan makanan hangat lagi di meja makan.


Mike menarik kursi untuk Diandra, "Terima kasih sayang," Diandra tersenyum bahagia karena perlakuan Mike, semoga selalu seperti ini dan selamanya Mike seperti ini.


Setelah Diandra duduk baru Ia duduk di kursi utama miliknya.


Keduanya makan dengan tenang, sesekali Mike memasukkan lauk ke piring Diandra tanpa suara.


Setelah makan keduanya pergi ke kamar, Disaat Mike mandi, Diandra mempersiapkan piyama dan pakaian dalam. Air berhenti di kamar mandi lalu Ia menoleh kearah pintu kamar mandi yang sudah dibuka, penampilan Mike saat ini masih membuatnya malu, walau sudah sering terlihat.


Mike tersenyum melihat istrinya memalingkan wajah, Ia melangkah pelan menuju kearah istrinya itu.


Jantung Diandra berdetak cepat dan semakin cepat saat langkah kaki semakin dekat.


Sebuah tangan merangkul lehernya dari belakang, aroma sabun yang mereka pakai bersama tercium jelas.

__ADS_1


Jantung Diandra semakin cepat saat Mike mulai mencium lehernya. Tetesan air di rambut mulai menetes, dan rambut basah mengenai pipi kanannya.


Tangan Mike berkeliaran kemana-mana membuat Diandra semakin terasa tersengat listrik hingga kakinya lemah dan mati rasa. Tangannya juga mati rasa hingga Ia tidak bisa bergerak dan hanya berdiam diri.


__ADS_2