
Mike tertawa sedikit, Ia langsung melepaskan Diandra, dia sengaja menggoda istrinya ingin melihat reaksinya.
Diandra cemberut saat menatap Mike, "Jangan berani menggoda lagi," Diandra berjalan menjauh
Mike menariknya hingga wajah Diandra terbentur dadanya.
Jantung Diandra kembali berdetak cepat.
"Bantu keringin rambut," ucap Mike sambil tersenyum mengelus rambut istrinya
Diandra mengangguk lalu melepaskan diri dan berlari menuju lemari mencari handuk baru.
Mike duduk di ranjang mereka, setelah mendapatkan handuk, Diandra langsung naik ke tempat tidur berada tepat di belakang Mike.
Perlahan mengusap rambut Mike hingga hampir kering.
"Selesai," Diandra bangkit dan langsung menyimpan handuk itu, sebelum sempat dijangkau, Ia berlari keluar kamar dengan terburu-buru takut digoda Mike lagi.
Mike tersenyum melihat tingkah istrinya, Ia memakai piyama dan pakaian dalam yang sudah disediakan baru akhirnya keluar kamar mencari Niko.
Niko dan Mike duduk di ruangan belakang tapi tertutup. Mereka minum bersama sambil sesekali membicarakan tentang pekerjaan.
__ADS_1
Niko memberikan pelajaran tentang bisnis karena dia tau Mike baru beberapa waktu terjun ke dunia bisnis.
Mike mendengarkan ucapan Niko dengan serius hingga mereka akhirnya lupa waktu.
"Sudah larut, ayo masuk," ajak Niko
Mike mengangguk lalu berjalan masuk bersama.
Pembantu menutup pintu lalu ikut masuk.
Mereka pergi ke kamar masing-masing, saat membuka pintu tatapan Mike langsung tertuju pada wajah tertidur istrinya, terlihat sangat lelah hingga dahinya berkerut.
Mike mendekat dan duduk disamping sambil menatap lekat wajah itu, wajah yang sudah dilihatnya sejak Ia berumur 8 tahun, yang mungkin diluar batas kewajaran dan mungkin banyaknya orang hanya mereka bertiga yang mengalami ini.
"Aku mencintaimu Diandra," ucap Mike pelan takut membangunkannya
Diandra merasakan wajahnya dipegang jadi dia membuka mata dengan pelan.
Senyumnya mengembang saat melihat suaminya yang ada di depannya, "Peluk," ucapnya manja
"Tidur lagi," Mike mengusap rambut istrinya dengan penuh kasih
__ADS_1
Diandra bangkit lalu memeluknya karena Mike tidak bergerak. Dia mengeratkan pelukannya seakan takut kehilangan Mike.
Mike tersenyum lalu mengangkat tangan menepuk punggung Diandra.
"Jangan menguji kesabaran seorang pria," ucapan ambigu Mike membuat Diandra melepaskan pelukannya.
Mike tertawa melihat tingkah kaget Diandra, "Oke, jadi tidurlah, selamat malam, mimpi indah istriku," ucapnya yang langsung naik ke tempat tidur dan ikut berbaring di samping Diandra, memejamkan mata tapi beberapa saat membukanya lagi dan masih menatap Diandra yang duduk diam.
"Tidak ingin tidur lagi? mau olah raga dulu?" tanya Mike sedikit menggoda dengan wajah tersenyum
Diandra berbaring langsung menutup wajah malunya menggunakan selimut.
Mike ikut masuk ke dalam selimut lalu memegang pinggang istrinya, jantung Diandra berdetak cepat, walau sudah beberapa kali melakukannya Ia masih grogi dan malu.
"Karena tidak bisa tidur lagi jadi kita tidak usah tidur," nafas Mike yang berada di lehernya semakin menggelitik. Mencium lehernya dengan mesra, tangannya berkeliaran masuk ke dalam gaun tidur satin.
Karena merasa lemas, Diandra langsung mengeluarkan wajah dari selimut. Mike meneruskan kegiatannya hingga akhirnya hanya ******* yang terdengar diantara mereka.
Pakaian keduanya sudah menumpuk di lantai.
Diakhir Mike langsung berbalik dan membuat Diandra berada diatasnya, pelukannya erat, Ia mencium bibir Diandra sedikit, "Aku mencintaimu, terima kasih untuk malam ini," ucapnya
__ADS_1
Diandra yang terlihat lelah tidak menjawabnya, hanya memejamkan mata dan menikmati berbaring diatas tubuh kokoh suaminya.