
Ibu tiri dan saudara tiri Mike menonton berita hiburan dan melihat semuanya, Ines mengepalkan tinjunya dengan erat hingga kukunya menancap di telapak tangannya, seharusnya dia yang berada di posisi Diandra.
Di ruang kerja Papa Mike juga melihat berita di ponselnya, dia hanya tersenyum, awalnya dia tidak setuju Mike bersama Diandra tapi melihat senyum bahagia Mike yang tidak pernah dilihatnya sejak kecil, dia ikut bahagia dan berharap mereka bahagia selamanya.
Dia yang memutuskan ingin memutus hubungan anak ayah jika mereka menikah tapi saat ini dia sedikit menyesal. Dia mendidik Mike dengan cukup keras sejak kecil bukan karena dia tidak sayang tapi dia ingin membuat Mike jadi penerusnya sebelum dia menua.
Papanya Mike datang ke rumah sakit untuk menemui Diandra, mereka duduk berhadapan di kantin rumah sakit.
Dia menatap kearah wajah Diandra yang sedikit takut.
"Sejak kecil Mike selalu kesepian, dia tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, saya gagal menjadi ayah untuknya," ucap Papanya Mike
Diandra mengangkat wajahnya dan melihat mata berkaca-kaca mertuanya itu.
"Maaf untuk hal waktu itu, saya hanya takut Mike dimanfaatkan, masa lalu saya membuat saya parnoan, saya takut dia disukai karena ketenaran dan uang, saya kurang percaya pada orang-orang yang tidak setingkat dengan kami karena saya pernah terkhianati oleh orang seperti itu, tapi sepertinya saya salah menilai kamu. Tolong jaga dia, hiduplah dengan bahagia." Ucap Papanya Mike dengan pelan hingga orang sekeliling tidak bisa mendengar.
Diandra mengangguk, "Iya Pa," ucapnya yang sontak membuat Papanya Mike bergetar, kata Pa terdengar manis saat diucapkan, wanita muda di depannya adalah menantunya.
Papanya mengangguk.
"Sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan, bisakah papa merekomendasikan tempat yang indah?" tanya Diandra yang ingin memperbaiki hubungan mereka padahal tempat melangsungkan pernikahan sudah dipilih walau belum dipesan.
__ADS_1
Papanya Mike tersenyum, "Papa akan mencarikan tempat istimewa untuk kalian jadi urusan itu biar papa yang urus, tapi papa tidak bisa hadir karena Mike pasti membenci Papa, jadi tentang tempat itu juga jangan sampai dia tau,"
Diandra tidak bicara, dia hanya menatap ketulusan di mata mertuanya ini.
*
Malam hari
Diandra berbaring bersama Alvaro.
"Al mau gak ketemu kakek?" tanya Diandra saat berbalik memeluk putranya
Diandra mengangguk, "Papanya Daddy,"
"Kakek Heru?" tanya Alvaro bingung, dia tidak mengenal kakek lain selain Kakek Heru
"Bukan, tapi Papa kandungnya Daddy," kata Diandra
"Tapi jangan bilang sama Daddy dulu, besok kita ke rumah Kakek tanpa Daddy tau," ucap Diandra sambil mengelus rambut Alvaro
Alvaro mengangguk senang.
__ADS_1
Keesokan harinya di pagi hari Diandra dan Alvaro keluar berdua, mereka pergi ke rumah besar keluarga Mike.
Mereka dipersilakan masuk dan saat ini seluruh keluarga ada karena masih cukup pagi.
Papanya Mike tau jika istri dan anaknya tidak menyukai Diandra jadi dia mengajak Diandra dan anak yang dibawanya masuk ke ruang kerja.
Di ruang kerja tatapan Papanya Mike tertuju pada anak yang dibawa Diandra, anak itu sangat mirip dengan Mike waktu kecil.
"Anak kalian?" tanya Papanya
Diandra mengangguk, sebelum bicara sejujurnya dia meminta Alvaro bermain dengan mainan yang dibawanya.
Saat Alvaro bermain, Diandra berbicara berdua dengan mertuanya di sofa.
"Dia putranya Mike dan wanita lain saat di luar negeri, wanita itu meninggal saat melahirkan," kata Diandra sambil sesekali menatap Alvaro dengan sayang
"Kamu tidak keberatan?" tanya papa mertuanya yang tau jika tatapan Diandra pada anak itu adalah tatapan sayang sangat berbeda dari tatapan istrinya dulu.
Diandra menggeleng, "Aku menyayanginya seperti anak sendiri jadi kami memutuskan tidak akan memberitahu orang lain tentang asal usulnya dan jika suatu hari orang tau kami juga tidak masalah karena walau saat ini Alvaro belum terlalu mengerti, suatu saat dia juga akan mengerti,"
*
__ADS_1