
Hari berikutnya Niko baru datang ke depan perusahaan, Ia keluar dari mobil hitamnya, tatapannya langsung tertuju pada spion mobil karena dari spion mobil itu terlihat jelas kalau Diandra melihat ke arahnya dari samping pohon.
Ia menarik nafas melihat kegigihan Diandra saat mengikutinya.
Niko pura-pura tidak melihat, Ia langsung berjalan ke arah pintu masuk perusahaan tanpa peduli dengan Diandra.
Diandra yang melihat Niko masuk langsung tersenyum
Aku senang karena kamu bisa sukses seperti ini, aku yakin hal yang kita alami saat umur kamu masih muda adalah kenyataan, makanya aku akan terus berada di sekitar kamu biar kamu bisa ingat semuanya batin Diandra
Diandra memakai maskernya lalu berjalan mendekat ke pintu perusahaan setelah Niko benar-benar tidak terlihat.
Diandra mendekat ke arah satpam.
"Pak tolong berikan ini pada Pak Niko Pratama," kata Diandra saat mengulurkan rantang makanan.
Satpam bingung tapi langsung menerimanya tanpa bicara, Diandra buru-buru pergi padahal tanpa disadarinya Niko masih di sana melihatnya dari kaca searah.
Setelah Diandra pergi naik taksi, Niko berjalan keluar lagi dan langsung mendekati satpam.
"Ini untuk saya kan?" tanya Niko
"Iya Pak, ini dari seorang gadis muda tapi dia sudah pergi." Satpam menunjuk ke arah jalanan.
"Iya saya tau," Niko langsung mengambil rantang itu dan membawanya masuk.
__ADS_1
Ia berjalan menuju lift, saat di dalam lift bawahannya menyapanya dan Ia hanya tersenyum singkat. Ia melihat ke arah rantang itu.
Ia melihat ke samping ke arah bawahannya lagi.
"Ini untuk kamu," ucap Niko sambil mengulurkan rantang itu.
"Untuk saya?” tanya pegawai bingung
"Ini dikasih teman saya dan kebetulan saya sudah sarapan jadi untuk kamu saja," ucap Niko
"Ah iya terima kasih Pak." Pegawai itu tersenyum sambil sedikit membungkuk.
Lift terbuka, Niko langsung berjalan pergi menuju ruangannya.
Apa motifnya sehingga Ia sangat gigih seperti ini batin Niko
*
Di dalam taksi Diandra tersenyum senang.
Semoga saat kau melihat makanan itu, kau ingat semuanya batin Diandra
Diandra langsung minta dihentikan di sebuah mall besar.
Setelah turun dari taksi, Diandra langsung berjalan masuk.
__ADS_1
Hari ini hari pertama Ia bekerja di mall itu, Ia melamar pekerjaan di sana sudah minggu lalu tapi baru hari ini mulai bekerja.
Ia pergi ke ruang ganti karyawan, terlihat beberapa karyawan wanita baru berdatangan, semua karyawan di sana dipilih karena penampilan, tubuh tinggi langsing, wajah putih cantik.
Ia takjub melihat teman kerjanya yang sudah berumur 20-an.
Diandra hanya karyawan sementara jadi Ia bekerja hanya 4 hari dalam seminggu.
Diandra menyapa karyawan lain sambil tersenyum ramah.
"Diandra ternyata kamu aslinya memang cantik ya, saya pikir kamu terlihat cantik karena efek kamera," ucap salah satu karyawan
"Kalian lebih cantik," kata Diandra
"Umur kamu berapa?” tanya karyawan wanita satunya
"17 tahun," Diandra selesai memakai pakaiannya.
"Oh ya Kak, saya duluan ya kan hari pertama harus tepat waktu," Diandra berjalan pergi masih tetap menampilkan wajah cerianya.
Diandra pergi ke lantai 8, karena Ia bekerja untuk lantai 8 di toko bagian jam tangan.
Ia melihat ke arah jam tangan mewah yang biasanya sering dipakai artis papan atas.
Niko sangat suka memakai jam tangan, batin Diandra.
__ADS_1