
Pagi hari
Di kediaman Pak Purnomo, Stella baru turun menuju meja makan, Ia melihat Niko sudah sarapan sambil membaca majalah.
Stella sedikit menyipitkan matanya saat duduk di depan Niko, Niko sangat jarang melihat majalah atau koran tapi saat ini di depan matanya Ia melihat majalah yang terpampang foto Diandra dan Mike.
Yang lebih membuat Stella bingung adalah kenapa Niko sedikitpun tidak menampilkan wajah sedih atau marah mengingat sekarang berita Carla ada dimana-mana karena kasus prostitusi.
"Kak," panggilnya
Niko menutup majalah dan menatap kearah Stella.
"Kenapa?" tanyanya
"Carla..." ucapan Stella terhenti karena wajah Niko berubah masam.
"Ah itu Kak, minggu depan ada perayaan karena sudah selesai syuting, semuanya berharap Kakak bisa datang," ucap Stella mengalihkan pembicaraan
"Ya Kakak akan datang," kata Niko yang mulai santai
Niko kembali fokus melihat majalah tapi yang Ia lihat hanyalah foto Mike dan Diandra.
__ADS_1
Stella mulai curiga, karena dulu Niko paling benci sama Diandra tapi sekarang Niko menatap wajah remaja itu dengan tatapan lembut.
"Oh ya Stella, Mike dan Diandra bagaimana di lokasi syuting?" tanya Niko
"Seperti biasa, kami semua berteman," kata Stella sedikit berbohong padahal Ia tau Mike menyukai Diandra, walau Mike tidak pernah mengatakannya tapi karena mereka sudah kenal lama jadi Ia tau jika Mike beneran suka sama Diandra.
Stella juga tau jika Diandra menyukai Niko, hingga saat ini hanya Ia yang bisa menyembunyikan semua isi hatinya.
"Kakak sudah tidak membenci Diandra lagi?" tanya Stella hati-hati
Niko langsung diam, beberapa detik kemudian Ia mulai bicara, "Kakak yang salah, Dia gadis baik,"
"Iya dia memang baik, aku senang berteman dengannya, Ia tidak munafik seperti Carla, Carla berpura-pura baik padaku karena aku adiknya Kak Niko, sedangkan Diandra walau Kakak membencinya tapi Ia tidak membawanya ke hati," kata Stella
"Umm..." Stella menatap kearah Kakaknya, "Belum terlambat kak,"
"Saat ini Ia belum genap 18 tahun, mungkinkah Ia akan malu jika kami bersama," ucap Niko lagi
Stella pura-pura tersenyum, "Kalau dia malu, dia tidak akan mendekati Kakak,"
Niko tersenyum mendengarnya, "Hemm...hari ini setelah pulang kerja kita langsung jenguk Papa," Niko mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ya," ucap Stella
Niko menyelesaikan sarapannya lalu berdiri ingin pergi.
Niko mencium kening Stella, "Kakak berangkat dulu,"
Stella mengangguk lalu melambaikan tangan.
Setelah kepergian Niko, Stella langsung kembali ke kamarnya.
Ia menutup pintu, menyandar di pintu lalu duduk menekuk lututnya, tangisnya pecah saat itu juga.
Ia langsung mengingat Mike dan mencoba menelpon Mike tapi tidak tersambung,
"Mike kamu dimana," gumamnya saat menatap ponselnya
Biasanya disaat seperti ini Mike akan menghiburnya, tanpa orang lain tau sebenarnya Ia dan Mike sudah akrab dari waktu sekolah menengah, keduanya banyak persamaan hingga mereka cocok untuk berteman.
Hanya Mike yang tau jika Ia menyukai Kakaknya sejak remaja.
Tapi beberapa waktu ini Ia jarang berhubungan dengan Mike karena Ia tidak ingin orang-orang mengira mereka ada hubungan istimewa.
__ADS_1
Tidak ada orang yang tau jika Ia dan Mike adalah teman baik, Niko dan Papanya juga tidak tau karena Ia dan Mike jarang berinteraksi berlebihan di depan orang.