
Dokter relawan yang dikirim ke daerah itu ada sekitar 10 orang, sedangkan perawatnya ada 10 orang juga , mereka dari rumah sakit yang berbeda.
Setelah sampai di lokasi, mereka menyimpan barang di tempat yang sudah tersedia, karena semuanya langsung ke lokasi jadi tempat mereka hanyalah sebuah tenda. Mereka bertugas di tempat untuk pertolongan pertama, pasien juga akan di kirim ke puskesmas. Tapi karena puskesmas sangat jauh dari tempat bencana jadi kebanyakan tinggal di tenda dan diobati oleh Dokter relawan.
Setelah menyimpan barang, semuanya berbaris untuk mendengar arahan.
Mereka berbaris rapi layaknya siswa yang akan mengikuti upacara, saat ini pakaian mereka bukanlah putih bersih seperti di rumah sakit, saat ini mereka berpakaian santai.
Setelah beberapa jam semuanya sudah berganti pakaian supaya bisa dikenali sebagai Dokter, mereka mulai memeriksa pasien, karena ini bencana banjir besar jadi banyak yang terkena penyakit kulit, diare, demam dan penyakit menular lainnya.
Pakaian mereka tertutup dilengkapi masker mulut.
Diandra yang masih pemula sedikit lambat saat mengobati pasien, tapi pasien yang kesakitan langsung terlihat santai karena mereka mengenali Diandra, walau Diandra hanya 1 tahun berada di industri hiburan tapi wajahnya gampang diingat, Diandra tidak terlalu terkenal tapi karena Ia pernah main sinetron bareng aktor dan artis papan atas jadi banyak orang yang mengenalinya, ditambah film yang dibintanginya sangat menyentuh jadi Ia semakin dikenal.
Film itu adalah film pertama dan terakhirnya.
__ADS_1
Ia juga dikenal karena sering tampil jadi bintang iklan.
Karena sikap ramahnya yang selalu tersenyum, pasien juga jadi lebih tenang, pasien terhibur saat mendengar Diandra bicara.
Sesekali Diandra akan menghibur pasien yang sedih karena kehilangan keluarga. Ia sangat mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang tercinta karena Ia pernah kehilangan Mama dan Papanya.
Saat malam hari, setelah memeriksa beberapa pasien, Diandra keluar berjalan, Ia menikmati hembusan angin malam.
Duduk di pohon yang sudah tumbang, melihat bintang yang baru mulai bersinar.
Diandra mengangkat 5 jarinya seakan-akan ingin menyentuh bintang tapi tidak tergapai.
Di tempatnya saat ini sangat sulit mencari sinyal.
Ia melihat ponselnya ingin menelpon Niko tapi tidak bisa.
__ADS_1
Di tempat lain, Niko juga berusaha menelpon tapi tidak bisa, terakhir kali mereka berhubungan lewat telpon adalah tadi pagi saat Diandra ada di bandara.
Diandra bangkit dari duduknya, saat Ia melihat ke arah tenda pengungsian, Ia melihat sosok yang sangat Ia kenal.
"Mike," ucapnya sambil berlari ingin mengejar sosok yang hanya terlihat punggungnya.
Orang itu berjalan semakin jauh, Diandra mengejarnya buru-buru hingga terjatuh.
Perawat yang datang bersamanya melihat Ia jatuh lalu langsung membantunya berdiri.
"Dokter baik-baik saja?" tanya Anet perawat muda sepertinya
"Iya, terima kasih Anet," ucapnya
Saat Ia melihat kearah perginya sosok tadi, orang itu sudah tidak terlihat.
__ADS_1
Orang yang tadi dilihat Diandra beneran Mike, Ia datang ke tempat itu karena ada temannya yang terkena bencana ini, Ia mencari keberadaan temannya itu tapi belum ditemukan karena banyaknya korban jadi sulit mencarinya, Ia baru memeriksa satu tenda dan besok akan lanjut ke tenda yang lain.
Saat Ia berjalan pergi Ia seperti mendengar suara Diandra tapi karena Ia sedang menelpon jadi Ia menganggap itu hanyalah suara orang.