
Sore hari, Mike dan Diandra sudah berpakaian santai.
Keduanya berjalan keluar, di dekat Vila mereka tidak ada rumah lain, jarak rumah orang lain ke vila mereka sekitar 25 menit jalan kaki tapi vila mereka cukup terkenal karena menjadi bangunan termewah di daerah itu.
Diandra mulai menyenandungkan reff lagu
🎶 Kasihku
Sampai disini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya
Bukan karena kita berbeda
Dengarkan
Dengarkan lagu lagu ini
Melodi rintihan hati ini
Kisah kita
Berakhir di Januari 🎶
Saat akan lanjut menyanyi, Mike menutup mulut Diandra, "Stop, stop, berhenti nyanyinya," ucap Mike panik saat mendengar nyanyian Diandra.
Diandra membuka telapak tangan Mike, "Kenapa?" tanya Diandra tidak mengerti
__ADS_1
"Liriknya tentang kekasih yang berpisah," kata Mike
"Mike, ini cuma lagu lo," kata Diandra sambil menggenggam tangan Mike.
"Tetap aja, jangan nyanyikan," Mike mengeratkan genggaman mereka lalu melanjutkan jalan.
Diandra tersenyum lalu mengikuti langkah Mike, Ia merangkul lengan Mike.
*
Hari berikutnya, Diandra membuka mata saat matahari belum terbit, Ia menatap wajah suaminya yang masih tertidur.
Waktu yang paling berharga adalah selalu ada di sampingmu, apalagi jika saat aku membuka mata selalu ada kamu di sampingku batin Diandra
Ia mengangkat tangannya lalu memegang wajah Mike dengan lembut, wajah blasteran yang sangat keren di setiap mata orang yang melihatnya.
"Mau mengulangi yang tadi malam?" tanya Mike masih dengan mata tertutup.
Diandra kaget mendengar pertanyaannya lalu buru-buru bangkit menarik tangannya.
Turun dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi.
Mike membuka mata setelah pintu kamar mandi terdengar tertutup. Ia tersenyum setelah berhasil menggoda istrinya.
Mike merenggangkan otot-ototnya, lalu Ia bangkit masih dengan tubuh setengah telanjang. Otot dan dadanya yang kokoh sudah membuktikan jika Ia mampu melakukan hubungan suami istri beberapa putaran, tapi Ia mengerti jika wanita adalah mahluk lemah.
Saat Diandra mandi, Mike langsung memakai kaosnya, Ia berjalan keluar untuk melakukan lari pagi.
__ADS_1
Setelah Diandra selesai mandi, Ia melihat kamar sudah kosong tapi masih tetap berantakan. Ia langsung memakai pakaiannya lalu berjalan keluar dari kamar.
Saat melihat Bu Ela, Ia langsung mendekat, "Bu, lihat Mike gak?" tanyanya
"Oh, Mas Mike lagi lari pagi, katanya cuma sebentar," jawab Bu Ela
"Ini belum sepenuhnya terang," kata Diandra
"Diluar hampir terang. Saya siapin sarapan dulu," kata Bu Ela pamit
Saat Bu Ela akan menuju dapur, anaknya tiba-tiba memanggil, "Bu..."
Bu Ela menoleh lalu menghampiri anaknya yang masih kecil, "Ibu buat sarapan dulu jadi nanti baru mandi,"
Diandra mendekat, "Bu Ela biar saya saja yang bantu anaknya mandi,"
"Tidak usah, Mbak Dian duduk saja di sini," kata Bu Ela
"Gak apa, ayo cantik Tante bantuin mandi," ajak Diandra sambil menarik anak bu Ela.
Bu Ela merasa tidak enak tapi keburu Diandra pergi sambil mengangkat anaknya.
Maya sudah berumur 5 tahun tapi belum terlalu mengerti untuk mandi sendiri, Ia juga tertinggal jauh dari anak seumurannya.
Diandra melihat perkembangan Maya yang sangat terlambat, bicara saja kurang jelas.
Setelah selesai memandikan Maya, Diandra membantunya memakai pakaian lalu membawanya keluar kamar, mereka duduk di sofa, Ia mengeringkan rambut Maya dengan handuk kecil.
__ADS_1
Saat sedang fokus mengeringkan rambut Maya, Mike datang dan melihat pemandangan itu, Ia tersenyum melihat mereka, sedangkan keduanya tidak sadar kedatangannya.