
Keesokan harinya
Diandra bangun terlambat, tempat tidur disampingnya sudah dingin menandakan orang disampingnya sudah lama bangun.
Setelah mandi dan memakai pakaian santai, dia turun untuk sarapan, beberapa waktu ini makannya kurang teratur, berat badannya turun.
Saat berjalan menuju meja makan, dia melihat Mike sudah duduk bersama Alvaro. Langkahnya terhenti saat melihat keduanya sedang bercanda, kehangatan inilah yang dia impikan, tapi saat ini dia belum siap, dia tidak tau respon apa yang harus dia perlihatkan.
Dia berbalik dan akan kembali keatas tapi keburu terlihat oleh Alvaro, Alvaro berlari kearahnya dengan hati-hati, dia ingin memeluk Mommy nya ini tapi terhenti karena dia tau pasti saat ini Mommy nya marah dan kesal padanya, Daddy nya bilang Mommy tau kebohongannya. Semua orang dewasa tidak suka anak pembohong tak terkecuali Mommy nya.
Alvaro menunduk di depan Mommy nya, dia bertingkah seperti murid yang melakukan kesalahan menunggu hukuman datang.
Diandra menatapnya tanpa ekspresi, Mike melihat keduanya.
"Mom, I'm sorry," ucapnya pelan, sambil menunduk menghadap kakinya yang terus bergerak tidak bisa diam.
Diandra melihat anak kecil imut yang sangat gemuk di depannya, bagaimana dia bisa marah pada anak selucu ini, kakinya yang pendek terus bergerak menendang lantai, kedua tangannya menyatu.
"Kenapa tidak sekolah?" tanya Diandra
__ADS_1
"Hah..." Alvaro mengangkat wajah, dia yang anak kecil saja bingung bagaimana bisa pembahasan mereka berubah
"Hari ini bukan akhir pekan, kenapa tidak sekolah?" tanyanya lagi
"Minta cuti sehari," jawabnya
"Karena sudah cuti, jadi hari ini temani Mommy jalan-jalan," kata Diandra
"Sama Daddy juga?" tanya Alvaro
"Tidak, hanya kita berdua, orang lain tidak boleh ikut," wajah Diandra seperti orang kesal saat menyebut orang lain.
Tapi ini tidak penting baginya, yang penting Mommy nya tidak marah padanya, Mommy nya tetap seperti biasa.
Alvaro mengangguk beberapa kali lalu menoleh kearah Daddynya dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang masih lengkap.
Mike merasa terkhianati oleh putra dan istrinya.
"Kita sarapan dulu," Diandra menarik tangan Alvaro dan keduanya duduk berdampingan.
__ADS_1
Alvaro yang tadinya makan sendiri langsung berubah manja saat berada di dekat Mommynya.
Sesuap demi sesuap dia memakan makanan yang diberikan Mommy nya sambil tersenyum bahagia, keduanya tidak memperdulikan Mike yang menatap mereka.
Setelah makan, keduanya berpegangan tangan naik keatas, Diandra akan berganti pakaian jadi Alvaro menunggunya di tempat tidur.
Mike ikut naik, dia melihat anaknya berguling-guling menguasai tempat tidurnya, cepat atau lambat anak ini mungkin akan merebut semuanya darinya.
Mike ingin marah, dia berjalan mendekat tapi baru akan membuka suara, Diandra keluar dari kamar mandi, wajahnya teralihkan kearah kamar mandi dan mata Diandra melotot saat melihatnya yang tangan di pinggang dan wajah ingin marah.
Mike tidak jadi marah dan hanya melihatnya mengangkat anak gemuk itu.
'Apa-apaan ini?' batinnya kesal
"Jangan pernah menampilkan wajah itu di depan putraku," ucap Diandra marah, "Satu lagi, jangan berani-beraninya untuk marah apalagi memukulnya,"
Mike tidak berani bersuara, dia semakin kesal melihat putranya tersenyum bahagia berada dipelukan Diandra.
Mike hanya menghela nafas lalu mengeluarkan nafas dengan suara keras karena saat ini dia cukup kesal.
__ADS_1
Dia langsung pergi keluar meninggalkan keduanya.