Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
107


__ADS_3

Mike syuting setiap hari hingga malam dan sering tidak pulang ke rumah, tapi dia tidak lupa untuk mengobrol lewat whatsapp, Mike merasa akhir-akhir ini istrinya sedikit berubah, pernah Ia pulang diam-diam pukul 9 malam tapi saat Ia masuk kamar istrinya sudah tertidur menghadap kearah lain. Jadi untuk akhir-akhir ini jarak mereka sedikit jauh walau tetap saling menghubungi.


Pulang dari rumah sakit pukul 8 malam, tidak lupa Diandra melambat di depan rumah Alvaro.


Sudah beberapa hari tidak bertemu Alvaro, dia sedikit rindu, mungkin karena sudah terlanjur jatuh hati pada anak itu jadi walaupun nanti semuanya terbongkar, mungkin dia tidak akan bisa membenci anak yang sudah menemaninya beberapa waktu ini, yang selalu bersemangat memanggilnya mommy.


Tidak ada yang mencurigakan di rumah ini dalam berapa hari ini jadi dia tidak bisa membuktikan pikiran negatifnya.


Rumah itu sunyi sepi seperti biasa, hanya ada satpam yang berjaga di depan.


Diandra langsung pulang dan memasuki kawasan perumahannya, satpam berlari membukakannya pintu.


Saat dia turun tidak lupa dia mengucapkan terima kasih lalu langsung masuk santai, pintu dibuka dari dalam oleh salah satu pembantu.


Setelah menanggapi sapaan pembantu, dia langsung berjalan keatas, langkahnya santai saat membuka pintu, tatapannya langsung tertuju pada wajah segar Mike yang baru habis mandi.

__ADS_1


Mike yang mendengar pintu terbuka juga langsung menoleh dan tersenyum. Rambutnya masih basah dan tetesan air jatuh mengenai dadanya dan turun ke perutnya, saat ini dia baru keluar dari kamar mandi jadi hanya memakai handuk saja.


Diandra tersenyum sedikit menatapnya lalu berjalan menyimpan tas di meja.


"Lelah?" tanya Mike


"Umm..." jawab Diandra tanpa menoleh


Mike merasa istrinya sedikit berubah sejak beberapa waktu lalu. Dia jarang berbicara banyak, jarang menanyakan apapun paling hanya menjawab jika ditanya.


Berganti pakaian dan mengeringkan rambut lalu memakai perawatan wajah khusus malam hari.


Hingga selesai semuanya, Mike belum terlihat jadi dia langsung keluar kamar dan berjalan ke bawah bertanya kepada pembantu.


Setelah mengetahui Mike ada di tempat santai ruang belakang, dia berjalan pelan kesana.

__ADS_1


Saat memasuki ruangan itu, dia melihat laptop di meja tempat Mike duduk, lalu beberapa berkas berserakan di meja. Walau syuting setiap hari tapi pekerjaan kantor tetap dilakukan, perusahaan yang baru diambil alih olehnya belum terlalu memiliki banyak pekerjaan jadi masih bisa sedikit santai.


Mike tidak melihat kedatangan Diandra jadi saat ponselnya berdering, dia langsung menjawabnya dengan santai.


"Ya sayang, beberapa hari ini Daddy sibuk jadi maaf banget gak bisa bawa kamu jalan," ucap Mike, seketika jantung Diandra langsung perih dan berdetak cepat saat mendengar kata Daddy dari mulut Mike.


"Besok jalan sama Tante Elin dulu, oke?" ucap Mike


Entah apa jawaban diseberang sana karena akhirnya Mike menjawab, "Ya hanya Mommy," jawabnya


Diandra menutup mulutnya takut mengeluarkan suara, dia berjalan mundur lalu langsung pergi tanpa bersuara.


Berjalan keatas dengan terburu-buru lalu masuk ke kamar, dia langsung naik ke tempat tidur dan menutup diri menggunakan selimut.


'Daddy, Mommy,' batinnya terisak, pikirannya berkecamuk, besok dia harus memastikan semuanya, apapun kenyataannya dia harus siap.

__ADS_1


__ADS_2