
Dulu Diandra masih terlalu remaja untuk menikah, saat ini umurnya sudah bisa dibilang dewasa jadi sudah waktunya untuk menikah, tapi Mike masih memikirkan dampak yang akan terjadi pada Diandra jika mereka menikah.
Papanya adalah orang yang keras, Ibu tirinya juga seperti di sinetron-sinetron. Ia takut nanti Diandra akan tertekan jika bersamanya.
Tanpa terasa waktu telah pagi, mereka tertidur di depan televisi.
Mike bangun lebih dulu, Ia tidur menoleh ke arah kirinya karena bekas tusukan masih terasa sakit.
Terlihat Diandra masih tertidur nyenyak.
Wajahnya terlihat damai saat tidur, sudah lama Ia tidak melihat Diandra tertidur, rasanya saat ini kembali ke saat-saat mereka tinggal bersama di apartemen.
Mike mengangkat tangan kanannya ingin menyentuh wajah Diandra, tapi tidak jadi karena Diandra keburu bangun, membuka mata menatap ke arah Mike.
"Pagi, sayang," ucap Diandra sambil tersenyum bahagia
"Pagi," jawab Mike yang langsung duduk
"Pesawatnya berangkat pukul 2 sore jadi ayo siap-siap," ucap Mike
Diandra mengangguk bahagia, Ia bangkit dan langsung pergi mandi.
__ADS_1
Mike hanya cuci muka karna tidak ada pakaian ganti.
Setelah selesai semuanya, keduanya masuk ke dalam mobil biru milik Mike.
Jarak ke rumah Mike ternyata tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 jam, berbeda dari ke apartemen yang sedikit lebih jauh.
Mike melajukan mobilnya menuju rumah pribadinya, Ia memasuki gerbang yang sudah dibuka satpam, Ia mempunyai 2 satpam, 2 tukang kebun, 2 supir, 6 pembantu rumah untuk mengurus di dalam rumah. Total 15 orang dengan yang lama.
Karena rumah itu rumah yang sangat besar jadi pembantu juga ramai, mereka baru mulai kerja seminggu lalu, itupun Dito yang mengurusnya.
Rumah itu sudah ada sejak lama tapi tidak terurus, tapi saat ini yang Diandra lihat di depannya adalah rumah yang sangat indah, halamannya sangat luas.
Bunga bermekaran indah.
Mike menggeleng sambil memegang tangan Diandra.
"Jadi ini rumah siapa?" tanya Diandra lagi sambil berjalan mengikuti Mike tanpa melepaskan tangannya.
"Rumah kita," jawab Mike santai.
Diandra merasa jantungnya berdebar saat mendengar rumah kita, Ia merasa mereka sudah menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1
Seketika itu juga Diandra merasa Mike serius akan kembali, tanpa henti wajahnya terus melengkung. Ia bahagia dan sangat-sangat bahagia.
Pintu dibuka saat mereka sampai di depan pintu depan rumah.
Pembantu yang membuka pintu melihat ke arah Diandra, sedikitpun Ia tidak kaget.
"Pagi Tuan, Nyonya," ucapnya sambil sedikit membungkuk
"Pagi," jawab Mike santai sambil berjalan melewati pembantunya, pembantu yang lain kaget melihat ada tamu, berbeda dari yang pertama.
Yang pertama adalah pembantu pilihan Mike, Mike mempercayakan rumah ini juga padanya sedangkan yang lain adalah pembantu baru.
Diandra tidak bicara sedikitpun, Ia terus mengikuti langkah Mike.
Mereka naik tangga menuju kamar Mike.
Karena tangganya cukup panjang ditambah rumahnya sangat besar, Diandra mengeluh capek.
"Kita belum sarapan jadi setelah aku selesai mandi kita akan sarapan," kata Mike
Diandra mengangguk patuh, Ia duduk di ranjang besar milik Mike, rumah ini berwarna abu-abu muda dan gelap hampir seluruhnya.
__ADS_1
Ia melihat sekeliling kamar yang lebih besar dari rumahnya. Kamar ini juga sangat rapi dan bersih.