Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
115


__ADS_3

Elin membawa Diandra ke rumah sakit tempat Diandra bekerja.


Mike berlari datang setelah Dito memberitahunya, entah kecepatan berapa laju mobilnya hingga dia bisa cepat sampai, dia melihat Elin sudah duduk di depan ruangan.


"Apa yang terjadi?" tanya Mike saat melihat Elin menitikkan air mata


Elin menoleh kearah orang yang memakai masker, dia tau ini sepupunya.


"Maaf," ucapnya hanya ini yang bisa dia ucapkan untuk saat ini..


"Bukan ini yang ingin kudengar. Diandra bagaimana?" tanyanya khawatir, keringat jatuh mengenai kelopak matanya.


Elin menatap kearah Mike, "Dia pingsan saat kami mengobrol, saat aku memegangnya tubuhnya sangat panas," Elin bicara pelan, jika saja dia menjelaskan dari awal maka tidak akan seperti ini.


"Aku baru tau jika kak Mike sudah punya istri," lanjut Elin tapi tidak ada tanggapan dari Mike.


Elin ingin menceritakan semuanya tapi tidak jadi karena Dokter sudah keluar.

__ADS_1


Dokter itu adalah senior Diandra juga, mereka juga sedikit akrab, Dokter wanita ini berumur 40 tahun.


"Dokter Dian hanya demam, tapi juga mungkin stres terlalu banyak pikiran," ucap Dokter itu, "Pantas saja dia minta cuti sejak beberapa hari lalu, ternyata tubuhnya tidak sehat," tambah Dokter yang langsung membuat Mike kaget


"Terima kasih dok," ucap Mike yang langsung masuk melihat Diandra yang masih memejamkan mata, bibirnya seputih kertas, saat ini infus sudah terpasang.


Mike duduk di sampingnya, membuka maskernya.


"Apa yang terjadi? kemana kamu beberapa hari ini jika tidak datang bekerja?" gumam Mike, tidak ada jawaban jadi dia hanya berbicara sendiri.


Elin ikut masuk dan melihat Mike memegang tangan Diandra lalu menciumnya, terlihat jelas wajah khawatirnya ditambah tindakannya.


"Dia salah paham pada kita," ucap Elin


Mike menoleh saat mendengar suara Elin, dia juga ingin tau bagaimana mereka bersama saat Diandra pingsan dan kenapa mereka bisa bersama.


"Dia mengira aku adalah ibunya Alvaro," kata Elin pelan

__ADS_1


Mike mengajak Elin keluar takut sewaktu-waktu Diandra bangun saat mereka bicara.


Elin mengikuti Mike keluar, keduanya duduk di kursi tunggu depan, di tempat itu cukup sepi jadi mereka bisa mengobrol.


"Bagaimana dia menemuimu?" tanya Mike


"Kak dari ucapan dokter tadi sepertinya istri kakak mengambil cuti dengan sengaja untuk mengikuti kita, tadi aku melihat mobil yang dipakainya terparkir di seberang jalan depan rumah, awalnya aku mengira hanya orang lewat tapi dia mengikutiku hingga memotong jalanku," ucap Elin


"Lalu?" tanya Mike berpura-pura tebang padahal dari kepalan tangannya terlihat jelas dia khawatir karena akhirnya Diandra mengetahui semuanya dengan sendirinya.


"Lalu dia mengajak mengobrol, tau gak apa yang dibicarakannya?" ucap Elin


"Apa?" tanya Mike


"Dia menyuruhku pergi, dia mengira aku adalah ibu Alvaro yang otomatis menurutnya secara tidak langsung kita akan bersama, saat itu aku kaget jadi yang bisa terucap dari mulutku cuma pertanyaan jika dia menyukai Alvaro kenapa tidak tinggal serumah, dia menjawab dia juga baru tau beberapa waktu lalu dan semakin pasti sejak kemaren saat hasil tes DNA kakak dan Alvaro keluar," Elin bercerita dalam satu tarikan


"Jadi dia tau Alvaro anak Kakak, berarti beberapa waktu ini dia menahan semuanya," Mike duduk menutup wajahnya, dia tidak menyangka istrinya memendam ini semua, ini diluar imajinasinya, dia pikir jika Diandra tau tentang Alvaro dia akan mengamuk dan minta cerai atau paling tida kabur pergi.

__ADS_1


__ADS_2