Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
130


__ADS_3

Diandra berada di kamar mandi, dia menatap terus menerus pada cincin di jari manisnya sambil tersenyum bodoh. Dia kira Mike masih marah, 3 hari ini dia memikirkan cara meminta maaf dan membujuk Mike dengan benar tapi ternyata saat ini dia yang di bujuk, tapi dia tetap salah dan akan meminta maaf nanti.


Mike kesal karena sudah satu jam tapi Diandra belum keluar juga dari kamar mandi, dia berjalan mendekat ke pintu dan akan mengetuk pintu tapi tidak jadi karena saat itu pintu langsung terbuka.


Diandra kaget melihat Mike di depan pintu, tanpa bicara Mike langsung mengangkatnya dan membawanya ke tempat tidur. Kelopak mawar yang dibentuk jadi ucapan I love you seketika hancur karena mereka.


"Mike..." panggilnya, saat ini rambutnya masih basah jadi perlu mengeringkannya dulu tapi sepertinya Mike habis kesabaran.


"Panggil Axel!" pintanya Mike, saat ini dia berada di atas Diandra menahan berat badannya dengan kedua tangannya.


"Mike, jika aku memanggilmu seperti itu, aku merasa kamu masih anak umur 8 tahun," Diandra menolak


"Tapi aku suka mendengarnya, panggil Axel!" ucapnya

__ADS_1


"Axel..." ucap Diandra pelan lalu berusaha bangkit tapi Mike tidak membiarkannya lepas, dia mengurungnya di bawah tubuhnya, menatap matanya sebentar lalu mendekatkan wajahnya ke lehernya, seketika itu juga Diandra merasa tubuhnya tersengat listrik dari ujung kepala turun hingga ke kaki, tubuhnya langsung lemas tidak bisa bergerak lagi.


Jubah mandinya juga terbuka pelan, bibir Mike naik menuju pipinya lalu berbisik di telinganya, "Sudah 3 hari aku menahan lapar, aku ingin memakanmu sepuasnya malam ini," ucap Mike


Ucapan Mike cukup mesum baginya, dia ingin mengatakan jika suaminya mesum tapi lidahnya juga ikut lemah untuk berucap jadi hanya sedikit ******* yang keluar dari mulutnya.


Mike tersenyum melihat reaksi istrinya, jadi tanpa segan dia langsung melanjutkannya.


Hari masih gelap tapi keduanya tidak ada yang tertidur, mereka berbaring di dalam selimut sambil saling menatap.


Diandra berbaring di lengan kiri Mike, tangan kanan Mike mengusap pelan wajah halusnya, "Jangan memakai kontrasepsi lagi untuk saat ini. Oke?" ucapnya


Diandra mengangguk, "Maaf karena melakukan itu tanpa izin kamu, aku salah dan sangat pantas jika kamu marah,"

__ADS_1


Mike menggeleng, "Tidak, ini salahku, waktu itu aku marah pada diriku sendiri, jangan menyalahkan diri,"


"Aku hanya ingin kasih sayang kita sepenuhnya pada Alvaro, aku ingin dia bahagia selamanya tanpa merasa kekurangan kasih sayang," kata Diandra


"Kita bisa memberi kasih sayang sama rata untuk anak-anak kita jadi jangan takut," Mike memeluknya, dagunya berada di kepala Diandra, aroma shampo masih tercium, daerah mereka juga masih berbau mawar.


Diandra juga mencium aroma tubuh yang dirindukannya beberapa hari ini.


Padahal siang hari dia cukup sibuk hingga sangat lelah tapi setelah berada di samping orang yang dirindukannya seketika itu juga lelahnya hilang tapi setelah dimakan malam ini cukup lama tubuhnya kembali lelah dan tidak bisa bergerak tapi matanya tidak bisa terpejam, setiap kali setelah mereka berselisih paham pasti kekuatan Mike tidak bisa terkendali.


Diandra memejamkan mata dengan pelan setelah dipaksa oleh Mike untuk tidur.


Karena hari berikutnya Diandra tidak bekerja jadi saat matahari mulai naik, Mike tidak membangunkannya melainkan semakin mengeratkan pelukannya seperti tidak ingin lepas.

__ADS_1


__ADS_2