
Mike berhenti di tempat sepi, Ia duduk diam sambil menunduk, dahinya ada di stir mobil.
Mike mengangkat wajahnya, Ia membuka ponselnya lalu menulis pesan dan mengirimkannya pada Diandra.
*
Masih di rumah lama Niko, Diandra mendengar suara ponselnya.
Ia buru-buru mengusap air matanya, "Maaf ponsel aku bunyi," ucap Diandra sambil membuka tas selempangnya.
Niko mengangguk lalu duduk di teras rumah, Diandra membaca pesan dari Mike.
* Hari ini kamu pasti capek banget, baru pulang dari syuting di pegunungan sudah harus ke luar lagi, nanti pulang langsung mandi dan istirahat, makanan akan diantar pukul 7 malam, maaf hari ini aku tidak pulang mungkin untuk beberapa hari, ada kerjaan mendadak yang diharuskan menginap di hotel, " pesan panjang Mike
Diandra membalasnya, * Iya sampai bertemu lagi, jangan telat makan sesibuk apapun "
Mike melihat balasannya lalu langsung mematikan ponselnya, Ia tidak siap untuk mendengar kata perpisahan saat ini jadi Ia berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Ia ingin menjauh sementara dari Diandra untuk mencegah Diandra mengucapkan kata-kata perpisahan, saat ini Ia belum siap, mungkin dalam beberapa hari Ia bisa mempersiapkan diri.
Mike melaju pulang ke apartemen, dari tempat saat ini ke apartemen mereka sedikit jauh jadi perlu beberapa waktu untuk sampai, sesampainya di apartemen, Ia langsung turun dari mobil lalu berlari menuju lift, sesampainya di lantai apartemen Ia kembali berlari membuka pintu.
Ia mengambil beberapa barang penting di kamar. Saat Ia menatap tempat tidurnya, Ia langsung mengingat saat Ia dan Diandra duduk bersama, Ia memainkan gitar sedangkan Diandra menyanyikan lagu.
Mereka sering berada di tempat tidur bersama tapi mereka selalu menjaga batasan mereka.
Bukan karena Mike tidak punya *****, tapi karna Diandra nanti akan mendaftar ke kedokteran jadi Ia menjaga banget hubungan mereka supaya tidak keluar batas.
Air mata Mike kembali menetes pelan saat mengingat kenangan itu, Ia juga mengingat saat kemarin di Vila pegunungan, Ia diam-diam masuk ke kamar Diandra saat yang lainnya sedang tidur nyenyak.
Memang baru beberapa bulan bersama tapi Ia sudah terbiasa berada di kamar yang sama dengan Diandra.
Saat di rumah pun kadang keduanya tidur di kamarnya tapi kadang tidur di kamar Diandra.
Ia tau Diandra belum bisa membuka hati untuknya tapi Diandra tidak pernah menolak jika Ia memeluknya atau mencium pipinya.
__ADS_1
Mike langsung membawa barangnya keluar dari apartemen.
Dito juga keluar dari apartemennya saat itu, Ia bingung melihat Mike.
Mike melihat kearah Dito, "Syuting sudah berakhir, minggu depan ada perayaan perpisahan, jadi kita syuting iklan dipercepat," ucap Mike
Dito yang biasanya mengurus semua waktu Mike jadi semakin bingung, tapi Ia langsung mengangguk.
"Ambil pakaian sebentar, setelahnya kita langsung ke luar kota, dan juga sekalian ngabarin tim kita," kata Dito
Mike mengangguk, Ia mengikuti Dito yang kembali masuk ke apartemen.
Padahal Dito baru memasukkan pakaian ke lemari, tapi sekarang kembali dimasukkan ke koper.
"Saat ini jangan terima pekerjaan apapun, mau istirahat beberapa bulan, syuting film layar lebar juga batalkan saja, kita bayar ganti rugi langsung," ucapnya
Dito ingin marah tapi tidak bisa karena bukan Ia bosnya.
__ADS_1