Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 5


__ADS_3

Siang hari pembeli sudah berdatangan, Diandra membantu melayani pembeli.


"Buk ini anak atau menantu?" tanya pembeli


"Anak angkat," ucap Bu Rahma tanpa mikir.


Diandra hanya diam dan masih terus melayani pembeli.


Untung sering bantu Nenek jualan, jadi gampang melayani pembeli batin Diandra


Diandra melihat ke arah Bu Rahma dengan sedih.


Kangen Nenek, pasti Nenek khawatir karena aku gak pulang, batin Diandra


*


Niko baru pulang dari sekolah dan langsung masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian.


Niko keluar lagi dari rumah karena tau Diandra pasti pergi bersama Ibunya.


Niko mengayuh sepedanya sekencang mungkin hingga 10 menit sampai.


Diandra melihat ke arah Niko yang baru datang.


"Sebelum kalian pergi makan dulu," ucap Bu Rahma


Keduanya mengangguk lalu langsung mengambil makanan.


Niko dan Diandra duduk setelah mengambil makanan.


"Makan yang banyak," ucap Bu Rahma


Mereka mengangguk, Bu Rahma tersenyum melihat Diandra yang makan dengan lahap.


Kalau saja Kakaknya Niko masih hidup pasti secantik Diandra batin Bu Rahma

__ADS_1


Mereka menghabiskan makanannya lalu keduanya langsung membantu mencuci piring mereka dan juga bekas orang-orang.


Sesekali Niko melihat ke arah Diandra, Diandra sadar kalau lagi dilihat, Ia langsung menatap ke arah Niko.


"Kenapa?" tanya Diandra


"Dian umur kamu berapa sih?" tanya Niko


"17 tahun," kata Diandra


"Kalau begitu aku panggil kamu Kak Dian saja biar lebih sopan, kan kamu lebih tua dari aku," ucap Niko


"Terserah kamu," kata Diandra kembali mencuci piring yang hampir habis.


"Sudah selesai, ayo pergi," ucap Niko


Diandra mengangguk, Ia mengeringkan tangannya kehanduk kecil.


"Bu kami pamit dulu nyari rumah Kak Dian, maaf ya sore ini gak bisa bantu," ucap Niko


Saat keduanya berjalan menuju sepeda, Bu Rahma melihat ke arah Diandra yang terlihat tidak nyaman memakai pakaian Niko.


"Niko...!" panggil Ibunya


Niko dan Diandra berbalik menatap Bu Rahma


"Kenapa Bu?" tanya Niko


"Ini uang belikan Diandra beberapa helai pakaian dan barang lainnya," ucap Bu Rahma


Niko dan Diandra melihat uang 35ribu yang diberikan Bu Rahma.


Niko mengambilnya, "Ini terlalu banyak Bu,"


"Gak apa," kata Bu Rahma

__ADS_1


Banyak darimana? 1lai baju kaos saja gak cukup, batin Diandra


Niko sudah di atas sepeda, "Hei mau naik gak sih," ucap Niko membuat Diandra kaget.


"Iya ini mau naik," kata Diandra lalu naik dan berpegangan ke pinggang Niko.


Mereka langsung pergi ke toko pakaian, Niko mengambilkan Diandra beberapa pakaian, lalu saat akan memilih pakaian dalam Niko langsung menatap ke arah Diandra.


"Pilih sendiri," ucap Niko


Diandra langsung memilih dan memberikannya pada Niko.


Niko membayar semuanya dan masih lebih 2ribu.


"Wow," ucap Diandra terpukau karena uangnya ternyata lebih.


Niko melihat ke arah Diandra, "Ni bawa,"


Niko memberikan belanjaan ke Diandra.


Mereka kembali naik ke sepeda dan mulai pergi ke tempat semalam.


Diandra melihat ke sekeliling, karena sekarang siang jadi bisa lihat semuanya dengan jelas, tapi yang dilihatnya sama dengan kemarin malam, bangunan rumahnya tetap tidak ada.


"Niko, ini beneran tahun 1998?" tanya Diandra


"Iya beneran, kenapa nanya itu terus?” tanya Niko


"Kalau aku bilang aku lahir tahun 1999 kamu percaya gak?" tanya Diandra


Niko langsung tertawa terbahak-bahak.


"Bercanda Kak Dian terlalu serius deh," ucap Niko


Diandra hanya menghela nafas

__ADS_1


__ADS_2