Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
95


__ADS_3

Diandra memegang tangan Alvaro, kali ini mereka berjalan melewati pintu pagar, satpam hanya menunduk memberi salam seolah-olah ini memang sudah biasa, keduanya terlihat bahagia seperti pasangan anak dan ibu sungguhan.


Diandra membawa Alvaro ke tempat Ia menyimpan mobil, membuka pintu lalu memasukkannya dengan hati-hati.


Ia juga masuk dan duduk di kursi pengemudi. Melihat kearah Alvaro sebentar, wajah yang membuatnya terhipnotis ini, yang benar-benar mirip sama Mike kecil.


Karena jarak rumah mereka tidak jauh jadi hanya perlu beberapa menit sampai, saat memasuki kawasan rumah, Diandra melihat mobil terparkir dan Ia mengenali mobil siapa itu.


"Al pas banget ada seorang gadis kecil juga di dalam jadi kamu ada teman main," Diandra membuka sabuk pengaman lalu turun membukakan Alvaro pintu mobil.


Alvaro turun dan memegang tangan Diandra saat berjalan masuk.


Disaat pintu dibuka, Glenca berlari menuju kearahnya.


"Mamu," ucap Glenca tapi larinya terhenti saat melihat seseorang yang memegang erat tangan Diandra, Alvaro berdiri di belakang Diandra karena malu.


Niko dan Stella bangkit dari duduk dan ikut berjalan menuju Diandra.


"Mamu gak bisa peluk karena kotor jadi nanti saja ya peluknya," ucap Diandra

__ADS_1


Glenca mengangguk, Ia ingin mengintip sedikit pada orang yang ada di belakang Mamu nya.


"Al, ayo kenalan sama Glenca," ucap Diandra saat melihat Alvaro masih sedikit di belakangnya.


Alvaro pelan-pelan menampakkan wajahnya dengan malu-malu.


Glenca tersenyum malu melihat anak laki-laki di depannya.


"Ini Alvaro tetangga Mamu," Glenca melihat kearah Glenca, setelahnya melihat Alvaro, "Al ini Glenca, cepat salaman,"


Alvaro mengangguk, Ia tidak bicara tapi langsung mengulurkan tangan. Glenca tersenyum cerah menyambut uluran tangannya.


Niko dan Stella sudah berada di depan Diandra.


Tatapan Niko tertuju pada Alvaro, Ia merasa sedikit aneh.


Glenca menarik Alvaro, "Ayo main di taman belakang," ajak Glenca


Alvaro melihat kearah Diandra, disaat Ia melihat Diandra mengangguk yang artinya memberi izin, Ia mengangguk juga mengangguk pada Glenca lalu melepaskan ranselnya.

__ADS_1


"Kak, kalian duduk dulu, aku kotor jadi perlu mandi sebentar," kata Diandra


"Kami ingin menginap malam ini," kata Stella


"Itu bagus, nanti pembantu siapin kamar untuk kalian," ucap Diandra yang akhirnya berjalan pergi menuju kamarnya.


"Aku ke dapur dulu Kak jadi tinggal sendiri ya," Stella berlalu pergi dan mencari dapur.


Niko yang ditinggal sendiri, berjalan untuk mencari Glenca dan Alvaro, karena tadi mereka sudah diajak berkeliling sama pembantu jadi sudah sedikit tau letak tempat-tempat.


Ia berjalan menuju taman belakang, tatapannya langsung tertuju pada Alvaro, perasaannya selalu mengatakan ada yang salah apalagi saat Ia dengar Alvaro berbicara bahasa Prancis dengan sangat fasih.


Glenca yang sudah agak pintar tidak sesuai usianya melongo mendengar Alvaro berbicara bahasa yang Ia tidak tau tapi pernah Ia dengar di televisi.


Baru beberapa menit keduanya sudah bisa akrab, mereka mencabut anak bunga aster lalu mencongkel di tanah lapang dan menanam bunga itu.


"Ini bunga kita," Glenca tersenyum lalu mengusap wajahnya dengan punggung tangannya hingga kotoran menempel di wajahnya.


Alvaro tersenyum melihat wajah cemot Glenca.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Glenca bingung saat Alvaro tersenyum menatap wajahnya


Alvaro mendekat lalu mengusap wajah Glenca menggunakan tangan kirinya yang belum tersentuh tanah.


__ADS_2