Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 43


__ADS_3

Niko membawa Diandra ke makam ibunya, baru beberapa langkah berjalan di tanah pemakaman, air matanya kembali menetes.


"Dekat lagi," ucap Niko sambil menggenggam tangan Diandra, menuntunnya berjalan di tanah yang penuh rumput dan batu, mereka berjalan melewati makam orang-orang.


"Itu makam ibu," kata Niko sambil menunjuk makam ibunya.


Mereka mendekat perlahan, Niko mengusap air mata Diandra.


"Gak apa-apa," ucap Diandra


Diandra berlutut di depan makam, "Bu...!" ucapnya sedih


"Ini Dian," tambahnya lagi tapi tangisnya semakin keras hingga tidak ada kata yang terucap.


Niko juga menitikkan air mata, kenangan-kenangan masa lalu muncul dengan sendirinya tanpa Ia berusaha mengingat.


"Saat kamu pergi, ibu sangat kehilangan," ucap Niko yang mengingat saat ibunya mencari-cari Diandra.


"Saat itu aku tidak sempat pamit, hal yang kualami diluar batas normal, Bu Runi adalah Mama," ucapnya


Niko sedikitpun tidak mengerti.

__ADS_1


Diandra mengusap makam ibunya Niko lalu berdiri.


Setelah agak lama berdiri di depan makam, keduanya berjalan kembali menuju mobil.


Niko membuka pintu penumpang, Diandra masuk perlahan. Niko berputar dan ikut masuk ke kursi pengemudi.


"Karna umur kita terpaut jauh jadi aku panggil kamu Kakak saja ya," ucap Diandra


"Ya terserah," kata Niko


"Kak Niko tau kan tentang ijazahku, tertulis jelas tahun 2016, waktu itu setelah menerima ijazah aku mengalami kecelakaan, dan entah kenapa saat aku terbangun aku jadi datang ke dunia kalian tahun sebelum aku lahir." kata Diandra memulai cerita


"Saat itu di sekolah aku melihat bu Runi, makanya aku sangat menyukainya karena dia Mama, bayi yang dikandungnya adalah aku dan bayi yang dilahirkannya juga adalah aku jadi saat Ia melahirkan aku juga hilang, ini sangat sulit untuk dipercaya, saat aku terbangun lagi di tahun 2016, aku berada di rumah sakit karena kecelakaan, aku berfikir semua yang kualami adalah mimpi sampai akhirnya kita bertemu lagi dan hal yang lebih membuatku yakin adalah anak kecil di masa itu sekarang sudah dewasa dan dia mengingat semuanya," cerita Diandra singkat tidak sepenuhnya diceritakan.


Niko menghela nafas, Ia tidak ingin percaya tapi Diandra di depannya sama dengan orang di masa lalunya.


Jika dipikirkan lagi hal itu akan semakin tidak masuk akal.


"Karena kecelakaan aku jadi melupakan semuanya, baru beberapa waktu ini mengingat sedikit demi sedikit dan hari ini aku jadi mengingat semuanya karena kamu, kita lupakan hal yang diluar akal itu karena itu sulit untuk dipercaya tapi sulit juga untuk tidak percaya," kata Niko


Diandra mengangguk, "Bisakah kita kembali jadi teman seperti dulu?" tanya Diandra

__ADS_1


Niko mengangguk, Ia membelai rambut Diandra, saat Diandra menatap Niko muncul rasa bahagia, Ia merasa kembali ke saat mereka bersama dulu, Niko nya kembali walau sekarang Niko sudah sangat dewasa tapi baginya tetap Niko yang sama.


Sedikitpun Diandra tidak marah atau dendam dengan perlakuan Niko beberapa bulan ini.


Walau waktu itu hatinya sakit tapi karena itu adalah Niko, sekarang rasa sakitnya hilang, hanya rasa bahagia yang ada di hatinya, Ia bahagia sikap lembut Niko kembali, sikap perhatian Niko juga sama.


"Pulang sekarang?" tanya Niko


Diandra mengangguk


*


Mike yang masih berada di apartemen Dito sedikit gelisah karena Diandra belum pulang.


Apa mungkin Ia menginap di sana bersama Niko batinnya


Berfikir seperti itu semakin membuat Mike sedih.


Dito melihat Mike melamun, terlihat sangat gelisah.


Mereka sengaja menunda keberangkatan mereka karena tiket sore habis, hanya tiket pukul 9 malam yang ada.

__ADS_1


__ADS_2