
Di bandara
Terlihat Dito yang memakai masker sedang mengangkat seorang anak kecil.
Anak itu bernama Alvaro, wajahnya sangat mirip dengan Mike.
Alvaro merangkul leher Dito, Ia tidak sabar ingin secepatnya bertemu Daddy nya.
Alvaro berumur 4 tahun, dari cara Ia bicara ke Dito terlihat jelas dia anak yang pintar, sesekali Ia berbicara bahasa Prancis walau tidak terlalu banyak. Alvaro juga berbicara bahasa Indonesia dengan lancar karena Ia dirawat oleh orang-orang yang berbicara bahasa Indonesia.
Dito melihat mobil Mike sudah ada di depan jadi Ia langsung masuk membawa si kecil dan koper kecilnya.
Alvaro melihat ke arah Daddy nya dengan bahagia, Ia langsung melompat memeluk Mike yang saat ini sudah duduk di kursi belakang.
Mike mencium putranya itu di seluruh wajah, terlihat jelas dia adalah Ayah yang sangat baik.
"Daddy sudah lama gak pulang," kata Alvaro
"Kita gak akan pulang ke sana lagi, kamu akan tinggal di sini dan sekolah di sini, dan kamu juga akan punya seorang Mama," ucap Mike yang sepertinya sudah bersiap ingin bicara pada Diandra.
"Benarkah?" tanya Alvaro senang
Mike mengangguk
"Tapi sebelum itu kamu harus tinggal bersama om Dito dulu, karena Mama belum tau tentang kamu," ucap Mike
Alvaro mengangguk senang. Ia memang anak yang patuh sejak kecil.
__ADS_1
Alvaro duduk di pangkuan Mike, Ia menceritakan tentang sekolahnya dan juga hal di rumah saat Daddy tidak ada.
Walau Alvaro terlahir bukan karena cinta tapi Mike tetap menyayanginya melebihi apapun.
Kasih sayang yang Mike berikan tidak pernah kurang untuknya.
Dito yang mulai menyetir hanya tersenyum melihat dua orang itu, selama beberapa tahun ini Alvaro lah obat depresi Mike, Ia yang membuat Mike bisa semangat lagi dalam menjalani hidup.
Mike mengeluarkan robot, "Ini yang Daddy janjikan," ucapnya saat mengeluarkan robot itu
Alvaro tersenyum bahagia, Ia langsung membuka kotak robot itu.
"Terima kasih," ucapnya senang sambil mencium wajah Mike
Mike hanya mengusap kepalanya sambil tersenyum.
Mike menggendong putranya sedangkan Dito membawa koper.
"Untuk sementara Alvaro tinggal di sini dulu," kata Mike
Alvaro mengangguk
Sekarang Dito sudah tinggal di rumah tidak terlalu jauh dari rumah Mike yang ditinggalinya bersama Diandra.
*
Sore hari setelah puas bermain bersama Alvaro, Mike pulang ke rumah, saat Ia memasuki rumah Ia hanya melihat para pembantu, Diandra tidak terlihat.
__ADS_1
"Istri saya mana?" tanyanya pada salah satu pembantu
"Di halaman belakang, lagi metik bunga," jawab pembantu itu
Mike langsung pergi ke belakang, rumahnya sangat besar jadi butuh beberapa menit untuk sampai ke halaman belakang.
Diandra duduk di tikar, Ia sedang mengurus bunga yang sudah dipetik.
Mike berjalan perlahan tanpa disadarinya, hanya saat Ia mencium bau familiar baru Ia akan menoleh ke belakang tapi Mike sudah duduk di belakangnya dan sekarang memeluknya.
Diandra tersenyum, "Hari ini kemana saja?" tanyanya
"Ada sedikit urusan, maaf gak bisa makan siang bersama," kata Mike merasa bersalah
Diandra menggeleng tidak masalah.
Mike melihat bunga yang dipetik Diandra sekarang hanya tinggal kelopaknya. "Kenapa begini?" tanyanya
"Ini untuk mandi," ucap Diandra
Mendengar kata mandi membuat Mike panas, Ia langsung membayangkan istrinya sedang berendam dengan Mawar ini.
"Baunya sangat wangi," ucap Diandra
"Seperti kamu," Mike mencium beberapa kelopak Mawar lalu mencium di sekitar leher Diandra.
Diandra merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik hingga Ia buru-buru mendorong Mike.
__ADS_1