
Senyum Diandra tiba-tiba hilang saat dia ingat tadi sempat meragukan Mike, rasa bersalah menyelimuti hatinya.
Tidak akan ada Mike kedua didunia ini, tidak akan ada pria sebaik ini, dan tidak akan ada pria yang mencintainya setulus ini.
Mike tidak mendengar suara antusias istrinya lagi jadi dia menoleh ke kanan dan melihat wajah murung istrinya.
"Dian!" panggilnya dengan khawatir
Dian menoleh dengan mata berkaca-kaca, dan langsung menatap mata Mike, "Maaf," hanya itu yang terucap dari mulutnya dan langsung memeluk erat Mike.
"Ada apa?" tanya Mike bingung, memegang pundak istrinya dan menatap matanya
"Aku hanya terharu," Diandra menghapus air matanya yang baru menetes sambil tertawa sedih
"Oke, tapi jangan menangis," Mike ikut menghapus air mata.
Diandra mengangguk lalu kembali memeluk Mike dan mengusapkan wajahnya di jaket Mike tapi sedikitpun Mike tidak jijik saat air hidung istrinya ada di jaketnya, hanya senyuman yang terpancar dari wajahnya.
Diandra kembali menatap sekeliling, tangan kanan Mike memegang pundaknya, sedangkan kedua tangannya merangkul pinggang suaminya, "Aku adalah cinderella di dunia nyata," ucapnya
__ADS_1
"Tidak, kamu adalah putri salju di dunia nyata," ucap Mike menunduk melihat wajah istrinya.
"Ya apapun itu, keduanya mendapatkan pangeran sempurna," senyum Diandra tidak pernah pudar
"Ayo makan malam," Mike mengajak Diandra duduk di hamparan bersih, hanya ada meja yang sudah dihiasi bunga krisan putih, 2 minuman dan juga beberapa piring makanan yang tidak terlalu banyak hanya cukup untuk dua orang.
Mereka makan dengan pelan, rambut yang sudah diikat ekor kuda beberapa helai masih berterbangan di wajah jadi sesekali Mike merapikannya ke belakang telinga.
"Sebentar lagi syuting promo dan dilanjutkan dengan syuting lanjutan jadi kita akan jarang ketemu, syuting awal juga berada di kota lain," kata Mike
"Di kota lain berapa lama?" tanyanya
"Kita bisa Video call sesering mungkin, syutingnya kemungkinan hanya 3 bulan lebih, dan ini akan menjadi film terakhir sebelum benar-benar pamit dengan baik-baik," Mike bicara sedikit pelan
"Jangan berhenti karena aku, jika kamu suka maka lanjutkkan," kata Diandra
"Tidak, dari awal kan aku bekerja di dunia entertain demi kamu, dan harus berakhir demi kamu juga," Mike memegang wajah lembut istrinya.
Diandra mengangguk semakin terharu.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan dan merapikan semuanya, mereka duduk berdampingan, kepala Diandra berada dipundak Mike. Mereka menatap kearah pantai sambil bercerita tentang pekerjaan masing-masing. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Saat ini keduanya berbaring di hamparan lembut yang ditaburi kelopak mawar, 2 bantal pun tersedia dilengkapi selimut yang menutupi keduanya.
"Ayo kembali," ajak Mike
Diandra menggeleng, "Bisakah kita bermalam disini?" tanya Diandra yang enggan meninggalkan tempat indah ini.
"Disini dingin, nanti masuk angin," ucap Mike saat melihat kearah kirinya, tangannya menahan kepalanya
Wajah Diandra cemberut, "Ada kamu disini gak akan dingin,"
Mike tersenyum, ucapan menggoda seperti itu membuatnya ingin melakukan hal gila.
Tapi hari ini Ia akan melepaskan istrinya ini karena pasti masih capek dari malam sebelumnya.
"Baiklah, kita tidur disini," Mike langsung mengecup bibir istrinya sedikit lalu menarik tali di dekatnya dan akhirnya tirai putih menutupi sekeliling mereka hingga seperti berada di tenda.
Berbaring dan memeluk istrinya sambil menaikkan selimut hingga pundak mereka.
__ADS_1
Diandra yang dikecup tiba-tiba tersenyum malu, wajahnya sedikit panas, untuk menghilangkan malu jadi Ia langsung membenamkan wajahnya di dada Mike, jadilah rambutnya mengenai dagu Mike.