Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
123


__ADS_3

Pagi hari, Diandra masih tertidur lelap, tapi segera dia terbangun saat mendengar suara tangisan sambil berlari kearahnya.


Dia membuka mata dan melihat Alvaro berlari sambil menitikkan air mata, dia akan membuka selimut dan bangkit untuk memeluk si kecil yang dia tinggal tengah malam.


Belum sempat melakukannya, Mike datang langsung mengangkat si kecil sambil menutup matanya dan saat itu barulah selimut terbuka.


Diandra baru tersadar dan langsung melihat kearahnya sendiri dengan sedikit malu, dia lupa jika dia tidak memakai pakaian tapi untung Mike bergerak cepat dan menutup mata Alvaro.


Mike membawa Alvaro keluar dari kamar, Alvaro semakin menangis sambil menendang-nendang ingin lepas.


"Mommy...!" panggilnya terisak


Diandra merasa ingin berlari keluar mendengar teriakan itu tapi saat ini dia harus mandi terlebih dahulu.


Diluar akhirnya Alvaro turun, dia menatap Daddy nya dengan mata berkaca-kaca, "Daddy jahat," ucapnya terisak


"Sejak kapan kamu menjadi anak cengeng ha?" Mike menatap putranya yang berkaca-kaca, putranya ini cukup dewasa dari anak seusianya jadi sangatlah langka melihatnya menangis, tapi sekarang setelah bersatu dengan Diandra, dia berperilaku sesuai anak seusianya, menangis, ngambek, bertingkah nakal semua Ia lakukan.


Alvaro hanya diam, dia menatap kesal Daddynya.

__ADS_1


Mereka saling diam sekitar 10 menit.


"Pasti Daddy yang menculik Mommy tadi malam kan?" tanya Alvaro kesal dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Mike menganga, ucapan apa ini, pertanyaan apa ini? menculik tidakkah itu tindak kriminal, kenapa anak ini bisa mengucapkan kata menculik dengan santainya di depan orang tuanya.


"Mommy istrinya Daddy, dan Daddy suaminya Mommy, dan taukah kamu jika suami istri harus tidur bersama, jika tidak percaya bisa tanya tante Elin atau teman kamu di sekolah, kamu bisa bertanya apakah orang tua mereka tidur bersama," Mike berbicara sedikit keras


Pembantu hanya tersenyum tidak bersuara, sejak kapan bosnya menjadi kekanak-kanakan.


Diandra yang mandi secepat kilat dan juga sudah berpakaian dengan rambut masih terbungkus handuk juga mendengar pertengkaran keduanya dari lantai atas, kekesalan Mike terdengar hingga keatas.


Alvaro menggertakkan giginya seperti ingin memakan mangsanya di depan.


"Jika masih menangis seperti ini, haruskah Daddy membawa kamu ke rumah yang ditempati om Dito atau lebih baik kembali ke Eropa, bagaimana?" tanya Mike kesal melihat putranya ini, tapi sebenarnya itu hanya kesal karena sayang.


Alvaro menunduk dan menggeleng, "Gak mau kesana,"


"Oke, kalau gak mau jangan menangis lagi dan ingat malam hari Mommy adalah miliknya Daddy jadi jangan memintanya untuk tidur bersama kamu lagi atau jika terulang lagi, Daddy akan mengirim kamu ke Eropa saat kamu tidur nyenyak dan saat kamu bangun kamu sudah berada di Eropa," kata Mike tegas

__ADS_1


Alvaro mengangguk, dia berhenti menangis dan langsung patuh duduk di kursinya.


"Sarapan sekarang, jangan minta disuapi lagi sama Mommy," Mike menatap kearah putranya lalu ikut duduk


Alvaro duduk dan langsung memakan nasi gorengnya sambil sesekali menatap kearah Daddy nya yang saat ini sudah dia cap sebagai monster.


"Bagus," Mike mengelus rambut putranya


Di dekat pintu, Diandra dan para pelayan tersenyum melihat dan mendengar keduanya, keduanya seperti anak kecil yang bertengkar dan akhirnya berbaikan.


Diandra mendekat, "Pagi Alvaro sayang," ucapnya mendekat lalu mencium pipi anaknya ini.


Seketika senyum Alvaro melebar, dia merangkul leher Mommy nya yang menunduk di depannya, "Pagi Mom," ucapnya sambil balas mencium pipi Mommy nya lalu melepaskannya dan menatap kearah Daddy nya yang makan dalam diam.


Diandra mengangkat wajahnya dan menatap kearah wajah Mike lalu berjalan mengelilingi meja, "Pagi suami," ucapnya lembut dan ceria seperti biasanya sambil mencium pipi suaminya.


Mike tersenyum, ternyata istrinya sudah kembali semula.


"Pagi juga sayang," Mike juga mencium pipinya

__ADS_1


Ketiganya duduk dan makan sarapan dengan hangat.


__ADS_2