Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 58


__ADS_3

Hari berikutnya.


Diandra masuk ke tenda tempat Dito dirawat, Ia melihat ranjang yang biasa ditempati Dito sudah kosong, wajah Diandra langsung menampilkan senyum kepedihan.


Segitu tidak inginnya melihatku lagi batin Diandra


Air matanya perlahan menetes tapi Ia kembali menghapusnya, saat itu juga tiba-tiba turun hujan.


Diandra berjalan keluar, Ia kembali menitikkan air mata, memegang dada yang terasa sesak. Ia menatap ke atas karena hujan membasahi wajahnya dan menyakiti matanya jadi Ia menutup mata.


Mike berada di tempat agak jauh dari Diandra, Ia melihat kearahnya dengan perasaan sedih.


Saat Diandra membuka mata, Mike langsung mundur supaya tidak terlihat.


Diandra langsung pergi berganti pakaian dan Ia kembali fokus pada pekerjaannya, hanya beberapa hari lagi Ia ditempat ini jadi Ia ingin bekerja dengan sangat baik biar bisa dapat kesan yang lebih baik lagi.


*

__ADS_1


Beberapa hari berlalu, Diandra dan beberapa teman sesama para medis berpisah di bandara, mereka pulang ke rumah masing-masing karena untuk beberapa hari tidak perlu datang ke rumah sakit.


Diandra tidak langsung pulang ke rumah, Ia kembali ke apartemen yang diberikan Mike. Ia membuka pintu masuk, kata sandinya tetap sama karena Ia masih berharap Mike akan kembali.


Diandra melangkah masuk lalu menutup pelan pintunya, Ia membuka sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. Ia berjalan sambil menarik koper menuju kamarnya, setelah menyimpan koper Ia langsung mandi.


Ia memakai piyama panjang, rambutnya tergerai basa, handuk masih melilit lehernya. Ia keluar dari kamar dan langsung menuju kamar Mike dulu.


"Klik," pintu terbuka, suasana kamar tetap sama.


Spray selalu bersih karena Ia pasti menyempatkan diri untuk datang. Ia berbaring tapi langsung bangkit kembali karena ada yang mengganjal di kepalanya. Ia melihat ke arah tempat tidur, ternyata ada sebungkus rokok yang sepertinya baru tertinggal.


Sambil memegang rokok itu Ia berlari keluar dari apartemen, buru-buru masuk lift dan berlari keluar.


Hujan turun deras membasahinya, Ia melihat ke kiri ke kanan berharap Mike belum pergi.


Air mata bercampur dengan air hujan, "Mike...aku tau kamu disini, Mike kumohon keluarlah," Ia berteriak sekuat tenaga, walau hujan deras tapi suaranya tetap terdengar.

__ADS_1


Mike berdiri di balik pohon, Ia memperhatikan Diandra yang terus menerus berteriak memanggilnya.


Maaf Dian, aku takut terluka sekali lagi batin Mike


Diandra duduk di bawah pohon besar membelakangi Mike.


Ia tidak bisa melihat Mike tapi Mike bisa dengan jelas melihat dan mendengar tangisannya.


Rokok yang dipegangnya basah hingga hancur karena dikepal erat.


Kumohon masuklah, kamu akan sakit jika terus hujan-hujanan seperti ini batin Mike ingin menjangkau Diandra yang duduk memeluk lututnya sambil membenamkan wajah di lutut, tapi tangannya terhenti di udara, Ia menarik kembali tangan yang hampir menyentuh kepala Diandra.


Mike duduk menyandar di pohon itu juga membelakangi Diandra juga, keduanya basah kuyup.


"Mike, kumohon," isak Diandra


Tangan Mike hanya bisa mengepal, Ia menyesal datang kesini lagi, walau Ia ingin menjauh dari Diandra tapi hatinya tidak bisa, Ia tidak ingin terluka lagi tapi saat melihat Diandra seperti ini Ia merasa ingin kembali berada di samping Diandra walau sudah pasti akan kembali terluka.

__ADS_1


__ADS_2