
Diandra tersentak kaget, Ia reflek bangun dari duduknya, "Mike..." panggilnya senang
Mike merapikan kalung Diandra, "Kamu suka?" tanyanya
Diandra mengangguk haru sambil menatap kalung yang di pegang nya di leher, "Ini cantik," katanya
Diandra malu karena hal ini pasti terlihat oleh Dito, Ia langsung menoleh ke arah tempat Dito berdiri dan ternyata orangnya sudah tidak ada.
"Cari siapa?" tanya Mike pura-pura tidak tau.
"Tadi Dito..." ucapnya terhenti saat menunjuk tempat kosong.
"Dia sudah pulang," jawab Mike santai
"Jadi ayo duduk, kita makan dulu," tambah Mike sambil memegang pundak Diandra memaksanya duduk.
Seketika Diandra melupakan rasa kantuknya, Ia juga mulai lapar padahal tadi sudah makan di kantin rumah sakit.
Makanan langsung disajikan oleh beberapa pelayan dan mereka mulai menikmati makanan di jam 10 malam.
Baru beberapa suap, musik langsung terdengar membuat Diandra kembali menoleh kearah panggung kecil yang terlihat seorang gadis muda mulai menyanyikan lagu Letto-ruang rindu, Ia langsung menghentikan makannya lalu fokus mendengarkan lagu itu. Lagu yang dinyanyikan dengan sangat indah.
__ADS_1
Mike melihat Diandra memejamkan mata saat mendengarkan lagu, jari telunjuk kanannya mengetuk-ngetuk meja menikmati lagu itu, kepalanya mengangguk pelan-pelan itulah cara Diandra menikmati lagu.
Mike tersenyum lalu mengikuti hal yang dilakukan Diandra, Ia mulai memejamkan mata.
Setelah lagu hampir selesai Diandra langsung membuka mata, Ia melihat Mike juga memejamkan mata sepertinya.
Mike membuka mata dan melihat Diandra menatapnya.
"Mendengarkan lagu dengan cara seperti kamu tadi ternyata bisa membuat kita lupa hal apapun," ucap Mike
Diandra tersenyum senang, "Tapi lebih enak lagi jika kita sendiri yang menyanyikannya,"
* Kau datang dan pergi, oh, begitu saja
Mata terpejam dan hati menggumam di ruang rindu kita bertemu*
Diandra menyanyi sepenggal tanpa musik.
Mike tersenyum bahagia mendengarnya, "Nanti nyanyikan dengan lengkap,"
"Ya, lain kali," ucap Diandra lalu melanjutkan makannya.
__ADS_1
Mike juga melanjutkan makan, tapi makannya kembali terhenti saat ponselnya berdering.
Mike melihat ID penelpon, wajahnya langsung berubah, Ia menatap sebentar ke arah Diandra lalu langsung berdiri mengangkat telpon, Ia berjalan menjauh.
"Ya, sudah sampai dan sudah makan malam, kamu istirahatlah, di sini sudah larut malam jadi aku istirahat dulu," ucap Mike
Tidak berapa lama sambungan pun dimatikan, Mike melihat ponsel lalu melihat kembali ke arah Diandra yang sedikit jauh darinya, Diandra tersenyum melihatnya, Ia tidak bisa mendengar percakapan Mike dengan orang yang menelponnya.
Mike juga tersenyum, Ia langsung berjalan mendekat dan kembali duduk.
"Siapa?" tanya Diandra
"Teman di Albania," jawabnya singkat. Entah jujur atau tidak
"Oh..." Diandra kembali makan.
Mike juga kembali makan, sesekali Ia melihat Diandra yang sedang tertunduk menikmati makan. Wajah Mike berubah sedih sejak dapat telpon, Ia seperti merasa bersalah.
Diandra menghentikan makannya karna merasa sedang ditatap, Ia mengangkat wajah dan benar saja Mike sedang menatapnya dengan wajah sedih.
"Kenapa?" tanya Diandra saat Mike terlihat salah tingkah
__ADS_1
"Tidak. Hanya saja kita melewatkan beberapa tahun tanpa bersama jadi aku ingin terus melihatmu makan seperti ini," kata Mike
"Di masa depan kita tidak akan pernah berpisah lagi, aku akan terus mengejar kamu walau kamu lari sejauh mungkin," kata Diandra serius tapi ucapannya semakin membuat Mike sedih.