Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 19


__ADS_3

Bis berhenti tepat di depan Diandra, disaat itu juga Ia sudah punya akun instagram yang baginya sejak dulu itu gak terlalu penting.


Diandra langsung mengikuti instagramnya Imel, Imel juga mengikutinya balik.


Diandra masuk ke dalam bis masih terus sambil memainkan ponselnya. Ia mencari nama Niko Pratama dan langsung ketemu akun aslinya Niko, Ia langsung mengikuti Niko sambil tersenyum senang.


Setelah agak lama ada beberapa yang mulai mengikutinya dan salah satunya Mike, tapi karena Ia sudah mematikan ponselnya jadi Ia tidak melihat orang-orang yang baru mengikutinya.


Mike yang masih di lokasi syuting masih terus menatap ponselnya melihat foto yang tadi baru diupload sama Diandra.


Dito berjalan mendekat, Ia berdiri tepat di samping Mike hingga apa yang ada di layar ponsel Mike terlihat jelas olehnya.


"Kau terlihat aneh saat menyangkut gadis ini, apa alasannya?” Dito bicara langsung apa yang dipikirkannya.


Mike tetap menatap layarnya, "Aku punya alasan tertentu yang sedikit kurang masuk akal, aku hanya ingin memastikan semuanya,"


"Tentang apa?” tanya Dito


Mike mematikan ponselnya dan langsung menyimpannya di saku, Ia hanya diam saat ditanya karena memang Ia gak terlalu suka hal pribadinya diketahui orang sekalipun itu asisten yang sudah bersamanya dari awal karier.


*

__ADS_1


Niko yang sedang di kantor melihat notifikasi di ponselnya, terlihat jelas Diandra mulai mengikutinya.


Jantungnya mulai terasa sakit, kepalanya juga ikut sakit dan bayangan seorang gadis saat memakai seragam SMA mulai muncul lagi.


Niko memegang kepalanya yang semakin sakit, suara wanita dibayangannya mulai terdengar walau kurang jelas, senyuman gadis itu juga tidak jelas.


Apa yang terjadi dulu batin Niko yang semakin penasaran.


Niko memegang pelipisnya sambil memijatnya perlahan.


Niko langsung fokus pada layar komputernya, tapi perlahan kenangan masa lalunya muncul lagi, kenangan saat Ia naik sepeda bersama berangkat sekolah, saat gadis itu berpegangan erat dipinggangnya, saat mereka mengobrol sambil tertawa, dan satu hal panggilannya pada gadis itu adalah Kakak.


Niko memejamkan matanya sambil memegang kepalanya karena kenangan buram itu terus muncul.


Niko langsung berdiri dan berjalan pergi sambil membawa jas dan kunci mobilnya.


Ia berjalan keluar dari ruangannya dan langsung berjalan menuju ruangan Papanya.


Niko membuka pintu dan melihat Papanya sibuk melihat beberapa berkas.


Papanya langsung menutup berkas saat melihat Ia datang.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Pak Purnomo


"Aku mau ke rumah sakit sebentar, baru-baru ini kenangan masa lalu tiba-tiba muncul," kata Niko


Pak Purnomo langsung memasang wajah gelisah, Ia sedikit mengepalkan tangannya.


"Apa yang kau ingat?" tanya Pak Purnomo yang masih sedikit gelisah.


"Hanya ingat saat ke sekolah bareng seorang gadis," kata Niko


Pak Purnomo langsung bernafas lega, "Ah ya sudah pergilah,"


"Iya Pa," Niko menunduk dan langsung pergi lalu menutup pintu.


Setelah kepergian Niko, Pak Purnomo langsung menunduk.


Jika Niko mengingat segalanya, mungkin Ia akan membenci kami dan akan meninggalkan kami batin Pak Purnomo.


Niko sudah berjalan keluar kantor, Ia langsung membuka pintu mobilnya, masuk lalu duduk menyandar sebentar.


Ia mulai menjalankan mobilnya menuju ke arah rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Ia terlihat gelisah, tapi disisi lain Ia sangat ingin tau siapa gadis itu sebelum Ia menikah


__ADS_2