
Sejak kematian Mauren, hal ataupun barang yang berhubungan dengan Mauren juga dilenyapkan, hanya tersisa beberapa foto yang juga sudah disimpan di kotak kecil, kotak itu selalu mike simpan dengan baik.
Semua itu Ia lakukan supaya anaknya tidak mengetahui tentang Mauren.
Mike terbangun saat diluar masih gelap, Ia melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 3 pagi. bangkit dari tidurnya, Ia menatap putranya yang masih tidur, saat ini nafas Alvaro sudah teratur. Tangan Mike menyentuh dahi putranya dan sudah tidak panas lagi. Duduk memakai sepatu dan jaketnya, Ia menatap putranya 5 menit lalu mencium keningnya dan beranjak pergi.
Tanpa pamit Ia langsung pergi, karena memang tidak ingin membangunkan Dito dan beberapa pembantu.
Tapi saat Mike pergi, Evi melihatnya. Sekarang Evi sudah menjadi pengasuh Alvaro. Evi merasa kasihan pada bosnya itu karena pasti saat ini pikirannya terbagi dua.
Mike pulang ke rumah, satpam yang jaga malam membukakan pagar rumah, setelah Mike lewat, Ia kembali menutup pagar dan langsung mengikuti Mike untuk membuka garasi mobil.
Mike masuk ke rumah dan langsung berjalan cepat naik ke atas menuju kamarnya. Saat membuka pintu Ia melihat Diandra tertidur meringkuk seperti bola, selimut sudah jatuh ke lantai. Mike tersenyum melihatnya lalu perlahan berjalan mendekat dan memakaikan selimut dan merapikan rambut yang menutupi wajah Diandra.
Mike mengatur AC supaya tidak terlalu dingin karena saat ini cukup dingin. Ia membuka sepatu dan jaketnya lalu berbaring di belakang Diandra, memeluknya erat lalu tertidur nyenyak.
Pagi hari saat alarm berbunyi, Diandra membuka mata, Ia tersenyum karena ada tangan yang merangkul pinggangnya dari belakang. Ia berbalik dan langsung memeluk Mike yang masih tertidur lelap.
Wajahnya berubah saat ada bau lain di pakaian Mike, ini bukan bau parfum wanita tapi ini bau susu formula yang biasa dikonsumsi anak-anak.
Mike membuka mata lalu menatap Diandra yang sibuk mencium bajunya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Mike
Diandra mengangkat wajahnya, menatap wajah Mike, "Ini kenapa bau susu formula?" tanya Diandra
Wajah Mike berubah khawatir sekian detik tapi sebelum Diandra sadari Ia langsung tertawa, "Dito membawa anak kecil lalu aku menggendongnya sebentar. Sudah pagi, ayo ganti baju lalu lari pagi di sekitaran taman," ajak Mike mengalihkan pembicaraan supaya Diandra berhenti bertanya.
"Kita naik sepeda saja karena bagus untuk wanita yang ingin hamil, lari pagi terlalu berat, tapi nanti bisa juga jalan pagi," ucap Diandra
"Ah iya lupa, aku pesan sepeda dulu jadi kamu bersiap dulu," Mike baru ingat jika Ia ingin sekali Diandra cepat hamil.
"Sekalian pesan baju renang karena mulai hari ini aku cuma akan olah raga ringan," ucap Diandra
Setengah jam kemudian, keduanya berjalan ke depan, dua sepeda sudah ada berdampingan.
Mereka langsung menaiki sepeda, jalanan di kawasan ini sepi, karena hanya ada beberapa perumahan mewah termasuk salah satunya rumah yang sekarang ditempati Dito.
Mike sengaja ingin membuat Diandra dan Alvaro dekat tanpa sengaja makanya perumahannya dan perumahan Dito tidak terlalu jauh walau sebenarnya harus naik mobil juga untuk ke sana.
Di rumah Dito, Alvaro sedang sarapan bersama Dito.
"Alvaro mau lihat Mommy?" tanya Dito
__ADS_1
Alvaro mengangguk senang, "Mau Om," ucapnya bahagia
"Tapi minum obatnya dulu," ucap Dito saat menunjuk ke arah sirup anak.
Alvaro mengangguk, Mbak Evi menuangkan sirupnya di sendok lalu langsung diminum Alvaro.
"Walau badan kamu sudah gak panas, tapi tetap tidak boleh capek dulu, jadi nanti kamu duduk saja di taman dan lihat Mommy lewat naik sepeda, janji jangan bicara dulu tentang siapa Daddy kamu," ucap Dito
Alvaro yang memang pintar langsung mengerti. Ia berjanji akan menjaga rahasia ini dulu karena kemarin Daddy juga sudah membuat rencana.
Dito yang memang sudah dapat pesan dari Mike langsung membawa Alvaro ke taman. Ia meninggalkan Alvaro di taman tapi diawasi dari jauh.
Mike melihat Alvaro dari jauh.
"Dian, kamu lanjut sepedanya dulu ya, aku pulang duluan, gak apa ya?" ucapnya
Diandra mengangguk, "Iya, aku bersepeda sampai sana dulu, nanti nyusul pulang,"
Keduanya yang sudah berhenti agak berdekatan, Mike mengusap kepala Diandra, "Hati-hati,"
Diandra mengangguk.
__ADS_1