Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
105


__ADS_3

Beberapa hari berlalu


Diandra melihat Mike sudah rapi pagi-pagi walau hanya memakai pakaian biasa, dia menyiapkan topi, masker dan kacamata.


Diandra pura-pura tidur, jantungnya berdetak tidak karuan sejak semalam saat dia mendengar Mike berbicara di telpon dengan seorang wanita yang suaranya terdengar manja, tapi yang dia dengar jelas hanya tentang minta dijemput di bandara.


Hari ini akhir pekan, Diandra liburnya sekarang di akhir pekan, Mike mencium keningnya lalu pergi keluar kamar menutup pelan pintu supaya tidak membangunkan istrinya.


Diandra berdiri dan langsung berlari menujy kamar mandi, dia hanya mencuci wajah lalu keluar membuka pakaian, dia mengganti pakaian tebal karena ini musim dingin. Gaun tidurnya jatuh di lantai dan tidak sempat lagi untuk menyimpannya di keranjang cucian.


Pakaian dalam juga tidak diganti.


Diandra turun dan menyapa pembantu lalu keluar naik mobil sendiri.


Karena sudah tau tujuan Mike jadi dia tidak terlalu terburu-buru mengejar, keselamatan lebih penting baginya.


Di depan bandara, Mike tidak keluar dari mobil, dia menunggu dan sekitar 10 menit seorang wanita cantik keluar menarik koper mini dengan senyum ceria.

__ADS_1


Diandra yang baru sampai memarkir mobil sangat jauh, dia berjalan kaki mendekati tempat Mike menunggu, berdiri di tempat yang tidak terlihat. Dia menatap kearah wanita itu yang saat dia mendekat ke mobil, Mike keluar dari mobil dan langsung memeluknya.


"Kak, aku merindukanmu," ucap sepupu Mike, Mike mengangkatnya hingga kedua kaki wanita itu berayun.


Sepupu Mike bernama Elin, mereka sudah lama tidak bertemu karena Elin melanjutkan pendidikan di luar negeri dan sekarang dapat suami di luar negeri juga.


Jantung Diandra berdegup panik, tubuhnya lemah melihat semua itu, pembicaraan mereka tidak terdengar tapi melihat tingkah mereka sepertinya mereka membicarakan kata-kata romantis batinnya berkecamuk.


Matanya mulai berkaca-kaca, dia ingin berpikir positif tapi tetap tidak bisa.


Elin masuk ke dalam mobil bersama Mike, lalu mereka meninggalkan bandara.


Di dalam mobil, Diandra mulai melaju mengikuti mereka tapi dari jarak sedikit jauh,


Mobil Mike berhenti di depan rumah Alvaro, jantung Diandra semakin tidak karuan, pedih mulai terasa, pikiran negatif bermunculan.


Satpam membuka pintu lalu Mike mulai menjalankan mobil lagi.

__ADS_1


Mereka berhenti di depan, Elin tidak sabar jadi dia langsung meloncat turun dari mobil lalu menerkam kearah Alvaro yang berdiri menunggu mereka bersama Dito.


'Alvaro, Dito, Evi, Mike, semuanya tidak kebetulan, apa yang terjadi?' batinnya menangkal kenyataan yang dilihatnya


Elin memeluk Alvaro, "Keponakan imut Tante, umm...papa kamu jahat bisa-bisanya menyembunyikan bayi seimut ini,"


Alvaro tersenyum juga, "Daddy bilang untuk kebaikan Alvaro," ucap polosnya


"Ummm....manisnya." Elin terpesona dengan keponakan instannya ini.


Mike mengajak mereka masuk, senyum mereka semuanya cerah tanpa sadar orang dikejauhan sedang menahan tangis pedih.


Diandra menggeleng beberapa kali sambil menahan tangisnya.


Yang saat ini di pikirannya adalah Alvaro putra Mike dan wanita itu, tapi hatinya berkecamuk, dia ingin menyangkal, mungkin mereka hanya saling kenal tapi kenapa Alvaro dan Mike harus pura-pura saling tidak kenal membuatnya semakin curiga jika mereka sekongkol menipunya.


Tapi anak seimut Alvaro kenapa harus berbohong, kenapa Evi dan Dito juga.

__ADS_1


Berarti selama ini mereka membodohinya.


__ADS_2