
Air mata tidak bisa ditahan lagi, Diandra mulai terisak, tubuhnya bergetar.
Mike menoleh panik mendengar isakan tangis. Ternyata sejak tadi Diandra pura-pura tertidur.
Masih hanya menggunakan handuk, Mike langsung naik ketempat tidur dan memeluknya dari belakang.
"Kamu salah paham Dian, tentang Alvaro memang kebenaran tapi tentang Elin tidaklah benar," kata Mike sambil mencium rambut Diandra.
Diandra terdiam
"Elin adalah putrinya om Heru, dia sepupu aku, dia sudah lama berada di luar negeri dan sudah menikah disana," Penjelasan yang tertahan langsung terucap, dia tidak bisa lagi melihat Diandra seperti ini.
Diandra menghentikan tangisnya tapi masih sedikit terisak.
"Elin bukanlah ibu Alvaro seperti yang kamu bayangkan," Mike mengeratkan pelukannya hingga dadanya menyentuh punggung Diandra.
__ADS_1
"Ibu Alvaro?" tanyanya
Mike terdiam beberapa detik lalu menjawab, "Namanya Mauren, kami bertemu di Eropa, dia meninggal saat melahirkan Alvaro," ucap Mike sedih, matanya langsung berkaca-kaca saat mengingat Mauren perempuan baik kedua setelah Diandra dan perempuan terhebat pertama baginya.
Diandra berbalik karena mendengar suara Mike yang sedih.
"Bagaimana kalian jatuh cinta?" tanyanya saat menatap mata Mike, seketika pikiran Diandra berubah tenang.
Mike menggeleng, "Kami tidak jatuh cinta, kesalahan satu malam yang membuat kami mendapatkan Alvaro, saat itu kami berdua berada di masa-masa sulit setelah kehilangan cinta, kami melakukannya tanpa kesadaran, saat itu aku mengira dia adalah kamu dan dia mengira aku adalah mantan pacarnya, kami hidup bersama tanpa ikatan, aku berjanji akan menjaganya dan anak kami tapi tentang pernikahan aku tidak bisa,"
"Maaf Dian, aku tidak bermaksud menyembunyikan semuanya, aku hanya takut setelah kamu tau kamu akan pergi meninggalkan aku, aku tidak bisa jika kehilangan kamu lagi seperti dulu, 2 kali mungkin bisa tapi untuk ketiga kalinya aku tidak bisa." Mike memegang wajah Diandra dengan lembut.
Air mata Diandra sudah jatuh perlahan, dia merasa bodoh sudah meragukan Axel.
"Setelah kita bersatu, setiap hari aku tidak bisa tenang, aku takut kamu tau semuanya jadi satu kebohongan harus ditutupi dengan ribuan kebohongan," Mike mengusap pelan air mata Diandra
__ADS_1
"Jangan pernah mengatakan untuk melakukan operasi lagi, karena kita harus memberikan Alvaro adik yang banyak," ucap Mike
Elin pasti menceritakan semuanya
Diandra kesal tanpa sebab, setelah tau semuanya bukan marah, bukan sedih, bukan juga sakit hati tapi entah kenapa dia sedikit kesal, mungkin bukan hanya kesal pada Mike tapi juga pada diri sendiri, dia langsung berbalik dan menaikkan selimut, "Jangan ganggu, aku ingin tidur," ucapnya
Respon Diandra membuatnya bingung, ini benar-benar diluar imajinasinya, dia pikir jika Diandra tau maka akan memukul wajahnya atau menangis tersedu-sedu tapi ini tidak ada respon apapun.
Mike yang bingung langsung bangkit untuk memakai pakaiannya.
Karena sudah tau semuanya sekarang hati Diandra sudah tenang, tapi ketenangannya langsung terusik saat dia ingat ucapan bodohnya saat bersama Elin sepupunya Mike.
Wajahnya berubah panas, bagaimana jika bertemu Elin pasti dia akan malu banget.
Diandra semakin menutup wajahnya denfan selimut, dia tidak tau harus bagaimana jika bertemu Elin, akan canggung banget jadinya.
__ADS_1
Ini salah Mike hingga dia bisa salah paham pada Elin.