
Diandra sudah berbaring di kamarnya, Ia terus memegang kalung pemberian Mike sambil senyum-senyum sendiri. Saat ini rasanya Ia menjadi wanita paling bahagia.
Berbeda dengan Mike, saat ini Mike sedang berbaring sambil lengan menutupi mata, terlihat khawatir, gelisah dan juga sedih.
Maaf Dian, saat ini aku sangat bahagia bersamamu jadi aku tidak ingin mengatakan kejujuran yang mungkin akan membuatmu pergi, saat ini aku sudah memantapkan hatiku untuk bersamamu jadi jika kita berpisah lagi mungkin aku tidak akan sanggup seperti waktu itu batin Mike
*
Pagi hari saat matahari belum terbit, Diandra terbangun karena dering ponsel. Ia yang masih terpejam menjangkau ponselnya di atas meja sebelah kanannya. Tanpa melihat ID penelpon Ia langsung mengangkatnya, "Ya," ucapnya sambil menguap
"Ke rumah keluarga kamu? secepat itu?" tanya Diandra shock, Ia membuka mata lebar-lebar sambil bangkit duduk, "Ya baiklah kita pergi," kata Diandra terlihat malas karena Ia tau tidak ada seorangpun di keluarga Mike yang menyukainya.
Setelah memutuskan panggilan Ia bangkit dan keluar dari kamar untuk membuat sarapan.
Setelah selesai sarapan dan juga mandi, Ia dandan sedikit lalu duduk di sofa menunggu kedatangan Mike.
Suara mobil terdengar dari luar, jadi Ia buru-buru membuka pintu.
Mike yang sudah memakai masker berjalan masuk, Ia melangkah masuk lalu menutup pintu. Saat masker dibuka Ia langsung mengecup sedikit bibir Diandra.
__ADS_1
"Pagi sayang," ucapnya lalu kembali memakai maskernya
Diandra belum sempat bereaksi karena kecupan dadakan.
"Ayo berangkat sekarang," ucap Mike
Diandra mengangguk lalu mengikuti langkah Mike saat berjalan keluar, senyum cerah muncul di wajahnya, Ia memegang bibirnya yang habis dikecup oleh Mike.
Mike membawa Diandra ke kediaman keluarganya, saat ini seluruh orang sedang berkumpul di ruang tamu.
Mike memegang tangan Diandra saat masuk menghadap Papa dan Ibu tirinya, saat ini Ines juga ada, Ia duduk di samping adik kecilnya anak dari Mamanya dan juga Papa Mike.
Ibu tiri Mike menatap tajam ke arah keduanya, Papa Mike juga terlihat tidak suka. Setelah hening beberapa menit, tanpa duduk Mike langsung mulai bicara, "Aku kesini ingin mengatakan kalau kami berdua akan menikah bulan depan," kata Mike santai tapi tangannya menggenggam erat tangan Diandra.
Papa Mike menatap tajam, "Bisa-bisanya kalian merencanakan pernikahan tanpa persetujuan saya,"
"Aku tidak butuh persetujuan Papa, karena aku ke sini hanya ingin memberitahu Papa tentang pernikahan kami.
"Mike Axel Rainanda..." ucap Papanya keras
__ADS_1
Diandra menunduk ketakutan mendengar suara marah itu.
"Papa tidak akan merestui hubungan kalian, jika kamu meneruskan ini maka terputuslah hubungan ayah anak," katanya tegas
"Pa, sampai kita mati hubungan kita tidak akan terputus karena di tubuh aku ada darah Papa. Aku pergi," ucap Mike sambil menarik Diandra.
Diandra mengikutinya dengan patuh, Ia menunduk sedih, seketika Ia merasa jadi orang yang egois karena memaksa Mike menikahinya dan membuat Mike dan Papanya bertengkar.
Setelah masuk ke dalam mobil dan melaju keluar dari perumahan besar itu, Mike melihat Diandra hanya diam sambil menunduk.
Tangan kiri Mike langsung menggenggam erat kedua tangan Diandra yang mengepal khawatir.
"Mike, tidakkah menurutmu bulan depan terlalu cepat?" tanya Diandra
"Bukankah ini keinginanmu yang ingin cepat menikah?" kata Mike
"Iya, tapi tidakkah kita harus menunggu persetujuan Papa kamu dulu, aku tidak mau kamu dan keluarga kamu bertengkar karena aku," ucap Diandra sedih
"Tanpa hal ini kami juga sering bertengkar, jadi lupakan mereka dan pikirkan masa depan kita saja," kata Mike sambil mengelus rambut Diandra
__ADS_1
"Aku akan syuting secepatnya jadi sebelum aku sibuk kita harus menikah dulu, apakah tidak masalah jika kita menikah dulu biar terdaftar di Negara dan setelah selesai syuting baru kita adakan resepsi mewah?" tanya Mike
Diandra mengangguk, "Dan juga kita umumkan hubungan kita jika sudah tenang,"