
Diandra pulang ke rumah dan masuk tanpa suara, pembantu tertua melihatnya dan sedikit bingung.
Diandra tidak memperdulikan sapaannya dan langsung berjalan ke kamar, masuk dan menutup pintu lalu duduk menyandar di pintu.
Dia menangis tapi tidak bersuara karena tangan kanannya menutup rapat mulutnya.
'Gak mungkin Mike seperti itu,' batinnya
Ingatannya langsung kembali kesaat pertemuan pertama dengan Alvaro, dia tidak menyangka anak seimut itu bisa ikut berbohong. Sayangnya pada Alvaro sama dengan rasa sayangnya pada Glenca.
Setelah sekian lama menangis matanya bengkak, dia berjalan menuju kamar mandi lalu membuka pakaian dan langsung mandi sedikit lama.
Keluar dari kamar mandi, tatapannya tertuju pada Mike yang entah kapan pulang ke rumah, Mike memegang gaun tidur yang tergeletak di lantai, saat pintu kamar mandi terbuka, sambil berjongkok dia menatap kearah Diandra.
Mata bengkak Diandra terlihat jelas
"Ada apa?" tanya Mike
__ADS_1
Diandra menunduk memikirkan alasan masuk akal, untuk saat ini dia belum mau mengekpos semuanya.
Harus ada bukti kuat baru bisa bicara dan minta penjelasan.
Diandra menggeleng, Mike langsung menghampirinya sambil masih memegang gaun tidur itu, "Kenapa matanya bengkak," dia membelai wajah istrinya ini, masih merah karena habis mandi air panas.
"Mungkin kelamaan tidur," Diandra menarik tangan Mike dari pipinya.
Mike menatapnya sedikit tidak percaya
"Itu hanya mimpi, mimpi hanyalah bunga tidur," Mike tersenyum, tanpa Diandra sadari tangan kiri Mike mengepal erat di gaun tidur, dari mata memang terlihat tenang tapi tidak ada yang tau jika saat ini hati Mike sedang ketakutan.
"Ya itu hanya mimpi," Diandra senyum nyengir lalu menjauh untuk mengambil pakaian di dalam lemari.
Pakaian santai lah pilihannya.
Mike menoleh kearah istrinya yang sudah di ruang ganti. Pintu terbuka jadi semua terlihat jelas.
__ADS_1
"Kita akan pergi, kenapa berpakaian seperti ini?" Mike mendekat dan memeluk Diandra yang berdiri membelakanginya.
"Hari ini aku ingin berada di kebun bunga, bolehkan?" Diandra semula mempunyai tatapan dingin mengubah ekspresinya secepat mungkin saat menoleh menghadap Mike.
"Tentu," Mike menjangkau handuk di dekatnya lalu mengusapkannya di rambut Diandra yang masih basah.
Diandra menolak menatap mata Mike takut ketahuan apa yang dia rasakan saat ini.
Tapi bukan Mike orangnya jika tidak curiga apa yang terjadi, semalam Diandra masih bersikap manja, masih menggodanya dengan ceria tapi pagi ini tatapannya sedikit dingin walau masih tetap tersenyum tapi senyum ini bukan senyum hangat biasanya.
"Ada apa? katakan!" ucap Mike yang sudah menghentikan tangannya, dia menatap mata Diandra.
"Tidak, hanya saja terbawa perasaan dengan mimpi itu, jika itu terjadi aku tidak tau jadinya seperti apa, aku tidak bisa berpisah denganmu tapi aku juga tidak bisa berbagi kamu dengan orang lain," air mata menetes pelan di wajah Diandra.
Ibu jari Mike menghapus air mata itu, "Aku tidak akan seperti itu, itu hanya mimpi jadi jangan dipikirkan,"
Diandra mengangguk
__ADS_1