Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 54


__ADS_3

Diandra mengobrol di luar tenda bersama satu seniornya.


Karena Diandra masih pemula jadi Ia lebih banyak bertanya pada seniornya yang memang sudah beberapa kali dikirim jadi relawan.


Setelah mengobrol sedikit lama, Diandra dan senior itu masuk ke dalam tenda masih sambil mengobrol tentang beberapa pasien yang terkena cacar.


Dito yang sedang terbaring sakit karena flu, ditambah tangannya keseleo ingin duduk, Ia berusaha duduk sendiri tanpa bantuan perawat.


Anet perawat yang sedang ada di tempat itu melihat kearah Dito, Ia mendekat ingin membantu.


Setelah duduk Dito melihat kearah pintu masuk tenda.


Ia melihat wanita yang memakai pakaian seperti dokter di daerah pengungsian, wanita itu tidak memakai masker seperti dokter dan perawat lainnya, maskernya hanya dipegangnya.


Dito sedikit kaget melihat itu adalah Diandra, wajah Diandra sekarang semakin tirus, rambut lurusnya sekarang tidak lagi terurai tapi sudah di ikat ekor kuda.


Wajah Dito langsung berubah tersenyum, Anet bingung melihatnya lalu Ia menatap kearah tatapan Dito, karena Diandra memang pernah lewat di televisi jadi Anet hanya mengira Dito bahagia bisa bertemu artis.


"Itu, Dokter Diandra, apa anda fansnya?" tanya Anet


"Tidak, tidak, bos saya lah yang ngefans sama dia," kata Dito


Anet yang memang juga masih muda cuma angguk-angguk.

__ADS_1


Diandra melihat kearah Anet, tubuh Anet sekarang menutupi wajah Dito hingga Ia tidak bisa melihatnya.


Tapi beberapa detik kemudian Anet pergi dari hadapan Dito hingga wajah Dito sepenuhnya terlihat.


Dito kembali melihat kearah Diandra, Diandra diam di tempat pikirannya langsung melayang ke Mike, Ia takut Mike juga terluka atau mungkin hilang saat banjir, pikiran buruk melayang-layang, tersadar dari lamunan Diandra langsung mendekat.


"Kamu terluka?" tanya Diandra panik


"Apa yang sakit?" tanyanya lagi


"Apakah ini pertanyaan pertama setelah bertahun-tahun tidak bertemu?" tanya Dito


Diandra melihat-lihat tubuh Dito.


"Apa yang sakit?" tanya Diandra lagi


"Ini," ucap Dito sambil menunjuk tangan kirinya


Suara sengau juga terdengar ditambah bersin sesekali.


"Pakai maskernya baru mendekat," ucap Dito


Diandra langsung memakai maskernya.

__ADS_1


"Apa Mike juga ada disini? apa Ia terluka?" tanya Diandra sedikit gemetar


"Kamu peduli? bukankah sekarang kamu sudah hidup bahagia?" tanya Dito tidak menjawab pertanyaan Diandra tapi bertanya balik.


Disaat Diandra akan menjawab, ada pasien yang perlu pertolongannya.


Senior memanggilnya lalu Diandra buru-buru meninggalkan Dito lalu meminta Anet mengurusnya.


Diandra menoleh sebentar ke arah Dito, "Aku takut Ia terluka," ucapnya singkat lalu berlalu pergi menjauh.


Dito sedikit nyengir, Lalu Ia berbaring tapi kembali duduk karena tangannya sakit.


Anet ingin tertawa tapi tertahan saat melihat sikap Dito.


Diandra masih tidak tenang, Ia menoleh ke kiri ke kanan takut Mike ada disalah satu pasien.


Sikap gelisah Diandra terlihat oleh Dito, Ia tau jika Diandra gelisah karena pertanyaannya tadi belum dijawab, Ia pasti mengira jika Mike ada disalah satu orang terluka.


Diandra mengganti perban orang yang terluka, karena jahitan pertama terbuka jadi Ia menjahitnya kembali.


Ia menjahit sangat hati-hati, Dito memperhatikan gerak gerik Diandra, ingin rasanya Ia mengambil foto Diandra untuk dikirim ke bosnya tapi saat ini ponselnya hilang.


Kalaupun ponselnya ada, Ia tetap tidak bisa menyebut-nyebut Diandra di depan bosnya apalagi mengirim fotonya.

__ADS_1


__ADS_2