Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 84


__ADS_3

Karena supir yang mengantar mereka waktu itu pulang lebih dulu jadi Mike dan Diandra terpaksa beberapa kali gantian menyetir, karena Diandra mulai ngantuk.


Diandra menguap saat ditatap oleh Mike.


"Menepi!" perintah Mike


Diandra hanya mengangguk lalu mulai menepi.


Mike turun dari mobil, mereka tukeran tempat.


Sebelum mobil jalan, Mike menyesuaikan sandaran mobil biar Diandra bisa tiduran dengan tenang.


"Terima kasih sayang," ucapnya saat mulai memejamkan mata.


Mendengar kata sayang membuat jantung Mike berdetak kencang lagi, Ia memegang dadanya saat Ia menatap Diandra yang sudah tiduran.


Ia memberikan ciuman cepat di bibir Diandra, belum sempat Diandra bereaksi mobil sudah jalan, saat Ia menatap ke arah Mike, seperti tidak pernah terjadi ciuman singkat itu.


Diandra tersenyum lalu kembali tertidur, "Aku mencintaimu," gumamnya


Mike melihat sebentar ke arah Diandra, Ia hanya tersenyum tanpa membalas perkataan Diandra.


*


Sesampainya di depan, satpam membuka pintu lalu Mike menyetir hingga depan rumah.

__ADS_1


Diandra terbangun saat itu juga lalu melihat ke arah beberapa pembantu di depan yang sudah menyambut mereka.


"Masih ngantuk?" tanya Mike sambil mengusap rambut Diandra


Diandra menggeleng, "Tidak lagi,"


Keduanya turun saat pembantu membuka pintu mobil, pembantu 2 mengambil koper mereka lalu ikut berjalan masuk di belakang majikan mereka.


Diandra masuk ke kamar bersama pembantu yang membawa koper sedangkan Mike berada di halaman belakang sedang menelpon.


Diandra berjalan ke balkon lalu melihat ke arah Mike yang sibuk menelpon, sesekali Mike memegang keningnya, dari raut wajahnya terlihat serius.


Mike tidak sadar jika Diandra memperhatikan setiap detail kelakuannya.


Apa yang terjadi, kenapa wajah Mike terlihat tidak tenang, batin Diandra


Setelah mematikan sambungan, mata Mike langsung tertuju pada Diandra yang sedikit bingung.


Mike panik takut pembicaraannya terdengar padahal sedikitpun suaranya tidak terdengar oleh Diandra.


"Dian..." panggilnya


"Hu," Diandra tersadar lalu menatap ke arah Mike


Diandra langsung berjalan masuk, Mike mengira Diandra mendengar semuanya makanya Ia langsung masuk.

__ADS_1


Mike panik dan langsung berlari masuk, Ia bergegas menuju kamarnya, saat Ia masuk hanya ada Diandra yang sedang mengambil pakaian ganti karena bersiap untuk mandi.


"Tadi aku..." ucap Mike terhenti karena terpotong ucapan Diandra


"Tadi bicara sama siapa? kenapa wajah kamu panik?" tanya Diandra


Mike langsung tenang, "Memang kamu gak mendengar saat aku nelpon?" tanya Mike


Diandra menggeleng, "Padahal gak terlalu jauh tapi gak kedengaran sedikitpun. Pertanyaan aku kok gak dijawab?"


"Tadi yang nelpon Dito, ada sedikit pekerjaan yang tidak berjalan lancar," kata Mike


"Apa tentang projek baru?" tanya Diandra


"Ini gak ada hubungannya dengan syuting, ini tentang perusahaan yang baru aku bangun 2 tahun ini di Eropa," kata Mike


Disini Mike hanya membicarakan satu masalah.


"Gara-gara aku ya?" tanya Diandra sedih


Mike mendekat lalu memeluk Diandra, Ia mengusap pelan rambut Diandra, "Bukan karena kamu, ini ada masalah di mesin, tidak ada sangkut paut dengan ketidakhadiran aku di sana,"


"Kalau bukan karena aku memaksa menikah secepat ini mungkin kamu masih tetap di sana dan mengurus semuanya supaya tidak terjadi seperti ini," kata-kata Diandra murni merasa bersalah.


Mendengar kesedihan Diandra yang menyalahkan diri sendiri, Mike semakin sedih, Ia semakin merasa bersalah karena tidak jujur akan hal lain.

__ADS_1


__ADS_2