
Mike kembali menyesap minumannya, senyumnya sedikitpun tidak pudar.
"Apa cutinya lama?" tanya Mike memulai pembicaraan tentang pekerjaan
"Hanya beberapa hari," kata Diandra yang masih sedikit kesal.
"Kalau begitu, kita bulan madu ke vila di bukit mau?" tanya Mike
Diandra tersenyum sambil angguk-angguk.
Vila milik Mike yang ada di bukit sangat sepi, hanya ada 2 pengurus vila sepasang suami istri dan satu anak mereka.
"Mau pergi sekarang?" tanya Mike
Diandra kembali mengangguk. Sejak Ia kuliah dan kerja Ia jarang liburan jadi saat menyebut tentang jalan-jalan hatinya langsung senang.
"Ya sudah sarapan dulu lalu kembali ke kamar siap-siap," kata Mike yang mulai memakan sarapan rotinya sedangkan Diandra memakan nasi goreng telur.
Salah satu pembantu menuangkan susu ke dalam gelas milik Diandra.
Diandra menyelesaikan makannya lalu meminum susunya buru-buru saking senangnya.
Mike berdiri dan langsung mengambil tisu untuk membersihkan bekas susu di bibir Diandra.
"Terima kasih suami," ucap Diandra semangat lalu langsung berjalan pelan ingin pergi ke atas.
__ADS_1
.
Mendengar kata suami, hati Mike merasa hangat, sekarang Ia menjadi suami sebenarnya.
Mike melihat langkah lambat Diandra, Ia tau jika Diandra cukup lelah dan sakit karena tadi malam.
"Mau di gendong ke atas?" tanya Mike
Diandra menoleh dengan malu, Ia menggeleng lalu mencoba berjalan normal.
Mike juga menghabiskan cappucino nya di gelas kedua lalu naik mengikuti Diandra.
Saat Ia membuka pintu, Ia melihat Diandra mengambil spray ingin menyimpannya di keranjang besar dalam kamar mandi.
Padahal tanpa melihatnya pagi ini, Mike sudah melihat semuanya tadi malam saat Diandra sudah tertidur.
Karena tadi malam pertama kalinya Diandra memberikan mahkotanya kepadanya jadi sudah jelas akan ada noda darah di spray itu.
Diandra langsung memasukkannya ke keranjang dan berpura-pura tidak ada apa-apa.
Saat akan mengambil kelopak bunga di lantai, Mike menghentikannya, "Saat kita pergi, kamar ini akan kembali rapi, jadi ayo kemaskan barang yang akan dibawa, kita pergi 3 hari,"
Diandra mengangguk.
Mike langsung mengeluarkan koper kecil dari dalam lemari.
__ADS_1
Diandra membuka lemari pakaian santai mereka lalu mengeluarkan pakaiannya dan juga pakaian milik Mike.
Ia mencium kaos Mike, karena Ia tidak bergerak jadi Mike menghampirinya dan melihat apa yang dilakukannya.
"Apa kaosnya wangi?" tanya Mike
Diandra mengangguk, "Seperti orangnya,"
"Kenapa gak cium orangnya langsung?" tanya Mike lagi
"Nanti kecanduan, dan mungkin jika suatu hari nanti kita berpisah seperti dulu, aku tidak yakin aku bisa bertahan seperti dulu," ucap Diandra sedih
Mike langsung merasa bersalah karena pernah pergi meninggalkan Diandra, pasti Diandra juga sulit menghadapi hari demi hari sama sepertinya.
"Jika suatu hari kamu pergi seperti dulu, aku tidak bisa jamin hidupku akan baik-baik saja seperti ini," air mata Diandra perlahan menetes.
"Itu tidak akan lagi," ucap Mike sambil menghapus air mata di pipi Diandra. "Tapi jika suatu hari aku melakukan kesalahan yang lebih besar daripada meninggalkan kamu, bisakah kamu tetap bersamaku dan mempercayaiku?"
"Tergantung kesalahannya, jika kesalahannya tentang perselingkuhan maka aku akan pergi tanpa kabar dan aku akan menikahi laki-laki yang lebih kaya dari kamu," kata Diandra bercanda
Mike menarik Diandra ke dalam pelukannya.
Maafkan aku Dian batinnya sedih
Saat Diandra bercanda, Ia tidak tau jika wajah Mike sudah berubah takut.
__ADS_1