Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 49


__ADS_3

Diandra belum juga sadar, Ia masih dalam mimpi panjang.


Diandra yang sedang berada di alam mimpi melihat Axel kecil menangis saat mereka kecelakaan.


Diandra ingin menjangkau Axel tapi tidak bisa, Ia ingin menenangkan Axel tapi tidak bisa.


Tiba-tiba waktu berlalu ke hari kedua Ia hilang.


Axel kecil datang ke tempat itu lagi, kali ini Ia ditemani pelayannya.


Axel kecil kembali menangis di tempat itu.


Hari berikutnya Axel kecil bertemu seorang pengemis, walau Ia sudah tau jika Diandra sudah kembali ke masanya Ia tetap berdiri di tempat itu, waktu itu Ia masih sangat kecil jadi belum terlalu mengerti ucapan pengemis itu.


Waktu berlalu lagi Diandra melihat Axel yang memakai seragam sekolah menengah pertama, Axel pulang sekolah lalu berdiri di tempat itu.


Waktu kembali berlalu Axel yang memakai seragam sekolah menengah atas turun dari motor, Ia berdiri di tempat kecelakaan itu juga.

__ADS_1


Air mata Diandra menetes melihat pertumbuhan Axel, wajah blasterannya yang semakin hari semakin keren, tubuhnya yang semakin hari semakin tinggi, kulitnya semakin hari semakin bersih.


Semua perubahannya terlihat jelas, hanya raut wajah sedihnya yang tetap terlihat.


Diandra mendekat dan melihat Mike berdiri sedikit lama di tempat itu. Ia ingin menjangkau wajah Mike tapi tidak bisa.


Saat itu karir Mike sudah mulai terlihat, walau Ia sudah tinggal jauh tapi Ia akan menyempatkan waktu ke tempat itu, entah seminggu sekali, sebulan sekali atau biasa lebih.


Saat ini Diandra masih tetap dalam mimpinya, Ia tetap berada di tempat kecelakaannya bersama Axel.


Waktu berubah ke saat Axel sudah kuliah tapi juga sudah jadi aktor ngetop.


Diandra terus menangis saat itu, Ia berusaha menjangkau Mike tapi tetap tidak bisa.


Ia semakin sedih saat air mata Mike menetes di pipinya, walau matanya tertutup oleh kaca mata tapi itu tidak menutupi air mata yang jatuh perlahan.


Kembali ke dunia nyata, Diandra yang masih koma mengeluarkan air mata terus menerus.

__ADS_1


Ina panik setengah mati melihat kejadian itu, Ia langsung menelpon asisten Stella karna saat ini orang yang dekat dengan Diandra cuma Niko, Mike dan Stella.


Saat Ina menelpon Mike dan Dito keduanya tidak ada yang aktif.


Stella dan Niko segera menuju rumah sakit setelah asistennya memberitahu.


Di depan rumah sakit Niko berlari panik, Stella mengikutinya dan ikut berlari, Stella melihat kepanikan Niko. Stella tidak ingin egois saat ini, Ia membuang rasa cemburunya untuk saat ini karna keadaan Diandra lebih penting.


Niko menemukan kamar rawat Diandra, Ia melihat Ina menghapus air mata Diandra yang terus mengalir.


Ina menoleh ke arah pintu saat pintu dibuka.


"Apa yang terjadi?" tanya Niko panik dan langsung mendekat ke samping kanan Diandra.


"Kemarin malam dia ditabrak pengendara motor, padahal sudah melewati masa kritis tapi Ia belum sadar juga, sejak kemarin air matanya tidak berhenti." Ina bangkit dari duduknya dan membiarkan Niko yang duduk.


Niko duduk di dekat Diandra, Ia menggenggam tangan Diandra.

__ADS_1


Rasa sedih menyelimuti hatinya apalagi saat melihat bibir merah Diandra berubah warna seperti kertas.


Wajah Diandra basah oleh air mata seakan-akan Ia mengalami hal buruk di mimpinya.


__ADS_2