Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
83


__ADS_3

Mike menonton mereka sedikit lama, senyumnya mengambang, Ia membayangkan saat ini Diandra mengurus anak mereka sendiri.


Diandra menoleh ke arah Mike, Ia tersenyum saat melihat suaminya itu.


Maya turun dari sofa lalu berlari mencari ibunya.


Diandra berdiri lalu merangkul lengan Mike yang basah oleh keringat.


"Ini penuh keringat, nanti kamu kotor," ucap Mike


"Tidak akan," Diandra semakin mengeratkan rangkulan tangannya, "Cepat mandi lalu kita sarapan bersama," ucap Diandra


Mike mengangguk, "Nanti kita jalan-jalan setelah sarapan," katanya


Diandra mengangguk sambil tersenyum, Ia melepaskan rangkulannya lalu membiarkan Mike pergi mandi.


Setelah sarapan, keduanya jalan-jalan menikmati kehijauan dan yang lainnya.


Diandra tersenyum puas saat menikmati pemandangan Indah, "Saat kita punya anak, kita harus bawa anak kita ke sini," kata Diandra saat Ia memejamkan mata menikmati angin


Mendengar kata anak membuat jantung Mike berdebar, Ia mulai gelisah tidak tenang, tatapan sedihnya saat menatap Diandra juga terlihat jelas. Diandra yang masih memejamkan mata sambil merentangkan tangan tidak menyadari jika wajah Mike sedih bercampur gelisah.


"Kamu sukanya anak laki-laki atau perempuan?" tanya Diandra membuyarkan lamunan Mike


"Suka semuanya yang penting Ibunya kamu," jawab Mike yang berusaha tersenyum karena sekarang Diandra sudah membuka mata dan menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Kalau begitu anak pertama kita semoga laki-laki biar nanti dia bisa menjaga adik-adiknya, dan biar dia bisa seperti kamu," ucap Diandra


Mike tersenyum lagi, Ia langsung memeluk Diandra, "Apapun yang terjadi nanti di kehidupan rumah tangga kita, aku harap kamu tetap percaya padaku,"


Diandra yang sudah bersandar di pundak Mike, mengangguk beberapa kali.


"Yang penting kamu selalu jujur padaku," ucapan Diandra ini kembali memicu kesedihan Mike


Maaf Dian karena saat ini masih ada kebohongan yang belum siap aku katakan padamu batin Mike


*


Kembali ke kota


"Belum puas liatnya?" tanya Mike yang selalu sadar saat diperhatikan.


Diandra tersenyum malu, Ia tidak menjawab tapi langsung mengalihkan pandangan ke arah luar.


Mike tersenyum melihat Diandra yang malu, Ia menggenggam erat telapak tangan Diandra.


"Bisakah gantian menyetir?" tanya Mike


"Memangnya kenapa?" tanya Diandra balik


"Tidak ada, hanya sedikit lelah saja," jawab Mike

__ADS_1


"Ya sudah, menepi dulu," Diandra setuju untuk menyetir


Mike melihat dari spion mobil di belakang, setelah aman Ia langsung menepi dan turun dari mobil, mereka bertukar tempat.


Mike sudah duduk di kursi penumpang, sedangkan Diandra sudah bersiap menyetir.


Mike senyum-senyum ke arah Diandra yang sudah mulai menjalankan mobil.


Setelah sekitar 5 menit menyetir, Diandra menoleh ke arah Mike yang sedari tadi ternyata menatapnya sambil senyum-senyum.


"Kenapa?" tanya Diandra yang kembali fokus ke depan


"Ternyata enak ya duduk santai sambil mandangin istri nyetir, pantas saja dari tadi kamu mandangin aku terus," ucap Mike


"Berarti ini sengaja ya nyuruh aku nyetir," ucap Diandra sedikit memonyongkan bibirnya


"Uhu.., biar bisa terus mandangin kamu yang mungkin seumur hidup ini gak akan bisa puas," kata Mike sambil membelai rambut di wajah Diandra.


Diandra tidak bisa berkata-kata karena Mike terus menggodanya dengan berbagai ucapan.


"Aku gak bisa fokus lo, kalau kamu terus ngeliatin," ucap Diandra


"Ya baiklah ngeliatin kamu 5 menit terus ngeliat ke arah lain 2 menit dan seterusnya seperti itu hingga nyampai rumah," kata Mike


"Huh, sama aja," ucap Diandra

__ADS_1


__ADS_2