Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
64


__ADS_3

Karena tangan Dito masih sakit jadi Ia meminta tolong orang yang ada di dekat.


Diandra belum sadar, Ia dirawat di ruangan sebelah Mike, infus sudah terpasang.


Wajahnya mulai memerah, Dito mengambil foto saat Ia terbaring lemah belum sadar.


Setelah mengurus semuanya, Dito langsung keluar, makanan yang tadi sudah jatuh sudah dibersihkan.


Ia kembali mencari makanan untuk Mike, saat Ia masuk ke ruang rawat Ia melihat Mike sudah menunggunya.


"Apa antriannya sepanjang itu?" tanya Mike


Dito hanya diam, wajahnya sedikit berubah. Ia menyimpan makanan di meja lalu membuka satu persatu untuk dimakan Mike.


Mike mulai makan, Ia melihat ke arah Dito yang belum menyentuh makanan sedikitpun.


"Oh ya, Diandra..." ucap Dito terhenti karna wajah Mike terlihat kesal


"Sudah kubilang jangan menyebut namanya lagi." Mike menyimpan makanannya di meja.


Perawat pribadinya mendengar pembicaraan mereka sambil sesekali melirik Mike karna penasaran.


Dito memberikan ponselnya, Ia memperlihatkan foto Diandra yang terbaring tidak sadar.


Mike menatap wajah Dito, "Apa yang terjadi?" tanyanya


"Kau melarang menyebutnya, jadi lupakanlah," kata Dito


"Cepat katakan, apa yang terjadi?" teriak Mike

__ADS_1


"Lihat sendiri di ruang sebelah," kata Dito menunjuk ke arah kiri.


Mike yang memang masih memakai infus langsung menarik jarum dari tangannya, Ia turun dari ranjang lalu berlari keluar, Ia tidak peduli pada lukanya yang masih sakit.


Rasa sakitnya tiba-tiba hilang.


Dito kaget melihat respon Mike, Ia tidak menyangka Mike bisa sekhawatir itu hingga melupakan kesehatannya sendiri.


Dito mengejar Mike keluar, perawat pribadi Mike juga ikut keluar.


Mike membuka pintu, Ia melihat Diandra masih memejamkan mata.


Mike langsung mendekat dan berbaring di samping Diandra, ranjang pasien sangat sempit, Mike berbaring dan langsung memeluk Diandra.


"Maaf," ucapnya sambil mengangkat kepala Diandra membaringkannya di lengan.


Diandra yang lagi di bawah alam sadar merasa tubuhnya hangat tidak lagi dingin.


Dito dan perawat pribadi melihat dari pintu, keduanya langsung duduk di kursi tunggu.


Dito tersenyum senang membuat perawat pribadi bingung.


Perawat ingin bertanya tapi merasa tidak pantas karena Ia cuma perawat sewaan.


Di dalam Mike memeluk erat Diandra.


Saat tengah malam, Diandra membuka mata, Ia melihat seseorang memeluknya, Ia tersenyum saat melihat Mike tidur sambil memeluknya.


Jika ini mimpi, kumohon jangan bangunkan aku batinnya

__ADS_1


Diandra mengangkat tangannya, Ia memegang wajah Mike yang terasa sangat nyata.


*


Keesokan harinya


Diandra bangun dan melihat tidak ada siapapun di sampingnya.


Ponselnya berdering jadi Ia langsung mengambilnya dari dalam tas yang ada di meja.


Seniornya di rumah sakit mengirim pesan, Diandra langsung membalasnya dan menyuruhnya datang.


Beberapa jam berlalu setelah selesai sarapan bubur rumah sakit, saat itu senior juga pas datang.


Ia adalah pria yang cukup tampan, Ia baik dan sangat perhatian, dari awal Ia sering membantu Diandra.


"Kamu baik-baik saja?" tanya seniornya yang bernama Alan.


"Baik-baik saja, maaf jadi menyusahkan Dokter Alan," kata Diandra


"Tidak apa, kamu sudah seperti adik bagi saya," kata Alan


"Kalau begitu bisakah bantu saya satu hal?" tanya Diandra


"Tentu, katakanlah," jawab Alan mantap


"Di ruang sebelah ada teman saya, Ia sangat ingin melihat saya punya pasangan, jadi bisakah bantu saya untuk berpura-pura jadi pasangan saya," kata Diandra sedikit memohon


"Ya baiklah," Alan setuju tanpa berpikir lagi.

__ADS_1


__ADS_2