
"Ada apa denganmu?" tanya Niko
Diandra menggeleng, "Aku ingin pulang,"
"Mike?" tanya Niko lagi
Diandra menangis tersedu-sedu seperti anak kecil tapi tidak bicara sedikit pun.
Niko yang tidak mendapat jawaban langsung mengerti, Ia membawa Diandra masuk ke dalam mobil, mereka mengira mobil tadi tidak sengaja hampir menabrak.
Di sisi jalan, Ines semakin kesal tapi tadi Ia juga tidak akan menabrak Diandra, Ia cuma ingin menakutinya saja.
Ines melaju pergi saat Niko dan Diandra tidak fokus padanya.
Di sepanjang perjalanan Diandra menangis meraung-raung seperti anak kecil.
"Dia tidak menginginkanku lagi, dia ingin aku menikahi orang lain dan punya anak dari orang lain," ucapnya berkali-kali
Niko tersenyum melihat tingkah Diandra yang tiba-tiba berubah jadi kekanak-kanakan.
Diandra semakin menangis saat Niko tersenyum.
"Oh ya orang yang menusuk Mike sudah tertangkap, ternyata Ia adalah orang yang menyukai Carla," ucap Niko
Diandra kaget langsung menghadap kearah Niko sambil menghapus air mata.
"Maaf Dian," ucap Niko lagi
Diandra menggeleng, "Tidak apa-apa. Oh ya apa Glenca ketakutan?" tanyanya
"Iya, Dia terus menangis," jawab Niko
Diandra datang ke rumah Niko, Ia menghibur Glenca sekalian menghibur diri sendiri.
__ADS_1
Mereka bermain hingga sore.
Diandra pulang ke apartemen, Ia mulai bersih-bersih karena besok pagi harus pulang ke rumah dan kembali bekerja.
Tapi Ia masih sedikit tidak tenang jika tidak melihat Mike.
*
Keesokan harinya
Sebelum pulang, Ia sengaja datang dulu ke rumah sakit tempat Mike di rawat, Ia melihat Dito menemaninya padahal saat ini Dito juga masih terluka.
Terlihat Dito bersama perawat pribadi yang sedikit cantik, Ia mengurus Mike.
Ya kau tidak membutuhkanku lagi karena akan banyak orang yang menjagamu batin Diandra yang langsung berlalu pergi
Diandra berjalan pergi, wajahnya tersenyum tapi hatinya menangis.
Diandra memulai pekerjaan agak siang karena Ia akan lembur untuk beberapa hari kedepan.
*
Beberapa hari berlalu Diandra duduk sendiri diruangannya.
Ia melamun karena sangat ingin melihat keadaan Mike.
Ia langsung menyibukkan diri dan tetap bekerja lembur untuk melupakan semuanya.
Diandra hanya mendapat hari libur setiap hari kamis jadi karena besok hari kamis jadi malam ini sepulang kerja Ia langsung pulang ke apartemen.
Ia melangkah masuk setelah memasukkan kode, ada rasa kesepian setiap kali Ia melangkah masuk, Ia selalu berharap Mike ada disini bersamanya menghabiskan waktu seperti dulu bersamanya.
Tapi sekarang Mike sudah berubah, semuanya telah berubah.
__ADS_1
Karena cukup lelah, Diandra langsung tertidur tanpa makan dan mandi. Saat tengah malam tiba-tiba Ia mulai berkeringat, Ia membuka mata, membuka selimut dan langsung berjalan keluar kamar untuk mencari air putih.
*
Keesokan paginya, Diandra merasa akan demam tapi Ia harus keluar nanti sore, Ia ingin melihat keadaan Mike di rumah sakit, sudah 10 hari Mike di rumah sakit dan sudah 9 hari Ia tidak melihatnya.
Diandra pergi ke dapur lagi untuk minum air panas jadi Ia memanaskan air, Ia tidak sarapan karena bahan makanan tidak ada.
Diandra kembali berbaring dan tertidur, saat Ia bangun jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, perutnya keroncongan karena dari semalam belum makan.
Diandra berdandan sedikit, lalu keluar dan mencari taksi, Ia mencari makanan dulu untuk mengisi perutnya setelahnya Ia langsung pergi ke rumah sakit tempat Mike dirawat.
Ia mengintip dari kaca pintu, Mike sekarang sudah duduk dengan nyaman, mungkin lukanya sudah sepenuhnya kering dan tidak akan lama lagi sembuh total.
Diandra tersenyum saat melihat wajah Mike tidak pucat lagi.
Dito yang baru habis membeli makanan untuk makan malam melihat Diandra mengintip.
Diandra berbalik ingin pergi karena kakinya sudah tidak kuat untuk berdiri. Tubuhnya juga mulai sedikit panas.
Saat Ia berbalik Ia melihat Dito menatapnya, Dito kaget melihat wajah pucat Diandra.
Hari hampir gelap saat Dito datang.
"Tolong jangan katakan aku kesini," ucap Diandra
Dito mengangguk, "Apa kamu sakit?" tanyanya
"Ini hanya sedikit tidak enak badan. Oh ya aku pulang dulu, sepertinya keadaannya sudah cukup baik," kata Diandra dengan suara yang mulai parau.
"Ya, setelah pulang istirahatlah," kata Dito
Diandra tersenyum mengangguk lalu melangkah pergi, tapi baru beberapa langkah Ia langsung pingsan hingga membuat Dito panik dan menjatuhkan makanan.
__ADS_1