
Pagi hari, Diandra sudah berada di rumah sakit tempatnya bekerja, bukan ingin masuk kerja tapi saat ini dia meminta Alan membantunya tentang kedua helai rambut itu.
Alan orangnya tidak suka terlalu ingin tau jadi dia hanya mengambilnya dan membawanya ke dokter yang menangani itu tanpa memberikan nama.
Diandra sedikit tidak sabar tapi Alan bilang besok baru keluar hasilnya.
Alan menatap kekhawatiran di wajah Diandra tapi dia tetap tidak ingin bertanya.
Diandra berjalan pergi meninggalkan rumah sakit dengan langkah pelan.
Sebelum melihat hasilnya hatinya belum bisa tenang.
Keesokan harinya, Diandra datang di sore hari menemui Alan yang sudah pulang kerja, dia sengaja meminta Alan membantunya karena jika orang lain tau pasti urusannya panjang.
3 hari ini dia berangkat pagi dan pulang sore atau malam hari ke rumah biar orang lain tidak curiga jika dia mengambil cuti.
__ADS_1
Tempatnya berdiam diri adalah apartemen milik Mike yang cukup jauh dari tempatnya sekarang tapi dia tidak lelah setiap hari ke tempat itu.
Saat duduk di hadapan Alan, sebelum memberikan hasilnya Alan melihat kearah wajah pucat Diandra, tangan Diandra juga mengepal cemas, saat ini mereka duduk di restoran.
Alan memberikan kertas itu masih dengan menatap wajah Diandra.
Diandra membukanya dengan pelan, dan apa yang dia duga beneran nyata 99,99% mereka ayah anak.
Diandra masih mencoba bersikap tenang supaya Alan tidak curiga, dia mengangkat wajah lalu tersenyum kearah Alan, senyum yang dipaksakan itu terlihat jelas oleh Alan.
"Terima kasih senior, biayanya saya transfer nanti, saya harus pergi," ucapnya berusaha santai tapi suaranya tetap bergetar
Diandra mengangguk lalu berdiri dari kursinya dan langsung berjalan pergi.
Hatinya mulai sakit, tapi dia tidak ingin menangis ditempat ini.
__ADS_1
Masuk ke mobil lalu melaju pergi, kertas itu sudah remuk dikepal erat dan entah kapan terjatuh ke bawah dan sedikit tidak terlihat.
Diandra membuka tasnya lalu mengambil buku nikahnya. Pernikahan mereka sah dan di data tidak ada jejak Mike pernah menikah, jadi kemungkinan mereka tidak menikah.
Melaju pulang ke rumah, di tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah Alvaro, mobil wanita itu baru meninggalkan halaman rumah Alvaro jadi dia putar balik dan mengejar mobil itu, dia tidak akan terburu-buru pulang karena Mike tidak pulang untuk malam ini.
Sejam berlalu, mobil itu berbelok ke kediaman yang cukup mewah, rumah itu milik om Heru tapi Diandra tidak tau.
Sudah tau akan rumahnya, dia kembali pergi.
Keesokan harinya, di pagi hari Mike baru pulang, saat dia membuka pintu kamar tidak ada jejak Diandra, awalnya dia ingin istirahat tapi karena Diandra tidak ada jadi dia keluar lagi dan bertanya ke pembantu,
Pembantu yang kemarin malam sudah ditelpon Diandra langsung menjawab jika Diandra lembur di rumah sakit karena pasien cukup ramai.
Di tempat lain, Diandra saat ini berdiri di tempat pertemuan pertama mereka, bangku taman sudah diganti baru dan cukup mewah tidak seperti belasan tahun lalu.
__ADS_1
Dia duduk semalaman di tempat itu tanpa peduli rasa dingin di malam hari.
Kenangan saat pertama kali bersama Axel kecil terlintas semalaman dan berputar itu-itu saja seperti kaset yang diputar berulang-ulang.