
Ketiganya sudah pulang ke rumah, Diandra duduk di tempat tidur, sejak pulang wajahnya terlihat banyak pikiran.
Mike mendekatinya lalu duduk di sampingnya, "Ada apa?" tanyanya
Diandra menggeleng sambil tersenyum tipis.
Senyumnya terlihat jelek karena dipaksakan jadi Mike bisa tau ada yang salah.
"Apa tidak senang di rumah om Heru?" tanya Mike
Diandra menggeleng tapi tiba-tiba wajahnya berubah sedih dan matanya berkaca-kaca.
"Kenapa?" tanya Mike khawatir sambil memeluknya
"Maaf," ucapnya terisak
Mike bingung mendengar kata maaf tiba-tiba.
"Maaf kenapa?" tanyanya
__ADS_1
Cepat atau lambat Mike pasti curiga kenapa dia tidak hamil-hamil padahal sudah beberapa bulan menikah sedangkan tubuhnya baik-baik saja.
Diandra melepaskan pelukannya lalu mengambil tasnya dan mengeluarkan kepingan pil.
Mike menatap kearah pil itu, dia langsung tau itu pil apa, wajahnya berubah, dia memegang dahinya tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Maaf," ucap Diandra tanpa berani melihat ekspresi suaminya
Tanpa bicara Mike langsung mengambil pil itu dan membuangnya di tempat sampah, dia langsung pergi keluar kamar tanpa bicara dan menutup pintu sedikit keras, emosinya meluap hingga dia tidak tahan lagi untuk marah, takut membentak istrinya jadi dia pergi keluar kamar.
Diandra kaget saat pintu tertutup keras, air matanya mengalir semakin banyak, ini pertama kalinya Mike marah hingga membanting pintu seperti itu.
Dia tidak berani bergerak dan hanya mematung.
Kamar tamu berada di bawah hingga barang pecah bisa terdengar oleh beberapa pembantu.
Para pembantu yang belum tidur saling menoleh dan akhirnya pembantu lama lah yang keluar dan mencari tau apa itu.
Evi yang sudah kembali bekerja di tempat itu mengikuti pembantu tua.
__ADS_1
Keduanya melihat dari luar jika saat ini Mike lah yang berada di dalam kamar itu, pintu terbuka sedikit jadi mereka bisa melihat.
Keduanya bingung apa yang terjadi karena tadi saat majikannya kembali mereka terlihat biasa saja dan masih sempat bercanda tapi kali ini tuannya terlihat frustasi dan hanya menunduk duduk di tepi ranjang.
Mike yang memang peka langsung berteriak, "Tutup pintunya dan pergi, saya tidak ingin diganggu," ucapnya keras dan ini pertama kalinya ucapan kasar seperti itu keluar, kedua pembantu langsung pergi setelah menutup pintu, mereka kaget karena ketahuan mengintip.
Setelah pintu tertutup, Mike langsung berjalan menuju kamar mandi, hampir sejam dia mandi untuk mendinginkan hatinya yang sedang panas. Dia hanya memakai jubah mandi karena semua pakaian ada di kamar utama.
Setelah rambut kering dia langsung berbaring dan memaksakan tidur tapi tetap tidak bisa, dan akhirnya dia tertidur setelah pukul 1 malam, tidurnya pun dengan dahi berkerut.
Keesokan harinya, dia membuka mata dan saat akan bergerak tubuhnya seperti terikat, ternyata sebuah lengan memeluk perutnya, dia menoleh kesamping dan terlihat wajah halus istrinya sedang tertidur lelap, matanya terlihat bengkak walau tertutup tapi bengkaknya terlihat jelas.
Dia masih kesal jadi tidak ada nafsu untuk menatap wajah cantik istrinya, dia melepaskan tangan yang melingkarinya lalu akan bangkit dengan pelan.
Tangannya terlepas membuat Diandra sadar dan langsung menatap kearah suaminya yang akan pergi.
"Axel...!" panggilnya
Biasanya Mike sangat bahagia jika dipanggil Axel tapi sekarang karena masih kesal jadi dia tidak memperdulikannya dan tetap lanjut bangkit.
__ADS_1
*
Ceritanya terfokus pada Diandra karena memang dari awal novel ini tentang hidup Diandra