Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
122


__ADS_3

Mike memeluk paksa istrinya, menenangkannya.


"Ya, ya, ya, aku salah, maafkan aku. Oke?" Mike mengeratkan pelukannya.


Diandra masih terisak, "Kenapa gak bilang dari awal, dari sebelum kita menikah? aku bisa memberinya kasih sayang sejak itu dan lebih bagus lahi kenapa kamu gak kembali sejak dia masih bayi biar dia tidak merasakannya hidup tanpa seorang ibu,"


"Maaf," hanya itu yang terucap dari mulut Mike, dia ikut berkaca-kaca, dia tau Diandra orangnya baik dan tulus tapi sekarang dia jadi semakin tau jika istrinya ini baik dan tulusnya luar biasa overdosis.


"Aku ada syuting siang 2 jam lagi," ucap Mike


Diandra melepaskan diri dari pelukannya, "Sana pergi," ucapnya


"Aku akan kembali sebelum makan malam, nanti malam aku akan menceritakan semuanya, jangan marah lagi," Mike menghapus air mata istrinya


Diandra menoleh ke kiri, dia tidak lagi berbicara.


Mike memegang wajahnya dengan kedua belah tangannya lalu memberi kiss sebelum pergi.


Mike menghilang di depannya barulah dia tersenyum tipis sambil memegang bibirnya yang memang sudah beberapa waktu tidak tersentuh.


Malam hari, Diandra dan Alvaro sedang memainkan beberapa mainan robot, setelah melihat Mike masuk keduanya menoleh sebentar lalu merapikan mainan yang berserakan.


Setelahnya mereka langsung makan malam bersama, sesekali Mike melihat interaksi keduanya, dia sangat terabaikan sejak semuanya terbongkar, entah harus kesal atau bahagia, dia tidak tau lagi.

__ADS_1


Setelah makan, semuanya naik ke lantai atas, sebelum tidur, Diandra duduk menemani Alvaro mengerjakan pekerjaan rumah, guru taman kanak-kanak memintanya menggambar kedua orang tuanya dan dirinya berada di tengah mereka.


Awalnya Alvaro hanya menggambar dia dan Daddy, lalu dia ingat jika ibu guru memintanya menggambar Mommy juga, dia mengangkat wajah dengan hati-hati, "Bolehkan di sebelah kiri ini Al menggambar Mommy?" tanyanya


Diandra melihat mata polos anak ini lalu mengangguk senang dengan mata berkaca-kaca, dia tersenyum bahagia.


"Terima kasih Mom," ucap Alvaro sambil merangkul leher Diandra


Diandra mengangguk beberapa kali.


Mike melihat dari pintu, dia tersenyum senang melihat kedua orang tercintanya. Dia pergi diam-diam dan masuk ke kamarnya lalu berbaring menatap langit-langit.


Hingga tengah malam Diandra belum kembali ke jamar mereka, jadi dia keluar untuk melihatnya, dia membuka pintu kamar putranya dan pemandangan indah lah yang terlihat, keduanya saling merangkul seperti anak dan ibu sungguhan.


Perlahan dia berjalan mendekat, wajah tidur lelap keduanya terlihat jelas dan semakin jelas seiring langkah mendekat.


Dengan pelan dia melepaskan rangkulan keduanya hingga terpisah satu sama lain.


Dengan pelan dia mengangkat Diandra ke pelukannya hingga Diandra mulai tersadar dan hampir berteriak.


"Sssttt," Mike memintanya diam.


.

__ADS_1


Setelah melihat orang yang menggendongnya barulah dia bisa tenang.


"Alvaro sendiri," ucap pelan Diandra


"Dia sudah biasa tidur sendiri, aku yang tidak bisa," ucap Mike seketika keluar dari kamar dan meminta Diandra menutup pintu.


"Kamu sudah dewasa," ucap Diandra


"Tapi sebagai orang dewasa kebutuhan fisikku lebih penting," kata Mike lagi


Ucapan tidak tahu malu Mike membuat Diandra merinding.


"Mike," ucap Diandra


"Kita sudah tidak melakukannya beberapa waktu, kamu pikir aku ini pria tidak normal, yang sudah punya istri tapi tidak disentuh?" kesal Mike


Tanpa terasa mereka sudah masuk ke kamar mereka dan menutup pintu dengan kakinya, Diandra masih di pelukannya sambil berpegang di lehernya. Jakunnya turun naik menandakan nafsunya tidak bisa ditahan lagi.


"Tapi dulu bisa, setiap hari kita tidur seranjang tapi tidak perlu melakukannya, dan juga sewaktu kita berpisah selama 5 tahun kamu juga bisa tanpa wanita kecuali kesalahan satu malam itu sama Mauren," kata Diandra yang saat ini sudah diletakkan ditempat tidur dengan lembut.


"Kamu tidak tau seberapa menderitanya dulu aku setiap malam berada di samping kamu tapi tidak bisa melakukan apa-apa," Mike menghela nafas mengingat dulu dia sering tidak bisa tidur..


Mike menindihnya meletakkan kedua sikunya di tempat tidur menahan berat tubuhnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2