Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
69


__ADS_3

Keesokan harinya


Diandra melihat kalender, "Baru beberapa bulan, aku sudah mengambil beberapa kali cuti, hanya tersisa beberapa kali lagi untuk tahun ini," gumamnya


Diandra sudah bersiap berangkat kerja, saat ini shiftnya sudah kembali normal yaitu 12 jam, jadi masuk pukul 8 pagi dan pulang pukul 8 malam, jadi Ia terburu-buru berangkat karena jam sudah pukul 7 pagi.


Diandra ingin mengendarai mobilnya tapi saat ingat tentang pesan Mike semalam yang mengatakan akan bertemu malam ini jadi Ia langsung mencari taksi supaya nanti malam dijemput Mike.


Sesampainya di rumah sakit, Ia senyum-senyum sendiri saat berjalan menuju ruangannya.


Teman sesama Dokter yang baru datang langsung menyapanya, "Apa ada hal baik?" tanyanya


"Tidak," jawab Diandra yang langsung masuk ke ruangannya.


Diandra langsung memakai pakaian Dokternya, lalu mengikat rambutnya jadi ekor kuda seperti biasa.


Ia bekerja dengan semangat walau sebenarnya sangat lelah karena shiftnya 12 jam, tapi tinggal beberapa bulan lagi shiftnya jadi 8 jam.


Ia harus melakukan yang terbaik biar bisa secepatnya mengatur shiftnya sendiri karena setelah menikah Ia tetap ingin bekerja tapi juga tetap akan mengurus keluarga.


Malam hari, Ia buru-buru keluar dari rumah sakit, dan benar saja mobil yang kemarin dipakai Mike sudah terparkir di parkiran.

__ADS_1


Diandra tersenyum saat melihat Mike keluar dari mobil.


Karena masih merasa ini mimpi jadi Diandra mencubit lengannya sendiri, "Ah..." Ia meringis kesakitan


Mike berjalan menghampirinya, "Kenapa?" tanya Mike khawatir


Diandra menggeleng, "Aku hanya mengira ini mimpi,"


Mike hanya tersenyum mendengarnya.


"Ayo makan malam bersama," ajak Mike


"Baiklah, kita beli makanan jadi saja lalu makannya di rumah," kata Mike sambil menarik tangan Diandra masuk ke dalam mobil.


Diandra menoleh ke kiri ke kanan takut ada yang melihat. Tapi karena ini sudah malam jadi tempat itu agak sepi.


Saat di mobil, Diandra melihat Mike duduk tidak menyandar, Ia langsung teringat dengan kejadian itu.


"Apa masih sakit?" tanya Diandra saat memegang belakang Mike.


Mike mengangguk tanpa melihat.

__ADS_1


"Ini karena ku, maaf," ucap Diandra merasa bersalah


"Ini bukan salahmu," Mike menoleh sebentar sambil mengusap kepala Diandra.


"Waktu itu kenapa kau tidak menendang pisaunya saja atau menarik orangnya," kata Diandra


"Waktu itu aku hanya mikir jika aku menendangnya atau menarik orang itu maka Ia akan tetap berusaha menusuk kamu atau anak Niko dan Ia pasti akan menusuk secara acak, entah itu di jantung, di hati atau di bagian berbahaya lainnya, jadi aku memelukmu biar pisau itu menusuk di bagian ini yang tidak terlalu bahaya," kata Niko saat memegang belakangnya, Ia terlihat santai saat mengatakan itu.


"Tapi jika saat itu Ia mengubah arah tusukannya menuju tengah maka sudah pasti mati," kata Diandra


"Jaraknya dengan kamu tidak terlalu jauh jadi Ia buru-buru tidak mungkin sempat mengubah arah tusukannya, saat itu tujuannya sudah jelas di jantung kamu, tapi Ia tidak mengira jika di detik terakhir aku memelukmu," kata Mike


"Tenang saja, Ia sudah di penjara dan tidak akan membahayakan kita lagi," tambah Mike


Diandra mengangguk, "Terima kasih," katanya pelan


Mike tersenyum melihat Diandra yang mulai memperhatikan jalan.


"Di depan ada rumah makan, kita beli di sana saja," ucap Diandra


"Ya," kata Mike setuju.

__ADS_1


__ADS_2