Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 101


__ADS_3

Saat di rumah sakit, pikiran Diandra kemana-mana, dia ingin selalu bersikal positif dengan mempercayai Mike tapi kenapa hatinya selalu berpikitlr negatif dengan meragukan Mike.


Anet yang sedang makan siang dengannya di kantin rumah sakit bingung melihatnya yang biasanya cukup ceria.


Yang mengetahui tentang pernikahannya dengan Mike hanya Alan dan Anet, keduanya sangat baik hingga bisa dipercayai.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Anet


"Umm...tidak, hanya sedikit lelah," jawabnya tanpa menatap Anet


"Dokter Dian gak bisa bohong, dari wajah terlihat jelas, ayo ceritakan," ucap Anet. Tangannya tertumpu pada meja sambil menatap wajah Diandra.


Diandra menatapnya dengan wajah bingung, "Tadi pagi saya melihat suami saya bersama anak tetangga, mereka tidak saling mengenal, saya yang mengenal akrab anak itu dan sering bercerita pada suami saya betapa saya bahagia mengenal anak itu, tapi tadi saya mulai meragukan semuanya, mereka terlihat sangat akrab,"


Anet mendengarkan semuanya, "Kesimpulannya, dia sengaja akrab dengan anak itu untuk membahagiakan kamu, karena dia tau kamu mencintai anak itu jadi dia ingin mencintai semua hal yang kamu cintai,"


Ucapan Anet ada benarnya, tidak seharusnya dia meragukan suaminya ini.


Diandra mengangguk dan langsung tersenyum, "Ya benar, benar, Mike memang orang seperti itu, terima kasih Anet."

__ADS_1


Sore hari seperti biasa, Diandra pulang kerja dan melewati rumah Alvaro tapi rumah itu sepi, pagar juga digembok jadi dia hanya melewat dan langsung pulang ke rumah.


Yang tidak terduga saat ini mobil Mike sudah ada di depan.


Senyumnya mengembang saat mobil berhenti tepat di samping mobil Mike, turun perlahan lalu masuk dengan pelan.


Saat membuka pintu tatapannya langsung tertuju pada senyuman manis suaminya, hingga saat ini jantungnya tetap berdetak tidak karuan saat melihat wajah suaminya, rasanya masih seperti mimpi, orang yang dulu berada di layar dan paling jauh dijangkau sekarang ada di depannya dan menjadi keluarganya.


Tanpa peduli rasa malu pada para pembantu, dia berlari langsung memeluk suaminya, dia sempat meragukannya tadi.


"Makan malam diluar." Mike mengelus rambut istrinya


"Oke," Diandra setuju, dia ingin menikmati masa pacaran setelah menikah sebelum seorang anak hadir diantara mereka.


Diandra berjalan ke lantai atas bersama Mike, Diandra pergi mandi sebentar lalu mereka berganti pakaian santai, tidak lupa masker dan topi.


"Tidak perlu ini," Mike menunjuk masker dan topi yang disiapkan oleh istrinya.


"Waktu pertama kali, kita juga sudah difoto jadi cepat atau lambat semuanya juga tau," tambah Mike

__ADS_1


Diandra tetap memakainya dan memakaikannya juga pada suaminya.


"Beneran gak perlu ini, kita pergi ketempat yang orang lain tidak ada," Mike membuka topi dan masker mereka


Mereka berjalan pergi lalu keluar rumah, kali ini mereka membawa supir karena keduanya cukup lelah untuk menyetir.


Perjalanan mereka sedikit jauh, tanpa terasa jalanan sudah gelap dan angin terdengar jelas, saat ini mereka melewati jalan besar dekat pantai.


Diandra menoleh kearah luar, senyumnya langdung mengembang saat melihat tempat indah di dekat pantai.


Mobil berhenti dan keduanya turun sambil berpegangan tangan.


"Axel ini indah," ucap Diandra


Sudah lama Diandra tidak memanggilnya Axel, saat dipanggil seperti itu rasanya mereka kembali ke zaman dulu saat awal-awal mereka bertemu.


Diandra tidak sabar jadi dia langsung menarik Mike yang masih melamun.


Tempat ini sangat romantis, lampu menerangi tempat di dekat pantai, kelopak mawar merah berserakan, makanan sudah tersaji di hamparan santai.

__ADS_1


Pantai terlihat jelas karena lampu ada dimana-mana.


Angin dingin menerpa untung keduanya memakai jaket tebal.


__ADS_2