BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 102


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Jaka yang saat itu sedang mengendarai laju mobil. Merasakan sesuatu yang tidak beres, terlihat dari kaca yang meperlihatkan posisi belakang. Ada sebuah mobil yang sedang mengikutinya, untuk memastikan hal itu. Jaka mencoba membelokkan laju kendaraannya untuk membuktikan sang penguntit, dan teryata benar. Mereka mengikutinya semenjak meninggalkan sekolah si kembar.


" Jaka, ada apa? " Kiya melihat Jaka seperti sedang tegang dan jalur yang ia ambil berbelok-belok.


" Sepertinya, kita sedang di ikuti nona!" Jaka segera mengambil ponselnya dan menghubungi markas.


Kiya kaget dengan perkataan Jaka, ia melihat ke arah belakang. Ada sebuah mobil yang memang berada disana, Kiya pun tampak berfikir. Namun, belum sempat ia membalikkan wajahnya. Mobil itu semakin cepat melaju...


Brak!!


Tabrakan tidak terduga terjadi, mobil dari arah belakang menabrak mobil yang dikendarai oleh Jaka. Mobil itu sempat oleng, namun Jaka berhasil mengendalikannya untuk tetap melaju.


......................


Kenan dan Azzam sedang berdiskusi dengan apa yang terjadi, transaksi perusahaan berjalan dengan lancar. Namun terjadi sedikit keanehan dalam transaksi produk mereka yang menggunakan jalur dunia bawah, ada sindikat yang ikut bermain untuk mengacaukannya.


" Bagaimana?" Azzam langsung mengeluarkan pertanyaannya untuk Kenan, mengenai kekacauan yang terjadi.

__ADS_1


" Blue devil." Jawab Kenan dengan meletakkan bukti-bukti yang ia dapatkan.


Mata elang itu melihat bukti-bukti yang Kenan letakkan, sungguh hal itu membuat dahi Azzam berkerut.


" Nona Bianca bekerjasama dengan jaringan tersebut tuan, mereka mengacaukan jaringan kita dengan memasukan virus yang terkuat. Dzac sedang menanganinya."


" Tetap waspada, mereka sangat licik dalam hal jaringan. Jangan sampai ceroboh, awasi setiap pergerakan mereka." Penekanan pada perkataan Azzam sangat jelas, bagaimana bisa wanita seperti Bianca bisa bekerjasama dengan kelompok seperti mereka.


" Baik tuan." Kenan menundukkan sebagian tubuhnya untuk menghormati bosnya.


Brak!!!


" Hem, ada apa?" Azzam masih belum mengalihkan penglihatannya dari melihat bukti-bukti yang Kenan berikan.


" Nona, nona tuan. Mobil nona di ikuti oleh seseorang!" Dzac dengan penuh kekhawatiran menyampaikan informasi tersebut.


" Apa?!!! Bagaimana bisa, dimana mereka?!!" Azzam yang begitu terkejut dengam hal itu, langsung mengeraskan rahangnya untuk berhadapan dengan Dzac.

__ADS_1


" Jaka menelfon meminta bantuan, tuan. Mobil mereka di ikuti sejak keluar dari halaman sekolah twins." Dzac menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari Jaka.


Azzam segera keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh Kenan, Dzac tidak bisa meninggalkan markas karena ia sedang mengatasi permasalahan jaringan mereka. Kenan dan Azzam dengan begitu cepat melesat menuju lokasi yang lokasinya sudah Dzac beritahukan sebelumnya, terlihat jelas wajah Azzam yang langsung berubaj menjadi merah dengan amarahnya.


" Bre****ek!!! Siapa yang berani mengganggu istriku?!!!" Azzam mengendarai sendiri mobilnya dengan kecepatan yamg sangat cepat, Kenan dan sebagian pengawal yang lainnya pun menuju lokasi.


......................


" Nona! Anda tidak apa-apa?" Jaka berusaha mengendalikan laju mobil mereka agar tetap stabil dan memastikan kondisi nonanya.


" Ti tidak apa-apa, saya baik-baik saja. Ada apa ini, Jaka? " Kiya sangat merasa cemas dengan kejadian tersebut.


" Sepertinya ada yang ingin mencelakai kita, nona. Saya sudah memberitahukan markas untuk segera mengirimkan bantuan, nona sebaiknya menunduk untuk berjaga-jaga." Jaka tidak ingin terjadi apapun terhadapa nona mereka.


Brak!!!


Brak!!!

__ADS_1


Mobil yang Jaka kendarai ditabrak kembali oleh sang penguntit, namun masih bisa Jaka kendalikan. Tiba-tiba seorang pengendara motor melintas di depan mobil mereka!!


__ADS_2