BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 116


__ADS_3

Kamera ponsel itu bergerak dan beralih kepada wajah Ansel, betapa kagetnya Kenan melihat wajah tuan mudanya yang berada pada layar. Tidak ada senyuman ataupun gerakan untuk menyapa kenan dari Ansel, begitu samanya dengan sikap Azzam.


" Tuan muda! I ini, artinya." mulut Kenan seketika ia tutup menggunakan telapak tangannya.


" Ya, dialah orangnya." Setelah memperlihatkan sang pemilik ID penyelamat perangkat data milik mereka, Azzam memutuskan sambungan tersebut.


" Daddy akan merahasiakan keahlianmu ini dari mommy boy, dengan persyaratan yang harus kau patuhi." Azzam sangat memahami kondisi seperti ini.


" Dad." Ansel menatap Azzam.


" Jangan pernah terlibat dan bergabung dalam kelompok manapun, tetap rahasiakan dirimu. Jika hal itu terjadi, kau akan tau apa yang akan daddy lakukan boy." Azzam menepuk pundak Ansel secara perlahan, lalu ia beranjak dari duduknya untuk keluar dari kamar puteranya.


" Ingat satu hal lagi, bersikaplah seperti usiamu. Jangan sampai hal ini membuat mommymu menjadi sakit kepala, beristirahatlah!" Azzam menutup pintu kamar puteranya dan kembali ke dalam kamarnya.


Ternyata pikiran daddy sudah terlebih dahulu menemukanku, heh! Pantas saja dia menjadi leader dan pengusaha ternama, namun ia akan berubah menjadi kucing manja jika berhadapan dengan mommy. Ansel.

__ADS_1


......................


Selesai dari pekerjaannya, Kenan bermaksud melaporkan hasil yang ia dapatkan kepada tuannya. Namun ternyata, ia kembali mendapat kejutan yang sangat luar biasa dan diluar dugaannya.


" Amazing! Bagaimana bisa tuan muda melakukannya? Usianya bahkan masih tergolong anak-anak, gila! Ini benar-benar sangat gila!" Kenan tidak habis pikir dengan kejadian ini.


" Ah, jangan sampai si pisang tau. Bisa hancur dunia karena jadi bahan gosipan dari simulut pisang itu, kacau jika dia mengetahuinya."


Kenan merahasiakan penemuannya itu dari Dzac, ia tidak ingin semuanya menjadi konsumsi publik saat Dzac mengetahuinya. Nyawa mereka akan lenyap seketika jika berita itu sampai menyebar, Azzam tidak akan tinggal diam akan hal tersebut.


......................


Pria itu, ternyata dia sedang bersama anak dari wanita sialan. Heh, ini kesempatanku untuk mendekatinya. Bianca.


Perlahan Bianca berjalan mendekati mereka, dengan berpura-pura tersandung. Isi kepalanya sudah begitu banyak rencana untuk melancarkan aksinya, lalu Ia menarik perhatian kedua orang tersebut.

__ADS_1


" Akh! Sorry, aku tidak sengaja!" Tutut Bianca kepada kedua pria tersebut, ia sembari membersihkan tumpahan dari minum yang ia bawa pada jas yang Jaka kenakan.


Ansel hanya menatap Bianca dengan penuh kekesalan, sepertinya Ansel sudah bisa membaca gerak-gerik yang Bianca perlihatkan pada mereka. Ketika tangan Bianca akam membersihkan pakaian Ansel, dengan cepat ia menepis tangan itu dari pakaiannya.


Plak!!


" Jangan sentuh, itu akan semakin membuatnya kotor!" jawaban tegas Ansel membuat Bianca terkejut, bagaimana bisa anak kecil itu membentaknya.


" Benar nona, silahkan anda melanjutkan kegiatan anda. Kami tidak apa-apa, lain kali berhati-hatilah." Jaka menarik diri beserta Ansel dari hadapan Bianca.


" Tapi, tunggu..." Upaya Bianca untuk menahan Jaka dan Asel menjadi sia-sia.


Dasar kalian sungguh membuatku kesal, lihat saja! Aku akan membuat kalian menderita, terutama wanita sialan itu harus segera aku singkirkan. Bianca.


Dengan menggerutu, Bianca pun pergi dari tempat tersebut. Ia pun menjadi perhatian sebagian pengunjung yang melihatnya, menahan rasa malu yang menerpa. Bianca pun dengan cepat berlalu.

__ADS_1


Dengam kejadian tersebut, Jaka pun melaporkannya kepada Azzam. Menceritakan awal mereka bertemu dengan Bianca, hingga akhirnya mereka pergi.


Dasar wanita licik, kau kira aku tidak mengenalimu! Jika saja tadi kau melakukan sesuatu kepada tuam muda, aku benar-benar tidak akan melepaskanmu. Jaka.


__ADS_2