BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 77


__ADS_3

Berdiri di hadapan mereka seorang laki-laki dengan perawakan yang cukup gagah. Dia adalah Rayyan, orang kepercayaan Azzam di negara D.


" Tuan!"



Perhatian semuanya tertuju pada Rayyan, ia menundukkan separuh tubuhnya di hadapan Azzam sebagai tanda hormat. Kedatangannya saat ini bukan hanya kunjungan biasa saja, melainkan untuk membantu permasalahan yang sedang terjadi.


" Tuan, izinkan saya untuk membantu!" Rayyan mengatakan tujuan kedatangannya, hal itu hanya mendapat anggukkan kepala dari Azzam.


Kabar penculikan istri dari leader mereka dengan sangat cepat menyebar di kalangan dunia bawah, banyak dari mereka yang ingin menawarkan bantuan kepada Azzam. Namun hal itu, dengan tegas di tolak olehnya.


" Hah! Siapa kau?" Dzac mulai dengan kekonyolannya. Walaupun begitu, Kenan juga ingin mengetahui siapa sebenarnya yang sedang berdiri dihadapan mereka.


" Hem, perkenalkan. Saya Rayyan, pendamping perusahaan tuan di negara D." Dengan penjelasan itu, Azzam tidak ingin berlama-lama. Ia segera memerintahkan mereka bertiga untuk segera melakukan tugasnya.


Azzam pun tidak berdiam diri, ia juga ikut mengakses setiap jaringan yang ada. Namun setelah satu jam lamanya, mereka masih belum bisa menemukan titik lokasi keberadaan Kiya. Hingga pada akhirnya, Dzac yang sebelumnya merasa engan bekerja sama dengan Rayyan. Kini, mereka berkolaborasi menjadi satu bersama Kenan juga.

__ADS_1


" Binggo!!!" Teriak Azzam dan mereka bertiga juga ikut berteriak secara bersamaan.


Mereka bertiga segera menghampiri tuannya dan saling mencocokkan satu sama lain dari layar monitor. Mereka mendapatkan lokasi dimana Kiya berada saat ini, Azzam pun dengan sigap menyiapkan semuanya untuk mengambil kembi istrinya.


" Jangan banyak membuang waktu, kalian bergeraklah. Sisakan untuk berjaga-jaga." Ujar Azzam kepada anak buahnya.


Pergerakan mereka begitu sangat cepat, dengan berbagai cadangan senjata juga siap untuk aksinya.


......................


Gabriel dengan melangkah sangat cepat menuju rumahnya, ia mendapatkan telfon dari maid yang berada di mansion jika sang nenek pingsan.


" Itu tuan, buk Ambar mendapat telfon. Terus setelahnya, ibuk langsung merasakan sesak di dadanya dan pingsan." Maid tersebut menjelaskan kronologi kejadiannya dengan terbata-bata.


Bre****ek, pasti nenek mendengar jika Kiya diculik. Ah, bagaimana ini. Tapi, kenapa wajah nenek! Tidak... Gabriel.


" Ambilkan alat kerjaku!! Cepat!" Gabriel terlihat begitu panik, saat melihat wajah sang nenek sangat lucat dan suhu tubuhnya terasa dingin.

__ADS_1


Maid tersebut segera menuruti perkataan Gabriel, selang pernafasan itu kini menempel di hidung Ambar. Gabriel langsung memberikan pertolongan darurat, setelah beberapa saat.


" Tidak, nenek bangun nek!! Kalian! Cepat siapkan mobil!!" Teriakan Gabriel sangat keras, ia begitu takut dengan keadaan sang nenek.


Para maid pun sehera berhamburan untuk segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh tuannya.


Gabriel pun dengan segera membawa Ambar menujur runah sakit, ia tau jika keadaan neneknya itu dalam kondisi yang tidak baik.


" Bertahanlah nek, bertahanlah!Kiya akan marah jika nenek seperti ini, bertahanlah. Jangan tinggalkan Gabrie, nek. " Erangan suara Gabriel terdengar terisak pilu.


Mobil yang membawa mereka melaju dengan sangat cepat, Gabriel merasakan nafas sang nenek semakin melemah.


Saat tiba dirumah sakit, ia langsung membawa tubuh ringkih itu memasuki ruang gawat darurat. Peralatan medis yang ia butuhkan, dengan sangat cepat ia hubungkan pada tubuh sang nenek. Dengan dibantu oleh dokter dan tenaga medis yang lainnya, pertolongan darurat diberikan, air mata itu terus mengalir dari sudut mata Gabriel.


" Bertahanlah nek! Aku tidak akan membiarkan keluargaku pergi lagi, tidak akan!" Gabriel begitu khawatir, bagaimana tidak.


Sang nenek terkena serangan jantung, disaat ia mendapatkan berita jika cucu perempuan kesayangannya telah diculik dalam kondisi baru saja keluar dari rumah sakit. Selama satu jam, mereka terus berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa seorang nenek dari sang pemilik rumah sakit. Ya, rumah sakit itu adalah milik Gabriel.

__ADS_1


......................


__ADS_2