
Bbrraakk!!!
Dor...
Dor...
Dor...
Semua para tamu undangan segera di amankan oleh para anggota Blood Devil, hal itu sudah dipersiapkan oleh sang leader untuk memyelamatkan semua nyawa mereka.
" Ma mas, a ada apa ini?!!" Tubuh Kiya bergetar dengan sangat hebat, Azzam meraih tubuh mungil sang istri dan memeluknya.
" Maaf sayang, mas sudah merusak hari bahagia kita. Lebih baik kita menyingkir terlebih dahulu dari sini, nanti akan mas jelaskan. Oke!!" Azzam mencium kening Kiya dan mengarahkannya untuk berjalan seperti apa yang di intruksikan oleh suaminya itu.
" Ta pi mas." Air mata itu menetes dengan sendirinya, dengan cepat Azzam menghapusnya dengan menggunakan jemari tangannya.
" Percaya sama mas, yang lainnya sudah di amankan oleh Kenan dan yang lainnya." Azzam mempercepat langkahnya, melihat sang istri kesulitan untuk melangkah dikarenakan gaun yang ia kenakan. Dengan segera ia menggendong tubuh mungil itu, menuju tempat yang sudah dipersiapkannya.
Sesampainya di ruangan itu, Azzam menenangkan Kiya yang masih bergetar. Ia harus sabar memberikan arahan kepada isrinya, sedangkan ketiga orang kepercayaan Azzam. Mereka sudah terlebih dahulu mengamankan situasi yang ada, kekacauan ini sudah mereka antisipasi dari awal.
" Sayang, buatlah dirimu untuk tenang dan senyaman mungkin. Mas janji tidak akan ada yang terluka dari pihak kita, ini hanya hal kecil. Daffa dan yang lainnya sudah menangani mereka." Azzam masih memeluk Kiya dan perlahan mengusap kepalanya dengan sangat lembut.
__ADS_1
" A apa ini semua karena aku mas?" Kiya semakin terisak dalam pelukan Azzam.
" Jangan berpikiran seperti itu, istirahat saja ya. Nanti akan mas jelaskan. Tidak apa-apa kan mas tingal sendirian sebentar?" Azzam mendudukkan Kiya di pinggir tempat tidur, dikamar Azzam.
" Em, baiklah mas. Berjanjilah untuk tidak terluka." Kiya menatap wajah suaminya dengan penuh harap.
Begitu mengemaskan bagi Azzam menatap wajah wanita yang saat ini sudah sah menjadi istrinya, lalu ia mentoel hidung kecil itu.
" Mas janji, mas tinggal ya. Kunci pintunya." Sekali lagi Azzam mencium kening Kiya dan berjalan menuju pintu keluar.
Setelah kepergian Azzam, Kiya tidak mendengar suara apapun dari kamar tersebut. Kamar yang super luas dan mewah itu ternyata kedap suara, hingga tidak bisa mendengar suara dari luar.
Semoga saja ini cepat berakhir, Ya Rabb! Lindungilah suamiku, aku tidak tau apakah hal ini Engkau ridhoi atau tidak. Aku bermohon untuk lindungilah suamiku dan keluargaku, Ya Rabb. Kiya.
Serangan bertubi-tubi dilakukan oleh pihak lawan, belum diketahui motif mereka melakukan penyerangan ini. Kenan dan Dzac sudah menguasai isi rumah dari serangan, benar apa yang bos mereka katakan mengenai hal ini.
" Dzac, bos dimana?" Kenan menanyakan keberadaan leader mereka.
" Masih menyelamatkan nona. Kau awasi mereka dari sebelah barat, aku akan ke arah timur. " Kenan mulai melangkahkan kakinya untuk segera menahan serangan dari pihak lawan dengan anak buah yang sudah tersebar hampir di setiap sudutnya.
Begitu pun dengan Dzac serta bawahannya, mulai bergerak. Suara tembakan serta hancurnya barang-barang yang ada tidak dapat dihindarkan lagi, satu persatu dari pihak lawan mulai mereka tumbangkan.
__ADS_1
" Katakan! Siapa yang menyuruh kalian, hah?!!" Kenan mengamankan salah satu dari lawannya.
" Kalian tidak akan pernah mengetahuinya, hahaha." Dengan tenangnya, mereka berkata seperti itu.
" Baiklah, jangan salahkan aku jika nyawamu akan lenyap." Seringai Kenan yang sudah sangat emosi.
" Sampai mati pun, aku tidak sudi memberitahukannya!" Tegas orang tersebut.
Tanpa menunggu lama, Kenan yang sudah terlanjur emosi dan tidak bisa lagi membendungnya. Dengan satu ayunan tangannya, senjata yang berada ditangannya itu langsung memisahkan kepala orang tersebut dari tubuhnya hingga dia tewas seketika.
" Heh, coba-coba melawan." Kenan meninggalkannya begitu saja.
Dibagian barat dari mansion tersebut, Dzac juga sudah menahan salah satu dari lawannya.
" Kalian ini, menyusahkan saja. Siapa bos kalian? Cemen." Dzac mengunci gerakan lawannya tersebut.
" Aakhh!!! Kalian tidak akan mengetahui siapa bos kami, mati pun aku tak sudi memberitahukannya." Orang itu masih mempertahakan pendiriannya untuk tidak memberitahukan siapa bos mereka.
" Sial!!! Dasar tidak berguna, mati saja kau!" Dzac langsung memberikan perlawanannya, dengan sangat mudahnya ia memutarkan kepala lawannya tersebut hingga menimbulkan suara patahan dibagian lehernya, dan orang itu pun tewas seketika.
__ADS_1
" Ah! Kalian sungguh merusak kesenanganku hari ini. Aduh, pakaianku jadi lecek." Dzac mengeluh dengan kehadiran para tamu tak di undang itu, membuat moodnya jadi hancur.