BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 87


__ADS_3

Tak terasa, kehamilan Kiya memasuki bulan ke sembilan. Kini, Kiya telah kembali ke rumah besar mereka. Dengan pengawalan yang super ketat dan juga pengawal pribadi selama dua puluh empat jam nonstop, Azzam selalu berada di sisi istrinya.


" Mas, apa nggak bosen selalu ngikutin gitu?" Kiya semakin dibuat pusing oleh tingkah suaminya.


" Nggak! Bagaimana mereka didalam? Akh, sungguh menjadi tidak sabar jadinya menanti mereka. Hallo baby, ini daddy." Azzam mengelus dan mengajak bicara calon anaknya.


Hufh! Dari hari ke hari, sikap mas Azzam tambah aneh saja. Apa-apa nggak boleh, luar biasa suamiku ini. Kiya.


" Kalau mas di rumah terus, nanti siapa yang mimpin perusahaan? Jangan bilang Rayyan atau Daffa?" Lirikan mata tajam dari Kiya, membuat Azzam sedikit bergidik.


" Ya ampun, mata itu. Bisa nggak jangan melihat mas seperti itu? merinding mas jadinya." Azzam bergaya seperti mengelus-elus tangan dan tengkuk lehernya.


" Mas, kamu sudah sangat lama tidak ke perusahaan. Tidak baik, seorang pemimpin selalu menyerahkan tanggung jawab kepada bawahannya. Mereka juga punya hak untuk menjadi bawahan, mas." Kiya memainkan pipi Azzam dan sedikit mencubitnya.

__ADS_1


" Akh! Biar saja, ini sakit Yang!"


Kiya semakin memperkuat cubitan di pipi Azzam, hingga membuat sang empunya semakin meringgis.


" Mas." Kiya memanggil Azzam, disaat dia akan lari menghindar. Dengan menghembuskan nafas panjang, Azzam menghentikan langkahnya dan kembali mendekati istrinya.


" Hem..." Hanya suara kerongkongan yang terdengar dari Azzam.


" Nenek apa kabarnya ya? kok nggak pernah ke sini dan nggak pernah telfon." Tatapan mata Kiya menerawang jauh ke luar jendela kamarnya.


" Mas." Kiya menatap Azzam dengan penuh tanda tanya, melihat perubahan pada wajah suaminya.


" Ah, iya sayang. Nanti kita telfon Gabriel untuk menanyakan tentang kabar nenek, sekarang kamu istirahat saja ya. Mas mau ke perusahaan sebentar, oke." Azzam mencium kening Kiya, lalu ia segera beranjak pergi.

__ADS_1


Ada apa dengan mas Azzam, kenapa sikapnya seperti sedang menutupi sesuatu dariku. Sebenarnya ada apa ini? Kiya.


......................


Azzam melangkah menuju mobilnya dengan begitu cepat, para pengawal yang melihatnya langsung bersiap untuk memberikan hormat kepada pimpinan mereka. Dan terlihat dari jauh, Kenan berlarian mendekatinya.


" Aku akan pergi ke perusahaan sebentar, kalian tetap berjaga. Kenan, kau ikut denganku." Azzam memberikan wejangan kepada para pengawal di rumahnya.


Kenan pun segera menyiapkan mobil tersebut dan setelah bosnya memasukinya, mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.


" Hallo Gab, ada sesuatu yang harus kita bahas. Baiklah!" Azzam memutuskan pembicaraannya.


Tidak banyak yang Azzam ucapkan selama dalam perjalanan menuju perusahaan, Kenan pun enggan untuk bertanya. Hanya melalui kaca spion yang ia gunakan untuk melihat bosnya. Hingga mobil itu memasuki gedung besar dan bertingkat, Azzam masih dalam diamnya.

__ADS_1


" Kau segera pulang, pastikan keamanan istriku terjamin." Ucap Azzam, setelah itu ia memasuki perusahaan dan meninggalkan Kenan.


Ada apa dengan bos hari ini? Sepertinya sedang ada masalah yang cukup serius, apa ya. Ah, sudahlah. Nyawaku hanya satu dan jangan berakhir di tangan bos. Kenan.


__ADS_2