
" Kalian!!!." Rahang Azzam menggeras, setelah melihat siapa yang datang.
Berjalan menghampiri Azzam yang saat itu sudah menahan gejolak amarahnya, melihat kedatangan kedua manusia dari masa lalunya yang sangat kelam.
" Selamat bertemu kembali saudaraku!! Sudah sangat lama kita tidak bertemu, tentu kau akan merindukanku, bukan?!" Pria itu berbicara dengan sangat percaya diri dan angkuh.
" Hallo Zam, apa kabarnya?!" Sang wanita pun ikut menyapanya.
Sungguh keadaan ini sangat tidak Azzam inginkan, mengingat kedua manusia yang berada dihadapannya ini adalah manusia berhati melebihi iblis.
" Keluar!!!" Teriak Azzam dengan suara yang sangay lantang.
" Heh!! Kau masih tetap sama, tidak berubah saudaraku. Aku hanya ingin memberikan ucapan selamat atas pernikahanmu, dan bertemu saudara iparku itu. Hayolah, perkenalkan kami." Ardhan semakin memancing amarah Azzam.
" Pasti istrimu itu akan sangat senang bertemu dan berkenalan denganku." Bianca dengan sangat senang, bisa melihat kemarahan Azzam.
Ardhan adalah adik dari Andrian yang merupakan saudara Azzam dari pihak Ayahnya, sifat buruknya itu jauh berbeda dengan sang kakak, hal itu telah membuat keluarga Azzam menjadi terusir dan menggelandang dengan kehidupan yang sangat hina. Bekerja sama dengan seorang wanita, yang dahulunya merupakan cinta pertama bagi Azzam. Mereka jugalah yang merencakan pembunuhan terhadap kedua orangtuanya dan juga kakeknya, hingga menguasai seluruh harta dan kedudukan sang kakek. Yang sebelumnya merupakan seorang milyader dan juga penguasa pada masanya, siapa yang tidak mengenal Abraham Ashraf. Bahkan namanya saja, sudah membuat orang lain ketakutan jika berurusan dengannya.
__ADS_1
Azzam menggambil ponselnya dan menghubungi seseorang, hal itu membuat Ardhan menjadi kesal.
" Kau tidak perlu membawa para benalu itu kemari, lihat saja Azzam. Siapa yang akan berjaya dan berkuasa, kau atau aku!!! Hahaha, ayo honey kita pergi." Ardhan menarik lengan Bianca dan mencium pipinya sepintas.
" Kita akan bertemu lagi, Azzam. Pastikan istrimu itu mengenalku!" Bianca melirik dengan sudut matanya yang tajam, mengisyaratkan sesuatu.
Kedua manusia itu telah keluar dari ruangan Azzam, dengan sangat marah. Azzam menghempaskan semua benda yang berada di atas meja kerjanya, tak lama kemudian kehadiran Daffa disana membuat Azzam murka.
" Kau! Kemana saja, hah!" Acungan jari dan tangan Azzam kepada Daffa, mempertandakan jika dia sedang dalam keadaan tidak baik.
" Maaf tuan, saya baru selesai dari meninjau lokasi." Jawab Daffa dengan perasaan tidak karuan.
Ada apa ini? Apa yang terjadi sebelumnya? Lebih baik aku melihat CCTV saja untuk mendapatkan jawabannya. Daffa.
Dafga bergegas membuka aksesnya untuk melihat rekaman diruangan bosnya tersebut, disaat video rekaman itu ia putar. Matanya langsung melebar dan dahinya pun ikut berkerut, menggeretakkan rahangnya dengan sangat keras. Hingga menimbulkan suara yang begitu membuat ngilu.
" Sial!!! Bagaimana manusia iblis itu menampakkan wujudnya lagi, pantas saja tuan begitu marah. Tidak bisa dibiarkan, terutama wanita setan itu. Dia akan menjadi sumber masalah untuk Nona, bre****ek." Dafa mengumpat kehadiran kedua manusia itu dengan penuh kebencian, Daffa segera menghubungi markas mereka.
" Hallo Kenan! Siapkan penjagaan ketat dirumah bos, pasangan iblis dan setan itu kembali. Lindungi Nona! Mereka mengincar kelemahan bos." Daffa menjelaskan kepada Kenan tentang apa yang terjadi.
" Apa?!!! Manusia sialan, kenapa lagi mereka ingin mengusik kehidupan bos. Benar-benar harus dikasih pelajaran, benar. Kau benar Fa, mereka pasti mengincar Nona. Aakhh! Nona, bagaimana ini! Yang sudah, akan aku siapkan semuanya." Kenan pun merasa sangat marah, mengetahui kedua manusia itu telah menampakkan wujudnya kembali.
__ADS_1
" Belum puas mereka menghancurkan hidup bos? Sungguh ini membuatku muak, akan kuhabis kalian berdua. Dzac!! Dzac!!" teriak Kenan memanggil Dzac, namun tidak ada jawaban dari yang dipanggil.
" Dasar pisang, pasti dia tidur setelah kekenyangan! Dzac!! Dzac!!!" Kenan berjalan menyelusuri ruangan yang berada di markas mereka.
Dan benar saja, Dzac terlihat sedang tidur dengan pulasnya disalah satu ruangan. Dengan penuh kekesalan, Kenan mendorong tubuh Dzac hingga terjatuh ke lantai.
" Aaakkhh!! Sakit!" Dzac mengeluh karena bokongnya mendarat dengan sangat kuat di lantai.
" Bangun! Siapakan pengawalan dirumah tuan dan terutama untuk Nona. " titah Kenan kepada Dzac yang masih sibuk mengelus bokongnya.
" Akh kau ini, merusak tidurku saja Memangnya ada apa? sewot sekali." Dzac berdiri dan menghampiri Kenan.
" Manusia iblis dan setan itu kembali." Jawab Kenan.
" Manusia iblis dan setan itu kembali?... Apa?!!! Bagaimana bisa? " Dzac kaget setelah mendengar siapa yang dimaksudkan oleh Kenan.
" Tidak usah banyak bicara, cepat persiapkan semuanya. "
Kenan bergegas untuk mempersiapkan para pengawal yang mereka punya untuk segera ditempatkan di rumah bos mereka, begitu pula dengan Dzac.
" Cari mati tu orang!!!" Dzac mengelengkan kepalanya.
__ADS_1