
Bbbrrraakk !!!
" Hohs hosh, dimana Kiya?!! Kiya!!!" Suara yang tak lain adalah suara milik Azzam. Ia langsung masuk kedalam ruangan kerja Hanif, di ikuti oleh beberapa petugas keamanan yang mengejarnya.
" Dia tidak ada disini! Sopanlah jika berada si tempat orang." Hanif menekankan perkataannya, membuat Azzam menjadi semakin marah.
Bugh!!
Bugh!!
" Bre****ek!! Cepat katakan, dimana Kiya, hah? Katakan." Tangan kekar Azzam mencengkram kerah baju Hanif dengan sangat kuat.
" Kau yang bre****ek! Bagaimana bisa kau menyakitnya, baru kali ini aku melihatnya sangat ketakutan. Dan itu semua karena kau!!!" Hanif tak kalah sangarnya dengan Azzam, amarahnya juga memuncak ketika melihat Kiya sangat ketakutan.
Bugh!
" Ba****an."
Bugh!
" Bre****ek. "
Bugh!!
__ADS_1
Bugh!!
Sudah tak terhitung lagi, berapa pukulan yang dilayangkan oleh Azzam kepada Hanif. Pukulan dan juga tendangan yang membabibuta ia berikan, hingga Hanif menjadi sekarat.
" Stop!! Kau siapa, hah? Kenapa kamu menyiksa kakaku?." teriak Ayu, yang saat itu keluar dari ruang pribadi Hanif.
Ayu menghampiri sang kakak yang sudah tidak berdaya, bercak darah dan juga lebam pada tubuh Hanif. Membuat Ayu menanggis, dan ia mengumpat Azzam dengan sangat keji.
" Kau manusia berhati setan, bagaimana bisa kau menyiksa kakakku seperti ini. Jika kau ada hubungan dengan kak Kiya, sungguh kau tidak pantas. Kak Kiya tidak pantas mendapatkan manusia seperti kamu, pergi! Pergi dari sini!!." Teriakan Ayu semakin keras dan terdengar memilukan.
" Dimana kalian menyembunyikan Kiya? Cepat katakan!!" Ayu masih fokus dengan keadaan kakaknya yang sudah tak berdaya.
Sementara, Kiya yang berada didalam ruangan tersebut. Sudah sangat bergetar, ketakutan yang ia rasakan saat mendengar suara dari pria yang ia takuti. Azzam berjalan menyelusuri ruang tersebut, dan ia menuju ruangan dimana Ayu tadi keluar dari sana.
" Minggir!!! Aku bilang minggir!!" Teriam Azzam dihadapan Ayu, yang terdengar oleh Kiya dan membuat ia semakin terisak.
" Tidak akan, kau tidak boleh menemui kak Kiya." Seringai Ayu.
" Kiya!!! Jika kau masih diam disana, jangan salahkan jika aku melukai wanita ini. Keluar!!" Azzam sudah semakin tidak bisa mengontrol amarahnya.
Suasana gedung perusahaan itu semakin mencekam, dengan kehadiran Azzam disana. Membuat anak buahnya dari kalangan dunia bawah dibuatnya kalang kabut, mereka lebih memilih berperang daripada memberikan pertahanan untuk bosnya yang mengamuk karena cinta.
Kiya mencoba berdiri, namun kakinya tak kuat untuk menopang tubuhnya yang sangat bergetar. Berkali-kali ia mencoba untuk berdiri, namun apa daya tidak terjadi.
__ADS_1
" Aaakkhh!" teriakan Ayu dengan sangat keras, karena didorong oleh Azzam dengan keras.
Bbbrrraakk!!!
Satu kali tendangan dari kakinya, membuat pintu ruangan tersebut terbuka dengan paksa. Terlihat dari wajahnya, Azzam sudah sangat emosi.
" Tolong, tolong jangan sakiti aku. Jangan!" Kiya berteriak, saat Azzam langsung saja menggendong tubuh kecilnya dengan sangat mudah. Kiya terus memberontak dan menggigit bahu Azzam dengan kuat, membuat Azzam melepaskan tubuh Kiya yang terjatuh ke lantai.
" Kiya!!!" Azzam menggerang dengan mata yang sangat merah, tidak ingin mendapatkan penolakan lagi dari Kiya. Dengan sangat terpaksa, Azzam memukul tengkuk Kiya dan membuatnya pingsan.
" Aku tidak akan membiarkanmu pergi, dan aku tidak akan melepaskanmu. Apapun yang terjadi, kau tetap milikku!!" Membawa Kiya dengan mudahnya, Azzam berjalan melewati sepasang kakak beradik yang sudah tal berdaya.
" Dan kalian! Jangan coba-coba mencampuri urusan pribadiku, jika tidak ingin kubuat kalian menderita. Camkan itu!!!" seringai Azzam dan ia berjalan meninggalkan perusahaan Hanif dengan keonaran yang terjadi.
......................
Mendapatkan laporan dari salah satu anak buahnya, jika Azzam berulah di perusahaan tersebut.
" Hahaha, ini baru permulaan Azzam. Kau langsung saja menjadi lepas kendali, sungguh kau sudah menjadi budak cinta. Hahaha!! Kelemahanmu sudah aku dapatkan, akan kubuat kelemahanmu itu semakin hancur. Dan kau juga akan ikut hancur, Azzam Arsalaan!!!" Ferdinand sangat senang, setelah mendapatkan kabar tersebut.
" Bersiaplah untuk kejutan berikutnya, Azzam! Wanitamu itu akan kubuat menderita, aku tidak akan membiarkannya menjadi milikmu. Hahaha."
Berbagai rencana sudah Ferdinand persiapkan untuk menyerang Azzam, yang selama ini selalu berkuasa dalam berbagai hal. Membuat setiap lawannya kalah dan hancur. Namun tidak untuk kali ini, dia akan menyerangnya melalui kelemahan yang ada padanya.
__ADS_1