
Saat ini, Kiya sedang berada di sebuah butik ternama. Sebelumnya, Kenan menjemputnya dan membawanya kesana. Terpesona dengan berbagai mode pakaian disana, Kiya mendekatisalah satu gaun yang menurut menarik. Saat melihat harganya, Kiya langsung menjauh dari gaun itu. Berjalan lagi untuk mencari seseorang yang telah Azzam beritahukan, dan saat itu, mata Kiya tertuju dengan seorang wanita.
Wanita itu? Ah, pasti aku salah melihat. Kiya.
Mencoba untuk lari dari sana, menghindari wanita tersebut. Namun, baru saja Kiya akan membalikkan tubuhnya. Terdengar dengan sangat keras, jika wanita itu memanggilnya.
" Hei, kamu kan asisten Azzam itu bukan! Dasar wanita kampungan, tidak tau diri. Sadar dirilah, sudah kere tapi bergaya sok kaya. Berani sekali kamu datang kemari. Disini, tidak ada pakaian yang seharga pakaianmu itu, bahkan satu baju saja disini bisa membeli bajumu itu dengan jumlah yang sangat banyak. " Wanita tersebut adalah Marsya, dia tidak menyukai Kiya semenjak saat dimana Azzam menghempaskannya seperti sampah.
Terlambat, itulah yang Kiya sesalkan. Awalnya dia mau menghindar, namun malah terjebak dalam situasi yang tidak baik bahkan dengan mudahnya Marsya menghina dirinya. Sebenarnya Kiya sangat malas untuk meladeni Marsya, ia pun tidak menanggapi ucapan demi ucapan yang Marsya lontarkan kepadanya.
" Kau kira, aku akan melepaskanmu begitu saja, wanita kampungan!" Tangan Marsya menarik lengan Kiya dan mencengkramnya dengan sangat kuat, hingga membuat Kiya meringgis.
" Lepaskan! Saya tidak ada urusan dengan anda." Kiya menghempaskan tangan Marsya dengan sangat kuat, hingga nyaris membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah.
__ADS_1
" Dasar wanita sialan, jangan harap kau bisa lepas dariku, hah! Azzam akan tetap menjadi milikku, kau tidak pantas untuk dirinya. Dasar ja***ang!!" Marsya langsung menyerang Kiya dengan mendorongnya hingga tersungkur, jatuh kelantai.
" Aahhh!!!" Jerit Kiya, hingga beberapa pegawai disana menjadi panik dengan adanya keributan tersebut.
Marsya menatap Kiya dengan tatapan tidak suka, dengan nafas yang memburu. Dia ingin menyerang Kiya kembali, para pegawai disana tidak berani melerai. Karena Marsya sudah mengancam mereka, dengan langkah kaki yang cepat serta hentakkan suara dari high hellsnya dan bersiap untuk menyerang.
" Stop, stop Marsya! Kenapa kau menyerang wanita ini?!". Andrian melangkah dengan cepat, menahan lengan Marsya menggunakan tangannya.
" Honey, lepaskan! Wanita ini tidak tau malu dia sudah membuatku terhina. Lepaskan!!" Marsya memberontak untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Andrian dan membolak balikan fakta yang sebenarnya.
Marsya terkejut dengan perkataan dari Andrian, selama ini dia tidak pernah berkata dengan nada yang seperti itu. Mendengar adanya keributan dari dalam butik, membuat Kenan berlari masuk kedalam. Rahang Kenan langsung menggeretak, melihat Kiya yang terjatuh dilantai.
" Nona! Anda tidak apa-apa?" Perasaan khawatir dan was-was kepada Kiya, melihat Marsya dan Andrian yang berada disana. Semakin membuat wajah Kenan memerah, menatap tajam kepada kedua manusia itu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, terima kasih Kenan." Kiya berdiri dibantu oleh salah satu pegawai wanita disana, jika Kenan yang membantunya. Hal itu sama saja mati bunuh diri, bosnya itu akan murka jika wanitanya disentuh oleh pria.
Andrian sangat kaget, melihat wanita yang diserang oleh Marsya adalah Kiya. Andrian juga tau, jika Kiya adalah wanita yang sangat dicintai oleh saudaranya, Azzam. Hal itu ia ketahui dari orang informan yang ia utus untuk mencari informasi tentang Azzam, dan dari hal itu juga. Andrian mengetahui jati diri Marsya yang sebenarnya.
" Kiya!!" Andrian segera menghampiri Kiya yang sedang terdiam.
" Jangan coba-coba kau mendekatinya!!" Teriakan itu berasal dari seorang pria yang baru saja tiba.
......................
Siapakah yang saat itu datang?
💐💐💐
__ADS_1
Tetap berikan dukungannya terus ya atas ceritanya, mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam berbagai hal. Author berusaha memberikan cerita yang terbaik untuk dibaca, jangan lupa berikan kritik dan sarannya ya. Dan tetaplah bijak, dalam menyampaikannya.
Terima kasih 😊